Syaiba

Syaiba
Episode 41(penyesalan 2)


__ADS_3

suara yang menggema dan tatapan yang membunuh itu......


“paman……?” ucap syaiba


Ya pamanku datang sebagai malaikat pelindungku, kulihat dia membelai rambut ratuku dan tersenyum manis


“ya sayang…ini paman?” jawabnya lembut


“kamu!!!...kamu tidak perlu ikut campur..ini urusan keluargaku!!”papiku mendekati lelaki itu


“ha..ha..ha… cokro…cokro..masih juga…sifatmu tidak berubah ..ha!!!..jaya,linda..bawa cucuku pergi dari sini,


saya mau menyelesaiakan ini!” sambil menunjuk kedua anaku, dan kuserahkan kepada orang suruhannya dia mendekati papiku dan…


Plakk!! (tamparan mengenai pipi papi cokro dengan keras


“tanggung jawab apa..hah..aku mau tau..cokro, tanggung jawab yang mana, ?anak itu?”tanyanya


“iya…!”sambil memegang pipinya, papi menanggapi tapi dengan nada sedikit bergetar sedangkan aku memeluk istriku yang menanmgis dipelukanku


“ha….ha….ha….kamu bodoh..cokro..bodoh…kamu kira anakmu bisa kamu bodohi…ha, dia sudah mengetahui semuanya…” masih dengan tatapan yang menakutkan dan kini fransiska mundur


“kamu!!” aku tidak ada hubunganya dengan mu!!, pergi dari sini” ucap papiku


“pergi?...bukan urusanku….hei… Cokro Rianto Admaja Wijaya? …kamu salah sekarang semua tentang cucuku dan cicitku menjadi urusanku, hei…kamu tau aku bisa aja membuat kalian berdua tidak berdaya disini tapi tidak untuk saat ini, dan kamu siska!..tolong hubungi dedymu kalau saya jimmy siam mau bicara” jawab pamanku


“apa hak anda tuan?” Tanya siska


“hubungi dia cepat…sy tidak suka ditunda!!”


Sambil mengomel sisika menelpon ayahnya dengan raut wajah yang masih jutek sedangkan anak yang dari tadi

__ADS_1


dipeluknya sudah berpindah ke bebysister yang memang dari tadi mengikuti mereka


“dedy …tuan jimmy siam mau bicara!”


“………..”


Sambil mneyerahkan hp ke paman jimmy dan diterima sambil tersenyum dan paman melospeker agar kami semua tau apa yang dibicarakan


“Hallo…jhon..apa kabarmu?”


“hallo juga siam? Ada apa, apakah aku ada buat salah sama kamu?” Tanya orang yang ada diseberang


“tidak ..aku Cuma mau menegaskan kalau anakmu siska merusak hubungan cucuku dengan suaminya, dan kamu pasti tau kalau aku sudah bertindak!”


“siapa cucumu..siam apakah albert?”


“bukan albert…tapi leno…”


“ya…anaknya cokro!”


“bagaimana bisa………”


“bisa saja bagaimana? Kamu urus atau aku yang urus!!”


“aku yang usrus dia, maafkan atas kesalahan anakku kepada keluargamu, tolong berikan hp ini kedia”akhirnya paman sambil tersenyum menyerahkan hp ke sisika sedangkan aku, syiba dan papi hanya diam tanpa da ucapak yang keluar walupun banyak pertanyaan yanga akan di tanyakan.


“halo ded..”


“sisika sekarang kamu pulang ke francis dan jangan mengganggu mereka….”


“tapi ded……aku..tidak terima…”

__ADS_1


“pulang…dedy suruh kamu pulang sekarang dan juga anakmu tinggalkan cokro di sana biar dia berurusan dengan


tuan siam…ingat kamu pulang atau kamu tau resikonya…tanpa ada penolakan…ingat  sisika pulang sekarang…dedy tunggu kamu ada di sini besok langsung ke mension!”jawab dedy sisika yang akhirnya disetujui oleh sisika dan akhirnya dia pergi walaupun papi memaksa tapi siska menolak dan dia menyuruh papi menjemputnya setelah urusan papi selesai.


Akhirnya teleon selesai dan sambil mencium pipi papi fransiska pergi begitu aja tanpa papi tahan


“dan buat mu cokro!! Saya mau ngomong…ikut saya” kata paman jimmy sambil berjalan memasuki restoran yang ada disekitar mall, aku, syiba,papi dan paman duduk di ruangan yang sudah dipesan paman terlbih dahulu sedangkan anakku masih bersama asisiten paman dan yang aku tau mereka sedang menonton film carton di bioskop yang mungkin membuat mereka melupana kami orang tuanya yang sedang kalut.


“cokro…kamu harusnya malu atas perbuatan mu?” paman mulai berkata sambil melihat lihat menu dan sesekali


melihat papi


“malu…kenapa..aku harus malu?”


“masih aja..dasar….kamu egois, keras kepala tidak berubah”


“kamu…..hey…katakana aku salah apa..cepat”


“cokro…cokro….asala kamu tau apa yang akan aku sampaikan ini ku harap kamu memahami dan tidak melakukan perbuatan yang memalukan sehingga aku tidak berbuat kasar kepadamu”


“silahkan …beritahu aku..yang ku tau apa yang sekarang aku lalukan adalah benar!”


Aku dan syibah masih diam mengikuti ritme adegan adekan yang ada di depan kami berdua tanpa berusaha untuk melerai ataupun berucap dan akhirnya ku sentuh tangannya dengan hangat dan ku bisikan “tenang ya sayang…aku ada disini?” jawabku dan kulihat dia tersenyum dan mengangguk tanda setuju, kalau tau waktu bisa di rubah aku tidak mau bertemu dengan papi dan siska, aku tidak mau membuat syibah menangis lagi seperti tadi kulihat butiran mutiara yang jatuh di pipinya dan kuhapus dengan jariku dan ku kuatkan dengan pelukan hangat.


“oke kalau gitu, karena kamu sudah siap mendengarkan dan ku harap setelah apa yang kusampaikan kamu bisa pergi dari hadapan leno dan jangan kembali karena kamu sudah memutuskan ini 4 tahun yang lalu ingat waktu yang harus aku tahan selama ini, aku Cuma bisa melihat adikku dan cucuku dari jauh tapi sekarang aku turn tangan..” pan jimmy mulai berkata sebelum itu dia meminum coffe dan mengatur nafasnya.


“cokro….kamu tau kenapa dari dulu aku tidak suka denganmu?” Tanya paman


“tidak….” Jawab papiku sambil melepaskan nafasnya


“ingat waktu itu kamu datang mau melamar adikku puji dan aku menolak karena kau datang dengan orang yang telah merusak perusahaan ayahku tapi karena ayahku melarang.... dendam kusimpan rapat rapat dan akupun pergi jauh agar tidak merusak pernikahanmu, lalu aku merasa kamu telah berubah dan menjaga adikku dengan baik tapi apa kamu berjudi, dan main valas dengan menggunakan uang perusahaan adikku yang sudah diserahkan

__ADS_1


ke kamu dan aku pun t au kalau akte perusahann sdh kamu ganti menjadi nammu, aku diam ….(sambil meminum kopi yang sudah dipesan, sedangkan aku dan syiba masih diam duduk di dekat paman dan ayahku kami diam ingin mengetahui kelanjutan dari kisah ini).”


__ADS_2