Syaiba

Syaiba
Episode 18. Malam pertama


__ADS_3

“wah gagahnya leno, syi…”kata ayu


“masa?”…”ih kamu tidak percaya, ih aku


iri deh sama kamu, kapan aku sama cahyo”


“Nanti kalau cahyo sudah jadi presiden…!”


jawab Diana


“kapan itu??” ayu sambil memonyongkan


bibirnya dan menatap Diana


“nanti kalau sudah ubanan..?” didorong


waja ayu sampai ayu terduduk dilantai


“aduh sakit tau..ayo bantuin gih aku


tidak bisa berdiri!!”


“manja, “sambil ditolong Diana (maklum


sahabatku sudah 2 hari menginap dirumahku untuk membantu acaraku dan yang aku


tau Diana dan ayu tidak suka pakai kebaya tapi diacaraku, kupaksa dia pakai


kebaya jadinya ya itu kelihatan susah jalanya)


Pukul 10.30 ijab Kabul dilaksanakan


 “saya nikahkan dan kawinkan putri saya yang


bernama Syaibah Natahsa Dwi Harun binti syihan abdhu harun kepada ananda Leno


Admja Wijaya Bin Cokro Rianto Admaja Wijaya dengan mas kawin uang sebesar 999


ribu dan seperangkat alat sholat dibayar tunai!” abbi bersuara dengan lantang dan tegas


“Saya terima nikahnya dan kawinnya


Syaibah Natahsa Dwi Harun binti syihan abdhu harun dengan mas kawin tersebut


tunai” (sekali nafas leno kaget karena tadi jabatan tangan dengan bapak mertua


dihentakkan sangan kuat untung lancer coba tidak)


“Sah…sah….”dijawab seluruh undangan


yang hadir, dan akhirnya aku sekarang milik leno sebagai suamiku…tidak terasa


air mataku menetes dengan mengucap syukur yang tiada henti kepada yang punya


hidup.


Setelah wejangan dan petuah dari pak


penghulu, masuklah ibu meruaku dan ummiku kekamarku

__ADS_1


“Alhamdullilah, sayang kamu sudah syah


jadi mantu mami, ? ayo kita turun”


“ayo sayang Ummi bahagia kamu sudah


ada pendamping yang patuh sama suami ya, sayang”


“makasih mami, ummi atas doanya


InsyaAllah syi menjadi istri yang sholehah dan menurut apa kata suami, doi ya


ummi”


Akupun turun dari kamarku, ku


tundukkan wajahku, kulangkahkan kakiku menuju kursi yang sudah disediakan


untukku ya disamping kak leno mestinya….


Ku tatap kak leno yang sekarang menjadi


suamiku, tampan dengan jas berwarna putih dan blangkon berwarna coklat senada


dengan jarik yang dia pakai.


Ku cium telapan tanganya sambil berdoa


dan dia mencium keningku. Setelah itu kami pun saling bertukar cincin dan


mendengakan petuah dari penghulu kembali dan akhirnya sungkem kepada oaring tua


sarung tenun khas Kalimantan dan yang paling menyeleneh itu mas syam dia minta


apa yo? istri lucu tidak  dimana coba


cari.


Setelah selesai acara aku dan mas leno


melaksanakan sholah sunah dan melanjutkan sholat djuhur berjamaan..itulah untuk


pertama kali aku sholat berjamaan denganya walaupun akhirnya hiasan diwahaku


harus diulang karena aku tadi habis berwudu. Selesai sholat kami kembali ke


pelaminan dan menyalami para tamu undangan yang memang tidak banyak kami undang


hanya keluarga besar dari aku dan mas leno, dosen panti asuhan dan sahabat


sahabat aku dan mas leno.


Disaat kami besalaman aku melihat ical


sedang besedih, kudatangai dia yang memakan buah papaya


“kenapa anak bunda kok bersedih?”


“anu..bund…kok bunda sama om leno

__ADS_1


cih?”


“loh kenapa,?” tanyaku….”leno sedih


nanti bunda lupa sama ica?”


“ya tidak lah…! Khan ical anak bunda,


sama seperti kak citra, faris dan yang lainya?’ jawabku


“nanti bunda jangan ada adek dulu


yah?” “mintanya sambil mengeluarkan jurus gembulnya apalagi kalau bukan pipinya


yang bulat


“kok tidak boleh???”” aku kaget karena


ku lihat leno berdiri dibelakangku dan akhirnya kamipun memberi pengerian


kepada anak asuh kami itu.


Setelah acara selasai akhirnya jam


menunjukan pukul 8 malam, para undangan sudah pada pulang masih tertinggal


keluarga besar aku yang sedang berkumpul diruang tengah bersama sahabat


sahabatku dan  sahabat mas leno.


Tinggal kami yang masih dikamar karena


baru selesai melaksanakan sholat isya berjamah tadi


Kulipat mukenah dan sejadahku dan


sejadah mas leno, kutaruh di atas meja yang khusu biasanya aku menaruh mukena


dan sejadahku, tanpa sadar kulihat mas leno sudah berdiri didepanku sambil


merentangan tanganya seakan dia minta dipeluk.


“mah….apakah aku boleh memelukmu?”


“kalau tidak boleh ?”


Sambil melipat tanganya kedada dan


memandangku dengan sang awasa dia mendekatiku dengan perlahan, akhirnya akupun


mundur sampai akhirnya aku terduduk di kasur yang ada dibelakangku, tanpa


kusadari mas leno jongkok didepanku dan menarik tengkukku dengan halus akupun


kaget akrena dia memberikan kalung dengan liontin berukirkan namanya dan


dilingkarkan ke leherku.


“mas….ini….?”””” “cup” dia menyentuh

__ADS_1


bibirku akhirnya ciuman pertamaku untuk suamiku leno


__ADS_2