Syaiba

Syaiba
Episode 34


__ADS_3

Aku terharu, kupegang surat nikah dan akupun kembali mendekati syaibah dan kupeluk dirinya….dia diam…dia tidak berkata apa apa hanya deraian air mata dan suara tangisnya yang pecah di dadaku karena kurasakan bajuku basah karena air matanya.


“ sudah…sudah…..” mas syam menepuk pundaku dan syaibah


“mas tinggal ya…kalian selesaikan secara baik baik…. Ingat ada anak kalian menunggu di rumah….cepat selesaikan, mas pulang duluan….” Kata mas syam sambil beranjak dan meninggalkan aku dan syaibah yang masih berpelukan kurasakan pellukannya semakin erat dan aku memeluknya juga dengan erat sambil sesekali ku cium punuk keningnya berulang ulang.


Flashback++++++


Selesai ashar abi dan ummi memanggilku utuk kekamarnya, katanya ada yang mau dibicarakan


“sayang kemari…”panggil ummi untuk duduk disampingnya dilantai yang diselimuti ambal tebal


“iya Ummi,? Ada apa?”Tanyaku


“sayang abbi dan ummi mau bertanya,?


“silahkan abbi..”


“syaiba ? putri abbi, seandainya kamu dipertemukan dengan ayah anak anakmu,? Bagaimana?”


“maksud …abbi?”


“maksud abbi, leno…sayang”


“maaf abbi, ummi bukanya syaibah sombong..memang kalau dilihat syaibah sepertinya tidak akan bisa menerima dia kembali bukan karena ego tapi karena rasa sayang, rasa cinta, rasa memiliki untuk dia sudah tidak ada abbi?”


“kenapa begitu,?”


“karena dia, syaibah harus berjalan seorang diri walaupun ada keluarga dan sahabat yang mendukung, tapi tidak sama, harapan syaibah menikah satu kali pupus dengan surat cerai yang dia berikan kepada sy dan putusan cerai yang tiba tiba tanpa memberitahu apa alasanya, dan dia tidak sekalimun menemui sy menanyakan sy dan sakitnya lagi saya melihat mas leno menikah dengan wanita pilihan papinya….?”panjang lebar ku sampaikan kegundahanku


“jikalau ini hanya permainan dan kesalapahaman dan kalian dipertemukan kembali, serat dia minta syaibah  kembali apakah kamu mau menerima dia kembali?”Tanya abbi sambil melihat diriku dengan seksama, sedangkan ummi tersenyum kepadaku sebenarnya ada apa ini, kenapa abbi dan ummi bertanya begitu?”


“sebenarnya ada apa ini abbi, ummi,......tolong jelaskan..” pintaku


“Ummi tolong ambilkan leptop abbi dimeja itu?”


“sebentar abbi,…” sambil berdiri ummi melangkah ke meja dekat tempat tidur


Tok…tok…tok…(pintu kamar diketok )


“Iya siapa …?” Tanya Ummi

__ADS_1


“ini mas syam Ummi,….”sambil membuka pintu kamar


“ah…mas syam…anak Ummi, sudah pulang….?”sambil memeluk mas syam


“abbi ada ummi,…..?”


“ada tuh sama syaibah…sana …abbi mas syam pulang?”


“mas syam pulang?..anak abbi ? giman kabarmu,…Baik…….”


“Alhamdullilah, baik abbi, syukron atas doa abbi dan ummi sy sehat….loh ini ada apa..kok wajah syaibah sedih gitu?” Tanya mas syam..ya memang wajahku kelihatan sedih dengan deraian air mata yang tadi tumpah tapi masih bisa ku tahan dan kupeluk mas syam,…mas syam adalah kakaku yang begitu faham atas masalahku, karena dia aku bisa kuat dan berdiri seperti sekarang.


Abbi menyuruh mas syam duduk dan dia menceritakan perihal yang tadi ditanyakan ke aku.


“lalu….” Tanya mas Syam yang belum Faham


“begini, Abbi dan Ummi akan cerita kepada Syaibah perihal permsalahan ini , syaibah cukup mendengarkan dan fahami apa yang Abbi  sampaikan, ya….jangan di potong apa yang akan abbi ceritakan?..faham”


“baik…abbi selahkan ?” sambil kupegang jemari ummi, aku duduk dan mendengarkan abbi berbicara sedangkan mas Syam duduk disamping Abbi


“Syaiba sayang…. Ingat waktu acara pertunangan mas satria, minggu lalu? Abbi didatangai sahabat abbi dari Jakarta, abbi tidak tau kalau dia relasi masmu Syam, singkat cerita kami bertemu kembali dan abbi kaget dia bercerita tentang keponakanya yang malang karena perceraian yang tidak dilakukanya, dia cerita abbi mendengarkan sepertinya cerita ini sama seperti yang dialami anak abbi waktu itu sambil ceria dia mengeluarkan foto keponakanya, abbi kaget, heran lalu dia berkata kepada abbi…” mari kita satukan mereka  kembali” katanya abbi masih tidak yakin, abbi bingung tapi dia perlihatkan bukti bukti yang membuat abbi semakin bingun, ayah mertuamu yang melakukan ini semua, dia ingin kalian bercerai karena dia sudah berjanji untuk menikahkan


“Abbi diam, dan disaat bersamaan ibu mertuamu datang dan menangis menceritakan kalau ibu mertuamu dan suaminya telah bercerai akibat kelakuan suaminya yang telah memisahkan kalian berdua, dia tak sanggup sampai dilarikan ke Australia untuk pengobatan dia sdh tertekan cukup lama..”abbi berhenti sambil menatap ke arahku dan aku semakin menangis


“Abbi, yakin dan faham dan abbi bilang kalau abbi juga mau menyatukan kalian berdua tapi bagaiman dengan anak abbi apakah dia mau kembali? Itu pertanyaan Abbi dan dia bilang dia bisa menyatukan kalian kembali…dan kemarin lusa Abbi, Ummi dan mas Satria menemui Leno di sini…..”belum selesai bicara aku putus


“Apa…mas leno…abbi, Ummi menemuinya…?” tanyaku sambil memandang kea rah Ummi, sedangkan Ummi mengguk dan tersenyum


“kasihan dia sayang…dia tampak kurus dan tidak terawatt….” Kata Ummi


“tapi Abbi…bagaimana dngan surat cerai itu?” Tanya Mas Syam yang masih ragu


“tenang …sahabat Abbi sudah mengurusnya…”


“maksud Abbi…”


“begini …besok temani syaibah kehotel C dan ke kamar no.122, kamar itu punya pamanya leno, tunggu saja dan dengarkan …”


“tapi Abbi, apa saya harus?” Tanya ku


“Sayang, kau harus sudah bisa menghadapi ini semua, ini pasti akan terjadi..jangan lari dan ingat masa depan

__ADS_1


anak anakmu?”


“lah kahan ada mas mas sy dan sahabat saya dan pastinya ada Abbi dan Ummi” les ku


“sayang…dengarkan, kau tidak bisa seperti ini, anak anakmu menginginkan figur ayah, figur yang selama ini


diharapkan selama 5 tahun, bagi mereka ayahnya kerja keluar kota, tanpa melihat wajah ayahnya, kamu tidak sedih waktu dijah bertanya perihal ayahnya kemarin lusa?” Tanya Ummi


“kok Ummi, tau?“tanyaku karena aku yakin di mushola itu hanya ada aku dan anakku


“disaat dijah menangis karena dia melihat dipantai seorang anak dipeluk oleh ayahnya dan dia bertanya ke pada


Ummi dan Ummi suruh bertanya kepada mu karena ummi tau hati anak anakmu sangat membutuhkan ayahnya tanpa kau ketahui? Karena hanya kamu yang bisa menjelaskan perihal itu?”


Aku diam, kulihat tatapan ummi yang sejuk dan menenangkan hati dan akupun dibuat kaget karena abbi memperlihatkan sesuatu dilayar leptop yang sedari tadi sudah menyala dan menunjukkan sebuah file..


Kulihat di layar mas leno yang wajahnya kusut, penuh jambang, rambut yang panjang, hitam dia duduk didekat


Ummi dan Abbi lalu kejadian kejadian yang semakin membuat diriku menangis akan pengakuanya, pengakuan pamanya, dan yang membuat aku tambah bersedih melihat mami yang semakin kurus dengan wajah yang tidak secantik dulu…apakah aku salah , apakah ini teguran, apakah ini pertanyaan..pertanyaan yang ku tanyakan setiap


malam?”


Aku mengis, kupeluk Ummi,…


“sudah..sudah …bagaimana? “


“Abbi…Ummi…sy akan menemuinya dan saya akan mengadu pada Allah atas pertanyaan ini?”


“semoga Allah memberikan jawaban yang terbaik buat dirimu saya..?” Ummi memeluk diriku


“mas Syam..temani syaibah, jangan kasar sabar ya…karena Leno sudah menerima hukumanya kemarin..jangan kamu lakukan kekerasan…”pesan Abbi


“kekerasan….apa maksudnya Abbi?” tanyaku


“he…he…he….tanya sama mas Satria dia akan menjaba”pesan Abbi


“baik Abbi saya keluar dulu cari Satria apa yang telah dilakukanya….?” Mas syam berdiri dan melangkah keluar


kamar orang tuaku


“saya ikut mas….” Aku beranjak dan mengikuti mas Syam yang sudah berlalu di hadapanku

__ADS_1


__ADS_2