Tak Mudah Mengembalikan Rasaku Yang Dulu

Tak Mudah Mengembalikan Rasaku Yang Dulu
BAB 15


__ADS_3

Sepulang dari sekolah dela tak lantas pulang kerumahnya. ia mampir dulu kerumah denia. dela masih sangat kepo dengan alasan denia menolak fanly. (biasa cewek) 😊.


" Assalamu'alaikum tante " salam dela pada mama denia.


" wa'alaikum salam " balas mama denia. " tumben mampir kerumah, biasanya abis ngantar denia langsung buru-buru pulang " sambung mama denia tersenyum hangat.


Walau rumah mereka tidak searah, dela kadang mengantar denia pulang karna kasian melihat denia yang kadang kepanasan menunggu angkot. Memang, biasanya dela tak pernah mampir ke rumah denia, setelah denia turun dari mobilnya biasanya ia langsung cus pulang kerumah karna tidak ingin ketinggalan film korea dichanel favoritnya. Setiap hari ia trus merasa penasaran dengan lanjutan film favoritnya yang kebetulan dimulai jam 3 sore, tepat dijam ia sampai dirumah. Tapi kali ini rasa penasarannya terhadap jawaban denia melebihi rasa penasarannya terhadap film korea favoritnya.


" denia, kok lu nolak fanly sih ? sekelas kan udah tahu kalau lu juga suka sama dia bahkan mungkin seskolah. " tanya dela dengan wajah serius.


" ih kepo deh " jawab denia sambil menunjuk dela disekitar 5 centi dari wajah dela.


" gue srius denia ... why ?? " balas dela


" ya gue belum mau pacaran dulu, lebih enak kek gini, nanti kalau pacaran trus putus, kan ga seru jadinya " jelas denia. " sebenarnya ada sesuatu dela, tapi aku gak ingin kamu tahu, mulut kamu kan ember, entar malah kecoplosan lagi, nanti suatu saat kamu akan mengetahuinya " batin denia terdiam.


" woy, malah bengong. " tegur dela yang seketika mengejutkan denia.


" ya udah kalau lu ga mau beritahu, gue pulang dulu ya ? " pamit dela. sangat nampak diwajahnya kekecewaan karna tidak mendapat jawaban pasti dari denia. Padahal ia sudah sangat yakin kalau denia akan memberitahunya karna mereka sudah bersahabat sedari SMP. " suatu saat nanti, cepat atau lambat gue bakal tahu kok" batin dela.


" jangan cemberut donk, hati-hati ya dijalan " kata denia menggoda dela.


*** *** ***


Sepulang dari sekolah ketika berada dalam mobil, fanly terlihat murung. ian tidak bertanya apa-apa karna ia tahu kalau sahabatnya sedang patah hati karna penolakkan denia tadi.


Murung fanly berlanjut hingga sampai dirumah.

__ADS_1


" Assalamu'alaikum ma " salam fanly


" wa'alaikum salam sayang " jawab mama renata namun sedikit bingung karna tidak seperti biasanya fanly seperti ini, biasanya ia tersenyum dan bersemangat, tapi kali beda.


" aku kekamar dulu ma, capek " pamit fanly.


" hmm belum sempat nanya, dianya udah kekamar " gumam mama renata.


Dikamar, fanly terus bertanya-tanya 'mengapa denia menolaknya? padahal iapun tahu kalau denia punya rasa yang sama' benak fanly. "ah mungkin denia memang belum mau pacaran dulu" gumam fanly membuyarkan tanya dipikirannya.


Hingga malam hari, fanly belum juga keluar-keluar dari kamar. padahal sejak fanly pulang dari acara perpisahan hingga jam 8 malam sekarang, ia belum makan sama sekali. Hal ini membuat mama renata cemas. Mama renatapun berinisiatif untuk memanggil fanly.


" fanly, fanly, keluar dulu nak kamu belum makan lho " teriak mama renata dari luar pintu kamar fanly.


" belum lapar ma " jawab fanly.


Tak lama kemudian fanly keluar dari kamar dan duduk berhadapan dengan mama renata. Tanpa sadar fanly mengambil nasi lalu bukannya menaruh diatas piring melainkan memasukkannya didalam gelas.


" kamu kenapa sih fanly ? tadi pulang-pulang cemberut, eh sekarang malah masukkin nasi digelas " tanya mama renata marah, greget dengan tingkah anaknya. fanly yang mendengar suara mama renata terkejut dan menatap mama renata.


" ada apa mah ? " tanya fanly bingung


" ada apa, ada apa, tuh liat gelas kamu " jelas mama renata dengan ekspresi marah.


Fanly : (melihat gelas) eh hehehe aku mau taro digelas dulu ma, lalu meletakkannya dipiring biar kayak nasi tumpeng gitu " jawab fanly ngeyel.


" tumpeng, tumpeng. emang tumpeng bentuk silinder ?" kata mama renata masih dengan ekspresi marah.

__ADS_1


" kerucut ma,, ah mama bisa aja ngelucunya " goda fanly lalu memasukkan makanan kemulutnya.


Setelah memberi salam, Ian masuk kerumah fanly karna kebetulan pintu tidak dikunci. Sambil celingak celinguk ia mencari empunya rumah. Sesekali ian memanggil nama fanly dan sesekali memanggil mama renata. Hingga ia menemukan fanly dan mama renata sedang menyantap makanan dimeja makan.


" yuk makan " ajak mama renata setelah melihat kedatangan ian.


" ga tante, aku udah makan tadi dirumah " tolak ian halus.


" tuh liat sahabat kamu, dari tadi muruuuung aja, ngambil nasi aja ga konsen " kata mama renata setelah menyelesaikan makannya.


Fanly tak menggubris kata-kata mamanya, ia terus makan walau perutnya sudah terasa kenyang.


" dia lagi pa " sahut ian, namun katanya terpotong dengan kalimat fanly " paha ayam ?? ambil aja " sambung fanly memotong kalimat ian disambung dengan isyarat mengedipkan mata pada ian. Ian yang melihat isyarat fanly langsung terdiam dan menahan tawa.


Mama renata yang melihat gerak gerik fanly dan ian merasa heran dan memilih beranjak dari meja makan.


*** *** ***


Didalam kamar, fanly dan ian masih membahas penolakkan denia, fanly masih belum terima walaupun tadi disekolah ia berkata ikhlas menunggu denia namun dihatinya masih belum percaya.


" udah terima aja, mungkin dia nunggu sweet seventeen buat pacaran " kata ian menenangkan fanly.


" ia. mungkin gitu, gue bakal nunggu dia, gue akan nyatain cinta lagi dikenaikkan kelas tiga nanti " balas fanly kembali tersenyum dan bersemangat.


*** *** ***


Rian masih terus terbayang-bayang wajah cantik denia. Dia sangat berharap bisa dekat dengan denia nantinya lalu kemudian jadian.

__ADS_1


" gue pasti bisa dapatin denia, siapa tadi namanya ?? fanly iya fanly, dia ga mungkin bisa pacaran sama denia, dia kan udah ditolak tadi " gumam rian mengingat kejadian dikelas denia tadi.


__ADS_2