
“mam aku sam herman mungkin sampai malam, kami
mau kerumah sakit temani anak herman sakit”, (sambil melirik ke herman yang
kaget atas ucapan ku)
“her kamu sudah punya anak, kapan
menikahnya, kok tante tidak diundang??” kata mami leno
“bukan tante anak teman herman,”
sambil menjitak kepalaku…”aou sakit her,”
“oalah tante kira anakmu untuk tante
belum Tanya sama bundamu!”
“ya udah mam nanti kita takut
kemalaman”
“tante kami pamit ya “ pamit herman
sambil mencium tangan mamiku
“coba len kamu seperti herman,” sambil
mami menjuluirkan lengannya ke hadapanku, yang akhirnya akupun mengikuti dan
mengikuti cara herman berpamitan biasanya aku langsung nyolong gitu aja..….”Assalamualikum”…….”Waallaikumsalam”…..”Ati
ati dijalan ya jangan ngebut, pelan, pelan, bawa kendaraan dan bla…bla…”mamiku
wanti wanti kepada kami yang kulakukan mengakat jempolku tanda setuju. Di
perjalanan menuju rumah sakit aku ising bertanya ke herman perihal syaiba.
“her …kapan kamu kenal syaiba?”
“sudah dari SMP dia adik kelasku, kenapa
? kamu suka?”
“gimana ya…? Tapi kok waktu Ospek dia
__ADS_1
tidak ada ?”
“ ah kamu aja yang tidak lihat?”
“jujur aku tidak lihat dia?”
“Ah..iya dia itu pintar menyamar…”
sambil senyam senyum
“menyamar…maksudmu gimana? Aku kok
tidak mengerti?”
“Ya iyalah.. khan syai itu anaknya
cantik dan aku menyuruh dia mengganti penampilannya supaya tidak disantap
kamu,bukanya kamu dulu plyaboy!”
“Brengsek kamu her, khan itu dulu
sebelum aku akrab dengan kamu tapi tetap tidak boleh?”
“apa ada aturanya..”..”jangan macam
“kenapa….kalau aku suka!””…
“karena ada aku, cahyo,surya,leman,
mas satrio, mas satria, mas syam dan Richad”
“ihhhhh banyak betul cowoknya…”
“ dia itu Princes loh selain Diana,
ayu, “
“Diana dan ayu ….ah tapi masih unggul
syibah lah..” sambil senyam senyum sendiri dan herman melirik leno dengan
geleng geleng kepala sambil berkata “Jangan macam macam !!”sambil mengepalkan
tanganya ke hadapan leno
__ADS_1
(Leno)
“len mana bekal untuk surya, cahyo dan
leman”…”nanti kita beli nasi padang sama martabak aja khan itu kesukaan
surya”…”kita mampir di simpang tiga aja ya tempat biasa , len”….”oke “
Setelah membeli nasi padang dan
martabak akhirnya kami sampai di rumah sakit.
Waktu menunjukan pukul 20.00 kami
sampai dan kulihat diruangan sudah hadir syaibah, surya, ibu fatma, pak hendro,
ibu shinta, pak soleh dan siapa itu cowok kayak orang keturunan timur tengah
disamping syaibah sedangakan syaibah menggendong ical yang tangannya bergelayut
di pundak syaibah sehingga selang infus goyang, sedangakan penyangga infus
dipegang oleh cowok itu (Rasanya ada hati yang sedang cemburu nih)
“assallamualaikum…”…”Waallaikumsalam…”.pak
hendra dan yang lainya menjawab salam kami
“Pak, bunda sudah pulang?” Tanya herman..”iya
diantar sama leman barusan, tidak ketemu”..”tidak pak mungkin pas kami
pakrirkan motor tadi”…”Leno juga ikut toh?” Tanya pak soleh”….”iya pak temani
heman nanti nyasar di pasar lagi…”sambil terkekeh aku menjawab bersamaan dengan
tawa halus di ruangan itu. Malam ini begitu banyak yang jenguk ical di ruangan
kami sehingga kami pada keluar dan duduk duduk diteras tinggal bu, shinta, bu
fatma dan syaibah yang dikamar ehhh sama cowok keturunan itu….(dibandingkan aku
badan cowok itu terlihat kekar dengan baju hem putih yang menampakkan badanya
proposional sepertinya dia orang angkatan). Agak lama datang kak leman akhirnya
__ADS_1
pak hendar, pak soleh, ibu shinta dan ibu fama pulang tinggal si cowok yang
tinggal.