Syaiba

Syaiba
Episode 8


__ADS_3

 “mam aku sam herman mungkin sampai malam, kami


mau kerumah sakit temani anak herman sakit”, (sambil melirik ke herman yang


kaget atas ucapan ku)


“her kamu sudah punya anak, kapan


menikahnya, kok tante tidak diundang??” kata mami leno


“bukan tante anak teman herman,”


sambil menjitak kepalaku…”aou sakit her,”


“oalah tante kira anakmu untuk tante


belum Tanya sama bundamu!”


“ya udah mam nanti kita takut


kemalaman”


“tante kami pamit ya “ pamit herman


sambil mencium tangan mamiku


“coba len kamu seperti herman,” sambil


mami menjuluirkan lengannya ke hadapanku, yang akhirnya akupun mengikuti dan


mengikuti cara herman berpamitan biasanya aku langsung nyolong gitu aja..….”Assalamualikum”…….”Waallaikumsalam”…..”Ati


ati dijalan ya jangan ngebut, pelan, pelan, bawa kendaraan dan bla…bla…”mamiku


wanti wanti kepada kami yang kulakukan mengakat jempolku tanda setuju. Di


perjalanan menuju rumah sakit aku ising bertanya ke herman perihal syaiba.


“her …kapan kamu kenal syaiba?”


“sudah dari SMP dia adik kelasku, kenapa


? kamu suka?”


“gimana ya…? Tapi kok waktu Ospek dia

__ADS_1


tidak ada ?”


“ ah kamu aja yang tidak lihat?”


“jujur aku tidak lihat dia?”


“Ah..iya dia itu pintar menyamar…”


sambil senyam senyum


“menyamar…maksudmu gimana? Aku kok


tidak mengerti?”


“Ya iyalah.. khan syai itu anaknya


cantik dan aku menyuruh dia mengganti penampilannya supaya tidak disantap


kamu,bukanya kamu dulu plyaboy!”


“Brengsek kamu her, khan itu dulu


sebelum aku akrab dengan kamu tapi tetap tidak boleh?”


“apa ada aturanya..”..”jangan macam


“kenapa….kalau aku suka!””…


“karena ada aku, cahyo,surya,leman,


mas satrio, mas satria, mas syam dan Richad”


“ihhhhh banyak betul cowoknya…”


“ dia itu Princes loh selain Diana,


ayu, “


“Diana dan ayu ….ah tapi masih unggul


syibah lah..” sambil senyam senyum sendiri dan herman melirik leno dengan


geleng geleng kepala sambil berkata “Jangan macam macam !!”sambil mengepalkan


tanganya ke hadapan leno

__ADS_1


  (Leno)


“len mana bekal untuk surya, cahyo dan


leman”…”nanti kita beli nasi padang sama martabak aja khan itu kesukaan


surya”…”kita mampir di simpang tiga aja ya tempat biasa , len”….”oke “


Setelah membeli nasi padang dan


martabak akhirnya kami sampai di rumah sakit.


Waktu menunjukan pukul 20.00 kami


sampai dan kulihat diruangan sudah hadir syaibah, surya, ibu fatma, pak hendro,


ibu shinta, pak soleh dan siapa itu cowok kayak orang keturunan timur tengah


disamping syaibah sedangakan syaibah menggendong ical yang tangannya bergelayut


di pundak syaibah sehingga selang infus goyang, sedangakan penyangga infus


dipegang oleh cowok itu (Rasanya ada hati yang sedang cemburu nih)


“assallamualaikum…”…”Waallaikumsalam…”.pak


hendra dan yang lainya menjawab salam kami


“Pak, bunda sudah pulang?” Tanya herman..”iya


diantar sama leman barusan, tidak ketemu”..”tidak pak mungkin pas kami


pakrirkan motor tadi”…”Leno juga ikut toh?” Tanya pak soleh”….”iya pak temani


heman nanti nyasar di pasar lagi…”sambil terkekeh aku menjawab bersamaan dengan


tawa halus di ruangan itu. Malam ini begitu banyak yang jenguk ical di ruangan


kami sehingga kami pada keluar dan duduk duduk diteras tinggal bu, shinta, bu


fatma dan syaibah yang dikamar ehhh sama cowok keturunan itu….(dibandingkan aku


badan cowok itu terlihat kekar dengan baju hem putih yang menampakkan badanya


proposional sepertinya dia orang angkatan). Agak lama datang kak leman akhirnya

__ADS_1


pak hendar, pak soleh, ibu shinta dan ibu fama pulang tinggal si cowok yang


tinggal.


__ADS_2