
Seminggu berjalan semua terasa berbeda dari hari-hari kak riana sebelumnya. randi mulai menjauh dan seakan tak lagi menghiraukan riana. padahal sebelumnya randi selalu menjemputnya untuk kesekolah bareng dan selalu mengirim pesan untuk sekedar bertanya "sudah makan" kadang basa basi tentang hal yang tidak penting dan terkesan konyol mengirim foto lucu misalnya. Sebenarnya riana merasa sangat bersalah telah mengeluarkan kata-kata kasar namun ia memilih cuek karna pikirnya randi tidak akan sanggup berlama-lama marah dengannya. Pikirannya ternyata 100% salah, randi serius dengan kata-katanya. Riana membuyarkan pikirannya dan terus agresif mengejar fanly yang akhir-akhir ini pula seakan menjauh dari riana.
ketika bel jam istirahat berbunyi riana bergegas meninggalkan kelas dan menemui fanly, ia sempat menoleh pada randi namun randi berpura-pura tidak melihat riana. ketika berjalan menuju kelas fanly, ia bertemu denia bersama dela di koridor sekolah, nampaknya mereka akan pergi kekantin untuk mengisi perut.
"sepertinya kak riana akan kekelas kita denia " bisik dela
" kayaknya " sambung denia.
Nampak semua siswa beranjak dari tempat duduknya menuju kekantin namun ketika fanly akan beranjak dari bangkunya dan berniat pergi kekantin menyusul denia, riana sudah terlebih dulu menghampirinya.
" kekantin yuk " ajak riana ketika telah sampai di kelas fanly
"maaf ri, gue udah makan tadi bareng ian" tolak fanly lembut, padahal ia sama sekali belum menginjakkan kakinya dikantin. Bagaimana mungkin bel baru 5 menit berlalu mereka sudah selesai makan? 😊
"oh (wajah sedikit malu), kok kamu menjauh fanly?? " tanya riana
" enggak ( menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak teras gatal ) gue ke kantor dulu ya? tadi pak ridwan manggil hehe" jawab fanly dan berlalu meninggalkan riana.
"perasaan enggak" batin ian bingung dan memandang punggung fanly yang berjalan meninggalkan riana.
" gue mau ke wc " ucap ian menunjuk jalan keluar ketika riana berbalik menatapnya.
*** *** ***
__ADS_1
" assalamu'alaikum " ...
terdengar suara seorang wanita berteriak dan mengetuk pintu rumah fanly.
" siapa ya malam-malam gini datang ?? cewek pula " gumam mama renata. " ia wa'alaikum salam " teriak mama renata lalu beranjak berdiri membuka pintu karna sudah dua hari ini pembantu di rumah mereka tidak datang, katanya ada urusan dikampung.
"mau nyari siapa ya ??" tanya mama renata tersenyum menatap cewek yang mengetuk pintu dan memberi salam dirumahnya.
" Fanlynya ada tante ??" jawab riana. Seakan tak kehabisan akal, riana datang kerumah fanly setelah mengetahui alamat rumahnya yang ia dapat dari kantor sekolah. Ia sangat merasa tidak nyaman dengan perubahan fanly, ia berfikir harus mencari tahu penyebabnya. karna dengan perubahan fanly seperti ini makin membuatnya susah untuk mendapatkan fanly.
" masuk, masuk " sambut mama renata ramah. " apa ini cewek yang ditaksir fanly ?? kok kayak agresif ya,, mau maunya bertamu malam-malam kerumah cowok" batin mama renata. " fanly, ada tamu sayang " teriak mama renata.
"siapa ma ??"
"teman sekolah kamu kayaknya"
" temen sekolah kamu "
" ia ma,," jawab fanly.
" mau minum teh ??" tanya mama renata
" ga usah tante " tolak riana lembut
__ADS_1
" tante tinggal dulu ya "
riana hanya mengangguk di ikuti senyumnya yang manis.
" ngapain kamu kesini??" tanya fanly tanpa basa basi.
Rianapun menjelaskan niatnya yang ingin mengetahui kenapa fanly berubah terkesan menjauhinya dan tak pernah lagi membalas pesan wa nya. Selama ini fanly selalu membalas chatnya dan selalu bertegur sapa bila bertemu dengannya namun kali berbeda, sangat berbeda, fanly selalu menghindar bila melihat dirinya sekalipun itu daei kejauhan.
" maaf riana, bukannya aku ga mau lagi berteman sama kamu, tapi ini mungkin yang terbaik buat kita " jelas fanly.
" terbaik ?? tapi kenapa fanly harus menjauhiku ? " tanya riana yang geram dengan jawaban fanly yang mengambang.
" riana kamu tahu aku tidak menyukaimu, aku hanya ingin berteman saja, kamupun tahu kalau aku menyukai denia, aku tidak ingin pertemanan kita menyakiti pihak lain. aku tahu ri, kamu berteman denganku karna punya maksud lain dan aku tidak bisa membalas perasaanmu " jelas fanly panjang lebar.
Riana hanya terdiam dan menitikkan air mata tanpa mengucapkan sepatah katapun.
"kamu cantik, berprestasi, banyak cowok yang menginginkanmu" sambung fanly
"tapi tidak dengan kamu" balas riana memotong kata-kata fanly
" (menghela nafas) tidak semua keinginanmu bisa kau wujudkan riana. jangan menyia-nyiakan seseorang yang mencintaimu hanya karna obsesimu mengejar pria yang sama sekali tidak menyukaimu".
Riana pernah menyatakan cintanya kepada fanly dan mengutarakan niatnya untuk berpacaran dengannya, namun fanly menolaknya halus selain karna ia tidak menyukainya, ia juga merasa tidak pantas seorang adik kelas berpacaran dengan kakak kelas. Namun hal itu makin membuatnya terobsesi
__ADS_1
untuk memiliki fanly.
tiba-tiba teg, kalimat fanly tersebut menyentuh perasaannya dan ia teringat pada randi.