
“wah gagahnya leno, syi…”kata ayu
“masa?”…”ih kamu tidak percaya, ih aku
iri deh sama kamu, kapan aku sama cahyo”
“Nanti kalau cahyo sudah jadi presiden…!”
jawab Diana
“kapan itu??” ayu sambil memonyongkan
bibirnya dan menatap Diana
“nanti kalau sudah ubanan..?” didorong
waja ayu sampai ayu terduduk dilantai
“aduh sakit tau..ayo bantuin gih aku
tidak bisa berdiri!!”
“manja, “sambil ditolong Diana (maklum
sahabatku sudah 2 hari menginap dirumahku untuk membantu acaraku dan yang aku
tau Diana dan ayu tidak suka pakai kebaya tapi diacaraku, kupaksa dia pakai
kebaya jadinya ya itu kelihatan susah jalanya)
Pukul 10.30 ijab Kabul dilaksanakan
“saya nikahkan dan kawinkan putri saya yang
bernama Syaibah Natahsa Dwi Harun binti syihan abdhu harun kepada ananda Leno
Admja Wijaya Bin Cokro Rianto Admaja Wijaya dengan mas kawin uang sebesar 999
ribu dan seperangkat alat sholat dibayar tunai!” abbi bersuara dengan lantang dan tegas
“Saya terima nikahnya dan kawinnya
Syaibah Natahsa Dwi Harun binti syihan abdhu harun dengan mas kawin tersebut
tunai” (sekali nafas leno kaget karena tadi jabatan tangan dengan bapak mertua
dihentakkan sangan kuat untung lancer coba tidak)
“Sah…sah….”dijawab seluruh undangan
yang hadir, dan akhirnya aku sekarang milik leno sebagai suamiku…tidak terasa
air mataku menetes dengan mengucap syukur yang tiada henti kepada yang punya
hidup.
Setelah wejangan dan petuah dari pak
penghulu, masuklah ibu meruaku dan ummiku kekamarku
__ADS_1
“Alhamdullilah, sayang kamu sudah syah
jadi mantu mami, ? ayo kita turun”
“ayo sayang Ummi bahagia kamu sudah
ada pendamping yang patuh sama suami ya, sayang”
“makasih mami, ummi atas doanya
InsyaAllah syi menjadi istri yang sholehah dan menurut apa kata suami, doi ya
ummi”
Akupun turun dari kamarku, ku
tundukkan wajahku, kulangkahkan kakiku menuju kursi yang sudah disediakan
untukku ya disamping kak leno mestinya….
Ku tatap kak leno yang sekarang menjadi
suamiku, tampan dengan jas berwarna putih dan blangkon berwarna coklat senada
dengan jarik yang dia pakai.
Ku cium telapan tanganya sambil berdoa
dan dia mencium keningku. Setelah itu kami pun saling bertukar cincin dan
mendengakan petuah dari penghulu kembali dan akhirnya sungkem kepada oaring tua
sarung tenun khas Kalimantan dan yang paling menyeleneh itu mas syam dia minta
apa yo? istri lucu tidak dimana coba
cari.
Setelah selesai acara aku dan mas leno
melaksanakan sholah sunah dan melanjutkan sholat djuhur berjamaan..itulah untuk
pertama kali aku sholat berjamaan denganya walaupun akhirnya hiasan diwahaku
harus diulang karena aku tadi habis berwudu. Selesai sholat kami kembali ke
pelaminan dan menyalami para tamu undangan yang memang tidak banyak kami undang
hanya keluarga besar dari aku dan mas leno, dosen panti asuhan dan sahabat
sahabat aku dan mas leno.
Disaat kami besalaman aku melihat ical
sedang besedih, kudatangai dia yang memakan buah papaya
“kenapa anak bunda kok bersedih?”
“anu..bund…kok bunda sama om leno
__ADS_1
cih?”
“loh kenapa,?” tanyaku….”leno sedih
nanti bunda lupa sama ica?”
“ya tidak lah…! Khan ical anak bunda,
sama seperti kak citra, faris dan yang lainya?’ jawabku
“nanti bunda jangan ada adek dulu
yah?” “mintanya sambil mengeluarkan jurus gembulnya apalagi kalau bukan pipinya
yang bulat
“kok tidak boleh???”” aku kaget karena
ku lihat leno berdiri dibelakangku dan akhirnya kamipun memberi pengerian
kepada anak asuh kami itu.
Setelah acara selasai akhirnya jam
menunjukan pukul 8 malam, para undangan sudah pada pulang masih tertinggal
keluarga besar aku yang sedang berkumpul diruang tengah bersama sahabat
sahabatku dan sahabat mas leno.
Tinggal kami yang masih dikamar karena
baru selesai melaksanakan sholat isya berjamah tadi
Kulipat mukenah dan sejadahku dan
sejadah mas leno, kutaruh di atas meja yang khusu biasanya aku menaruh mukena
dan sejadahku, tanpa sadar kulihat mas leno sudah berdiri didepanku sambil
merentangan tanganya seakan dia minta dipeluk.
“mah….apakah aku boleh memelukmu?”
“kalau tidak boleh ?”
Sambil melipat tanganya kedada dan
memandangku dengan sang awasa dia mendekatiku dengan perlahan, akhirnya akupun
mundur sampai akhirnya aku terduduk di kasur yang ada dibelakangku, tanpa
kusadari mas leno jongkok didepanku dan menarik tengkukku dengan halus akupun
kaget akrena dia memberikan kalung dengan liontin berukirkan namanya dan
dilingkarkan ke leherku.
“mas….ini….?”””” “cup” dia menyentuh
__ADS_1
bibirku akhirnya ciuman pertamaku untuk suamiku leno