Tak Mudah Mengembalikan Rasaku Yang Dulu

Tak Mudah Mengembalikan Rasaku Yang Dulu
BAB 26


__ADS_3

Saat malam tiba, ian mencoba membuyarkan otaknya agar tak selalu mengingat khalisa. sesekali ian menepuk-nepuk wajahnya karna terus teringat wajah cantik adik kelasnya itu. apa ini yang dikatakan jatuh cinta ? pikirnya selalu. apa ini yang dirasakan fanly pada denia ? pikirnya lagi.


Karna tak kunjung bisa membuyarkan wajah khalisa dipikirannya, akhirnya ia berinisiatif untuk menulis-nulis hal yang tak penting dilaptopnya. " mungkin dengan cara ini, gue bisa menghapus wajah khalisa dipelupuk mataku " gumamnya. Walaupun sebenarnya wajah itu tidak mengganggu malah membuatnya senyum-senyum sendiri tapi ian tidak ingin terus begini. Ia tidak ingin seperti fanly nantinya, berharap yang tak pasti. jodoh ditangan tuhan, kalaupun dia jodohku pasti akan jadi milikku nanti tanpa berpacaran, begitulah prinsip ian selalu.


Lambat laun, cara itupun berhasil. perlahan wajah khalisa menghilang dipikiran dan pelupuk matanya.


Sambil terus menulis sesuatu yang tidak penting, tiba-tiba ' arghh ingat lagi ' ucap ian dikesendirian, terlintas dikepala ian untuk menulis tentang Khalisa. Tentang awal ia bertemu, hingga kembali melihatnya di SMA A. ian merangkai kata demi kata hingga menjadi kalimat yang indah. Terlihat ditulisannya kali ini tampak seperti curhatan seorang lelaki yang dibuat seperti cerita bersambung. kali aja kalau nanti jodoh, kami bisa bernostalgia kembali ketika melihat tulisanku ini, pikir ian lagi.


" dikamerakan ada fota khalisa, kenapa ga gue simpan aja ditulisan ini, biar jadi dokumentasi hehehe " ucapnya kembali.


Sungguh besar harapan ian agar bisa berjodoh dengan khalisa nantinya. Membina mahligai rumah tangga yang bahagia pastinya. Memiliki anak yang lucu-lucu dan menggemaskan. ian lalu berkhayal suatu saat ketika ia akan berjodoh dengan adik kelasnya itu. 'indahnya' . pikirannya mulai ngelantur, menghayalkan sesuatu yang jauh akan terwujud.


" ah mengapa gue berpikir sejauh ini " gumamnya sambil menepuk-nepuk pipinya.


Tangannya kembali menopang wajahnya, matanya memandang-mandang langit-lagit kamar dan ia kembali melamun lagi " tapi andaikan itu terjadi, gue pasti akan menjadi orang yang sangat bahagia " gumam ian kembali


Malam ini ian terlihat seperti orang gila yang dikurung dikamarnya. senyum-senyum sendiri, bicara sendiri dan bahkan bertanya pada diri sendiri. Sungguh aneh remaja yang jatuh cinta. 😂


***DILAIN TEMPAT***


Dikamar, masih seperti biasanya. Fanly mengirim dan berbalas-balas pesan bersama denia. senang! itulah perasaan yang dirasakan fanly kala mengirim dan menerima pesan dari denia.


Fanly sangat tidak sabar menunggu kenaikan kelas tiba, karna disaat itulah ia akan kembali mengutarakan cintanya pada denia dan berharap kali ini denia menerimanya sebagai pacar bukan teman lagi.


" ga sabar nunggu kenaikan kelas, denia tunggu aku " gumamnya dikesendirian sambil menatap wajah denia pada layar androidnya.


*** *** ***

__ADS_1


Disekolah ian berperilaku seperti biasanya didepan fanly Ketika bertemu khalisa. Perilaku yang menunjukkan tidak adanya perasaan apa-apa. Namun ketika tidak bersama fanly, ia tidak bisa menahan hasratnya untuk tidak melihat dan memandang berlama-lama adik kelas idamannya itu.


Namun anehnya selama ini khalisa tidak pernah tahu jika ia selalu diperhatiin sama kakak kelasnya itu, Febrian.


Melihat gelagak ian yang nampak berbalik 100% dari hari kemarin membuat Fanly yakin kalau memang temannya itu tidak punya perasaan apa-apa sama sekali pada khalisa, adik kelas si cewek fisika. Mungkin ian memang mau nungguin cewek dihalte itu, pikir fanly. Tanpa ia ketahui kalau sebenarnya cewek dihalte itu adalah Khalisa Atthaya.


" kayaknya lu memang ga punya perasaan apa-apa sama si cewek fisika itu " kata fanly memulai percakapan ketika sampai dikantin sekolah.


Denia dan dela yang berada disamping mereka, penasaran dengan percakapan fanly dan ian.


Dela bertanya pada denia dengan isyarat mata. Dengan gaya calm, denia hanya menggeleng tidak tahu.


" ya enggalah, gue kan udah bilang, gue mau nunggu cewek dihalte " jawab ian meyakinkan. 'padahal emang iya' batin ian lucu karna berhasil mengelabuhi sahabatnya itu.


" gue penasaran sama cewek dihalte itu, se istimewa apa sih dia ? sampe buat lu ga bisa lirik cewek cantik disekolah ini ? " tanya fanly penasaran.


Sambil memakan mie, dela kembali memengangkat alisnya pada denia karna makin penasaran dengan percakapan 2 sahabat itu. Dengan gaya calmnya yang khas, denia kembali menggeleng tidak tahu. Biasanya dengan ketus, dela akan bersuara bertanya, tapi kali ini dia memilih diam dengan rasa penasaran karna tidak ingin dibilang kepo.


" perasaan, gue deh yang ketua osis, tapi kok malah gue ya? yang disuruh " kata fanly dengan wajah tersenyum lucu sambil melirik denia yang sedang asyik melahap mie dihadapannya.


Ian tak menjawab apa-apa, ia hanya tertawa sembari memegang perutnya yang keroncongan.


Dengan ringan hati, fanlypun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mendekati mbok yang menjual jajanan permintaan ian. Sementara ia memesan mie favoritnya.


" ngomongin siapa sih ? " tanya dela yang tidak bisa menahan hasrat kekepoannya.


Dan benar saja, ian hanya menjawab satu kata " kepo " dengan wajah ngeledek.

__ADS_1


Dengan wajah kesal, dela menjulurkan lidahnya " biarin " balasnya.


" kok ga ada wajah si guru fisika ya ? " batin ian sambil celingak celinguk.


Fanly sama sekali tidak memperhatikan ian, ia terus melahap mie pesanannya. deniapun terus menyeruput teh dingin pesanannya sambil sesekali memperhatikan ian yang nampak sedang mencari seseorang. Sementara dela, tengah asyik memainkan game di ponselnya.


" liatin apaan ? " batin denia merasa bingung melihat sifat ian yang tidak seperti biasanya. Namun denia memilih cuek karna merasa bukan urusannya dan tidak ingin kepo dengan ian.


Hari ini, tak ada kesibukan sama sekali. Fanly dan ian tak mengadakan rapat dikarenakan dihari sebelumnya mereka sudah membahas agenda yang akan datang.


Anggota osis tinggal menunggu hari H untuk mengadakan lomba.


Sengaja fanly mengadakan rapat secara maraton karna dihari senin, minggu depan Siswa siswi SMA A akan mengadakan ujian semester pertama, ia tidak ingin mengganggu aktivitas belajar para anggota osis.


Saat akan memasuki kelas, tiba-tiba tek, jantung ian berdegup kencang. langkahnya seakan terhenti dan iapun ingin berhenti namun ia berusaha tenang dan biasa-biasa saja.


" kak, kak " teriak cewek yang hendak menghampirinya.


" aduh, dia mau ngapain ya ?? mungkin dia mau kenalan.. alhamdulillah " pikir ian dengan pedenya dan wajah yang berbinar seakan ingin berteriak yes Namun masih berusaha biasa-biasa saja


" iya, ada apa ? " tanya ian dengan nada dingin dan wajah yang tidak menampakkan senyuman sama sekali.


" mau nanya kak " jawab khalisa segan.


" apa dia mau nanya nama, bilang aja de,, pasti aku jawab kok " pikir ian lagi makin tidak sabar menunggu kalimat khalisa selanjutnya.


" kak ketua osis ada ? "

__ADS_1


Muka ian seakan terbakar malu, ia serasa dicambuk timah hingga meleleh saking malunya dengan pikirannya sendiri.


" lagi ditoilet, ga lama lagi kok " jawab ian cepat dengan wajah dingin lalu berlalu masuk kekelas meninggalkan khalisa yang tengah berdiri didepan kelas mereka.


__ADS_2