Syaiba

Syaiba
Episode 28


__ADS_3

maaf ya tulisanya .............bantu baikin kalau adfa yg salah...........


\===========


“iya ma..ini sudah bangun …”ku jawab sambil melangkah ke ruangan keluarga untuk sholat berjamaan bersama mamiku dan seorang pembantu rumah tangga.


“len…..mami mau ngomong…”


“ada apa mam?’


“kamu ada waktu hari ini dan apakah kamu tidak kerja?”


“tidak mam..karena pekerjaanku sudah di hendel sama rizy dan daut ma?..kenapa?”


“habiskan sarapanmu, lalu temui mami di taman belakang?”


“baik mam, nanti aku susul?”


Setelah selesai aku sarapan dan tidak


lupa secangkir kopi hitam ku minum akupun menyusul mami ditaman, dia sedang


merapikan taman dengan telatenya.


“sudah sarapanya?”


“sudah Mam…”


“sini duduk samping mami..?”


“ada apa, tumben mam..”


“kamu bisa datang ke hotel ketempat

__ADS_1


kita dulu menginap ?”


“ada apa?..mam”


“Kesana deh ke kamar no 122..ada yang mau ketemu denganmu?...len”


“siapa..mam?”


“kesana aja…!.....”


“(ada apa mami menyuruhku kesana, dan siapa yang mau menemuiku,ada apalagi ini)..pertanyaan pertanyaan yang mengitari kepalaku sambil menyutujui perintah mamiku, akupun pergi menuju hotel tempat


aku dulu menginap. Kulangakahkan kaki menuju ruangan yang sudah mami beritahu kuketuk ruangan itu dengan perasaan cemas dan..dan…Bismillah


Tok..tok..tok……


Clik…. (pintu kamar terbuka dan  yang kulihat dihadapanku membuat aku terkejut)


“Masuk!!...” jawab mas satria dengan tegas dan membuka pintu kamar dengan lebar mempersilahkan aku untuk masuk dan kulihat dua orang tua yang sedang duduk disofa sambil tersenyum padaku…..


“Assalamualikum…Ayah, Bunda….?”


“Waallaikumsalam…jawab mereka serempak


Akupun berdiri tertegun dan tanpa ada yang harus kuucapkan tiba tiba langkahku menuju ke orang tua syaiba, akupun sujud di depan bunda dan kucium kedua telapak tanganya sambil menangis seperti


anak kecil, sedangkan ayah hanya melihat tingkahku dan apalagi mas satria dia


hanya berdiri dibelakangku sambil menepuk punggungku…


“maaf..bunda…maafkan leno..hik…hik…yang tidak bisa menjaga syaiba bunda..hick..hick,hukum aku bunda….hik..hik “akupun menangis sambil kucium lutut bunda syaiba tiada henti.


“anak bunda kenapa…..?”

__ADS_1


“kemana aja kamu….?”


“apakah …leno.sudah lupa sama bunda dan ayah? Hem…”


“ayah …Bunda Leno baik…”


“ayah dan bunda sudah menunggu lama agar leno pulang tapi kenapa ? ….”sambil mengakat wajahku untuk melihatnya bunda tersenyum padaku walaupun kulihat ada butiran berlian yang jatuh dipelupuk matanya itulah untuk pertama kali aku melihat wajah yang begitu aku kagumi selain syaiba dan mamiku, ya wanita didepan ku adalah seseorang bidadari yang dikirim Tuhan untuk menyejukkan hati siapapun yang melihatnya.


“sudah…sudah jangan begitu malu sudah tua cengen…”ledek mas satria sambil menyuruhku untuk berdiri, tapi aku


berpindah ke ayah yang duduk disamping bunda


“ayah maafkan leno…yah…maafkan atas


segala perbuatan leno yah…?saambil ku peluk lutut ayah yang kutahu ayah menepuk nepuk punggungku


“sudah ..sudah….ayah dan bunda sudah maafkan kesalahan leno, ayo sini duduk samping ayah,” sambil menarik aku untuk berdiri dan duduk disamping ayah dan bunda, akupun duduk diantara keduanya sedangkan mas satria duduk menghadap ayah, bunda dan aku terasa aku akan dihakimi oleh hakim yang kulihat mas satria senyum senyum sambil melirik bunda.


“jadi…mau ceritakan kepada kami?..”Tanya mas Satria


“Ha…..?...oh..oh ya…..?” jawabku yang gugup sambil tertunduk malu,


“ayo…kasih tau agar kami bisa memberikan sikap kami kepadamu….?”


“Mas jangan gutu loh kok kayak hakim?” jawab bunda


“Mas sabar biar ayah yang tanya kepada leno…” balas ayah


“Leno Admja Wijaya Bin Cokro Rianto Admaja Wijaya …ayah Tanya padamu, tapi jawab dengan jujur ya len?” ayahku mulai bertanya dan akupun kaget baru kali ini ayah memanggil namaku dengan lengkap


“ya.. yah…leno akan jawab semua  pertanyaan ayah..?” jawabku sambil tersenyum


“jujur…dengan jujur?

__ADS_1


__ADS_2