Syaiba

Syaiba
Episode 15. Ijin Abbi 2


__ADS_3

“tidak syi..aku mau jawabanmu?”


“jangan membuat aku bimbang,,,Syi?”


“oke sy, mau jawab tapi…kita makan


dulu ya, khan tidak baik ada makanan sudah didepan mata, tidak


baik….kak…boleh?”


“baik..kita makan dulu baru aku mau


tau apa jawabnmu!”


Sambil mengangguk kulihat boly makan


dengan lahap dan tanpa kusadari dia makan dengan sangat anggun,………setelah makan


dan ku lihat dia mengelap bibirnya yang merekah itu rasanya ingin aku yang


menyentuhnya untuk membersihkannya….dia membeku jawaban…..


“kak leno….kak leno admaja


wijaya..begini…” sambil memegang jarinya yang lentik


“kak perihal sy menjauhi kakak memang


benar, karena sy harus memantapkan diri saya, …”


“baiklah kak…? kita jadian,,,,,, tapi


ada syaratnya?”


“apa syaratnya…”


“kak sy kita jalani seperti ini dan


jangan minta saya yang macam macam seperti cium di pipi dan yang tidak sesuai


dengan syariah islam dan kakak bisa temui abbi dan umi serta abangku untuk


meminta ijin karena menyukai anaknya, apakah kakak siap,?”


“kenapa kok susah gitu,……?” tanyaku


sambil melihat boly yang sekarang menunduk


“seperti itu minta sy, makanya kak sy


tidak mau pacaran sy maunya langsung jadian alias menikah, kak sy orangnya apa


adanya sy……..” sambil mengakat wajahnya ke arahku dan tersenyum….


“jadi…maksudnya saya harus melamar

__ADS_1


gitu…….”dia tantang aku ya !!!!!!batinku


“oke….kapan aku kerumahmu….untuk ijin


pada abi dan ummimu,?”


“bener kak tidak takut,…….?”


“bener….kalau aku sudah mantap


gimana?”


“mantap apa kak”


“mantap melamarmu….!!!”


“Beneran……awas loh abiku oranganya


killer, !”


“masak……..?”


“beneran..”sambil meminum lemon tea


yang sudah tinggal es batu dia melihatku dengan senyuman


“oke jadinya gimana, apakah kamu mau


menerima aku jadi pacarmu atau suamimu?????”


sambil malu malu


“oke aku kerumahmu habis magrib,


bisa?”


“kok buru..buru..”


“lah katanya harus ijin sama ortumu, gimana


sich”


“ihhh…ngambek ya….jelek tau?


“habis….. kamu bikin aku mau mati


tau…”


“kok…bisa…bikin kakak mati”


“iya..yalah…”


“iya..yalah…apa”


“karena senyummu, membuat aku mati,”

__ADS_1


sambil pura pura menjatuhkan diriku kebelakang dan memegang jantungku dan


kulihat pipinya memerah bagaikan tomat.


Akhirnya aku merasa lega dan takut,


lega karena boly juga suka denganku, takunya ortu dan abangnya tidak setuju….ah


nanti aja gimana lihat keadaan yang penting maju dulu pantang mundur.


Setelah itu dia mengajaku membeli


perlengkapan sekolah buat ical karena mau masuk sekolah taman kanan kanak,


kuikuti langkahnya menuju mall dan akhirnya hadiah yang sudah ada langsung


dibungkus dan langsung ke panti yang sudah ditunggu sama kawan kawanku yang


lain dan kawan sayiba juga dengan tatapan yang mungkin hanya aku yang


menyadarinya…..BENGONG…… melihat aku dan syibah hadir bersamaan….


“chee.chee yang sudah jadian?.......”


teriak herman


“siapa ….apaan sih?’ jawab syi dan aku


asik dengan mengaruk garuk tengkukku


“belum karena belum minta restu ke


abinya…!”


“What…….!! Kata cahyo


“restu…syi …ini apa aan chinh?” Tanya


ayu melongok yang memang hanya dia yang anaknya kurang peka alias cuek


“iya InsyaAllah besok kerumanya…..?”


“kok cepat gitu!!!” kata cahyo


“Biar hallal… jadi tidak canggung


lagi”


“ihhhh…apan sich.!!” …kulihat ramun


pipi bolyku


“sudah …sudah… ayo keburu magrib


nih….”kak herman memotong obrolan kami dan masuk me ruangan untuk acara bagi

__ADS_1


bagi tas buat anak panti


__ADS_2