Syaiba

Syaiba
Episode 25


__ADS_3

“boleh saya duduk disini?” tanyaku


dengan suara yang kubuat buat


“silahkan, tuan….?” Sambil tersenyum


mempersilahkan aku duduk di kursi kayu bekas pohon kelapa yang tumbang.


“maaf..saya, apakah saya mengganggu,


karena anda melihat saya dengan tatapan itu?” tanyaku


“oh…oh maaf saya tidak bermaksud


demikian, maafkan saya tuan, ? sambil memalingkan wajahnya sepertinya dia akan


mengiat sesuatu


Dan akhirnya aku bisa melihat lukisan


yang dibuat istriku..deg..deg aku mau menangis bagaima tidak dia lukis wajah


anak anakku sambil memeluk istriku dan…dan aku ….aku diam tanpa suara hatiku


sakit sakit karena ada aku disitu dalam lukisan istriku.


Ku buka novel yang memang selalu


dibaca istriku dulu walaupun aku tidak membacanya hanya membolak balik lembar


per lembar memang novel yang kubawa sudah lama aku baca hingga aku hafal


isinya, tanpa sadar istriku melihat apa yang ku lalukan dan dia


tersenyum………………..ahhhh..ahhhh aku tambah meringishatiku akhirnya istriku


tersenyum, senyum yang lama aku tunggu tunggu dan kunantikan selama ini


senyuman yang membuat semangatku kembali untuk mendapatkan dirinya.

__ADS_1


Tidak terasa sudah sore akupun


beranjak dari dudukku dan kembali ke hotel oya sayba sudah pergi entah kapan dia


hilang dari pandanganku karena kelamunanku.


Dihotel ku lihat mami membaca buku


sambil sesekali melihat pesawat yang terbang .


“mam…sudah segar kayaknya?” tanyaku


“Waalaikumsalam…… mana kok masuk tidak


salam, sudah lupa, sana keluar lagi!” bentak mamiku akupun dengan ho ho


melangkah keluar kamar “ih inikan hotel bukan rumah batinku sambil geleng


geleng kepala.


“Assalamualikum….mam saya pulang?? Sambil


“Waallaikumsalam, nah gitu dong???? Sambil


memandangku


“len, kau hutang jawaban atas


pertanyaan mami, kenapa kau suruh mami ke Balikpapan, jangan suruh mami balik


lagi sama papimu ..ingat mami sudah tidak ada keingin untuk balik dan itu sudah


diputuskan dimeja pengadilan ..ingat itu len!” mamiku dengan tegas dan dengan


raut wajah yang mungkin kelihatan sangar walaupun dengan senyum yang menakutkan


“ooooooo…sabar mam?” pintaku


“jadi ada apa ..sampai mami harus ke Balikpapan?”

__ADS_1


“mam…. Leno…leno... eh entar…(ku


perlihatkan video di hpkuk kepada mamiku)..mami lihat deh? Mami kenal siapa


dia?” tanyaku


“ini…ini…..syaiba…len..saiba…len dia


diamana, mami mau ketemu dengannya len!! Temukan mami padanya len ….(tubuh mami


tumbang untungnya dia jatuh di sofa yang dari tadi kami duduki)…..mami …mam….bangun


janga begini mam….”pintaku pada mami sambil ku tepuk tepuk pipinya, akhirnya ku


peluh mamiku dan kuangkat tubuhnya untuk pindah keranjang dan kua bil minyak


kayu putih ku basuh di keningnya.


KEDIAMAN SYAIBA


Sebelum matahari redup dipelupuk mata


syaiba, anak anak dan sahabatnya pulang kerumah untuk mandi dan melaksakan


sholat ashar, mereka pulang sambil bersenda gura.


“siapa orang itu syai?” Tanya kak


cahyo


“sy tidak atu kak, mungkin orang yang


tinggal disekitar sini?”jawabku sambil sesekali ku lihat lperia yang sedang


melamun tai aku kurang jelas karena kumis dan janggutnya yang panjang dan


rambut yang panjang dibiarkan diurai “mengapa dari tadi hatiku gelisah, dan sia


dia?”pikirku dan baru kali ini aku merasa damai

__ADS_1


__ADS_2