
“tidak syi..aku mau jawabanmu?”
“jangan membuat aku bimbang,,,Syi?”
“oke sy, mau jawab tapi…kita makan
dulu ya, khan tidak baik ada makanan sudah didepan mata, tidak
baik….kak…boleh?”
“baik..kita makan dulu baru aku mau
tau apa jawabnmu!”
Sambil mengangguk kulihat boly makan
dengan lahap dan tanpa kusadari dia makan dengan sangat anggun,………setelah makan
dan ku lihat dia mengelap bibirnya yang merekah itu rasanya ingin aku yang
menyentuhnya untuk membersihkannya….dia membeku jawaban…..
“kak leno….kak leno admaja
wijaya..begini…” sambil memegang jarinya yang lentik
“kak perihal sy menjauhi kakak memang
benar, karena sy harus memantapkan diri saya, …”
“baiklah kak…? kita jadian,,,,,, tapi
ada syaratnya?”
“apa syaratnya…”
“kak sy kita jalani seperti ini dan
jangan minta saya yang macam macam seperti cium di pipi dan yang tidak sesuai
dengan syariah islam dan kakak bisa temui abbi dan umi serta abangku untuk
meminta ijin karena menyukai anaknya, apakah kakak siap,?”
“kenapa kok susah gitu,……?” tanyaku
sambil melihat boly yang sekarang menunduk
“seperti itu minta sy, makanya kak sy
tidak mau pacaran sy maunya langsung jadian alias menikah, kak sy orangnya apa
adanya sy……..” sambil mengakat wajahnya ke arahku dan tersenyum….
“jadi…maksudnya saya harus melamar
__ADS_1
gitu…….”dia tantang aku ya !!!!!!batinku
“oke….kapan aku kerumahmu….untuk ijin
pada abi dan ummimu,?”
“bener kak tidak takut,…….?”
“bener….kalau aku sudah mantap
gimana?”
“mantap apa kak”
“mantap melamarmu….!!!”
“Beneran……awas loh abiku oranganya
killer, !”
“masak……..?”
“beneran..”sambil meminum lemon tea
yang sudah tinggal es batu dia melihatku dengan senyuman
“oke jadinya gimana, apakah kamu mau
menerima aku jadi pacarmu atau suamimu?????”
sambil malu malu
“oke aku kerumahmu habis magrib,
bisa?”
“kok buru..buru..”
“lah katanya harus ijin sama ortumu, gimana
sich”
“ihhh…ngambek ya….jelek tau?
“habis….. kamu bikin aku mau mati
tau…”
“kok…bisa…bikin kakak mati”
“iya..yalah…”
“iya..yalah…apa”
“karena senyummu, membuat aku mati,”
__ADS_1
sambil pura pura menjatuhkan diriku kebelakang dan memegang jantungku dan
kulihat pipinya memerah bagaikan tomat.
Akhirnya aku merasa lega dan takut,
lega karena boly juga suka denganku, takunya ortu dan abangnya tidak setuju….ah
nanti aja gimana lihat keadaan yang penting maju dulu pantang mundur.
Setelah itu dia mengajaku membeli
perlengkapan sekolah buat ical karena mau masuk sekolah taman kanan kanak,
kuikuti langkahnya menuju mall dan akhirnya hadiah yang sudah ada langsung
dibungkus dan langsung ke panti yang sudah ditunggu sama kawan kawanku yang
lain dan kawan sayiba juga dengan tatapan yang mungkin hanya aku yang
menyadarinya…..BENGONG…… melihat aku dan syibah hadir bersamaan….
“chee.chee yang sudah jadian?.......”
teriak herman
“siapa ….apaan sih?’ jawab syi dan aku
asik dengan mengaruk garuk tengkukku
“belum karena belum minta restu ke
abinya…!”
“What…….!! Kata cahyo
“restu…syi …ini apa aan chinh?” Tanya
ayu melongok yang memang hanya dia yang anaknya kurang peka alias cuek
“iya InsyaAllah besok kerumanya…..?”
“kok cepat gitu!!!” kata cahyo
“Biar hallal… jadi tidak canggung
lagi”
“ihhhh…apan sich.!!” …kulihat ramun
pipi bolyku
“sudah …sudah… ayo keburu magrib
nih….”kak herman memotong obrolan kami dan masuk me ruangan untuk acara bagi
__ADS_1
bagi tas buat anak panti