
“boleh saya duduk disini?” tanyaku
dengan suara yang kubuat buat
“silahkan, tuan….?” Sambil tersenyum
mempersilahkan aku duduk di kursi kayu bekas pohon kelapa yang tumbang.
“maaf..saya, apakah saya mengganggu,
karena anda melihat saya dengan tatapan itu?” tanyaku
“oh…oh maaf saya tidak bermaksud
demikian, maafkan saya tuan, ? sambil memalingkan wajahnya sepertinya dia akan
mengiat sesuatu
Dan akhirnya aku bisa melihat lukisan
yang dibuat istriku..deg..deg aku mau menangis bagaima tidak dia lukis wajah
anak anakku sambil memeluk istriku dan…dan aku ….aku diam tanpa suara hatiku
sakit sakit karena ada aku disitu dalam lukisan istriku.
Ku buka novel yang memang selalu
dibaca istriku dulu walaupun aku tidak membacanya hanya membolak balik lembar
per lembar memang novel yang kubawa sudah lama aku baca hingga aku hafal
isinya, tanpa sadar istriku melihat apa yang ku lalukan dan dia
tersenyum………………..ahhhh..ahhhh aku tambah meringishatiku akhirnya istriku
tersenyum, senyum yang lama aku tunggu tunggu dan kunantikan selama ini
senyuman yang membuat semangatku kembali untuk mendapatkan dirinya.
__ADS_1
Tidak terasa sudah sore akupun
beranjak dari dudukku dan kembali ke hotel oya sayba sudah pergi entah kapan dia
hilang dari pandanganku karena kelamunanku.
Dihotel ku lihat mami membaca buku
sambil sesekali melihat pesawat yang terbang .
“mam…sudah segar kayaknya?” tanyaku
“Waalaikumsalam…… mana kok masuk tidak
salam, sudah lupa, sana keluar lagi!” bentak mamiku akupun dengan ho ho
melangkah keluar kamar “ih inikan hotel bukan rumah batinku sambil geleng
geleng kepala.
“Assalamualikum….mam saya pulang?? Sambil
“Waallaikumsalam, nah gitu dong???? Sambil
memandangku
“len, kau hutang jawaban atas
pertanyaan mami, kenapa kau suruh mami ke Balikpapan, jangan suruh mami balik
lagi sama papimu ..ingat mami sudah tidak ada keingin untuk balik dan itu sudah
diputuskan dimeja pengadilan ..ingat itu len!” mamiku dengan tegas dan dengan
raut wajah yang mungkin kelihatan sangar walaupun dengan senyum yang menakutkan
“ooooooo…sabar mam?” pintaku
“jadi ada apa ..sampai mami harus ke Balikpapan?”
__ADS_1
“mam…. Leno…leno... eh entar…(ku
perlihatkan video di hpkuk kepada mamiku)..mami lihat deh? Mami kenal siapa
dia?” tanyaku
“ini…ini…..syaiba…len..saiba…len dia
diamana, mami mau ketemu dengannya len!! Temukan mami padanya len ….(tubuh mami
tumbang untungnya dia jatuh di sofa yang dari tadi kami duduki)…..mami …mam….bangun
janga begini mam….”pintaku pada mami sambil ku tepuk tepuk pipinya, akhirnya ku
peluh mamiku dan kuangkat tubuhnya untuk pindah keranjang dan kua bil minyak
kayu putih ku basuh di keningnya.
KEDIAMAN SYAIBA
Sebelum matahari redup dipelupuk mata
syaiba, anak anak dan sahabatnya pulang kerumah untuk mandi dan melaksakan
sholat ashar, mereka pulang sambil bersenda gura.
“siapa orang itu syai?” Tanya kak
cahyo
“sy tidak atu kak, mungkin orang yang
tinggal disekitar sini?”jawabku sambil sesekali ku lihat lperia yang sedang
melamun tai aku kurang jelas karena kumis dan janggutnya yang panjang dan
rambut yang panjang dibiarkan diurai “mengapa dari tadi hatiku gelisah, dan sia
dia?”pikirku dan baru kali ini aku merasa damai
__ADS_1