Tak Mudah Mengembalikan Rasaku Yang Dulu

Tak Mudah Mengembalikan Rasaku Yang Dulu
BAB 25


__ADS_3

Dirumah febrian mendapat apresiasi dari kedua orang tuanya, berupa kamera terbaru berkat pencapaiannya menjadi wakil osis dan atas pencapaian lainnya yang membanggakan mama dan ayahnya.


Semenjak kejadian malam itu, rumah terasa hidup kembali. ayah selalu menyempatkan diri untuk ian, walau itu hanya sekedar berbincang-bincang ala laki-laki. Sementara mama, masih dengan kegiatannya, arisan dan lain-lain tapi tidak sepadat sebelumnya. Ia juga selalu menyempatkan diri untuk hadir disekolah jika ian membutuhkan dan tak pernah pulang malam lagi.


Dimeja makan telah berkumpul ian dan kedua orang tuanya untuk makan malam. Kebersamaan sangat terilhat dimalam ini. Biasanya hanya ia dan mamanya tapi kali ini ayahpun ikut hadir, karna kebetulan dikantor pekerjaan tidak begitu padat sehingga ayah bisa pulang cepat.


" Selanjutnya, apa misi kalian ? " tanya ayah memulai percakapan ketika telah selesai makan.


Ian menjelaskan dengan penuh semangat pada kedua orang tuanya tentang misinya dan berharap bisa mencapai visinya sebelum pergantian osis nantinya.


Kedua orang tua ian mendengarkan dengan seksama penjelasan ian serta memberikan kedua jempol pada anaknya dan semangat pastinya.


*** *** ***


krek ... krek .... krek...


Cepretan kamera baru ian mulai mengambil cekrekan pertamanya.


" Apa dia ingat gue ? masih cantik seperti awal ketemu dihalte ' gumam ian sambil mandang-mandang foto cewek yang ada dikameranya.


Ingin skali ian mengajak cewek itu berkenalan untuk mengetahui namanya, walau sebenarnya ia sudah tahu saat pemilihan pendamping denia, Namun apalah daya tangan tak sampai. Ia sangat enggan untuk melakukan itu, apalagi sejak ia tahu bahwa cewek tersebut sudah menjadi salah satu primadona disekolah.


" Dia memang adik kelas, diapun terlihat lugu dan ramah, tapi mengapa aku terlalu takut untuk mendekatinya, padahal walau hanya sebatas teman sudah cukup membuatku bahagia. Tuhan, ada apa denganku saat ini ? " batin ian sambil terus memandangi cewek idamannya dari kejauhan.


Sangat enggan ian beranjak dari bangkunya, ia terus menatap cewek itu sambil tersenyum-senyum sendiri. " apa dia tahu kalau aku memperhatikannya ? " gumam ian.

__ADS_1


" woy, dicariin dari tadi. lagi ngapain ? merhatiin siapa ? cieee lagi merhatiin khalisa ya ?? " tanya fanly yang sedari tadi mencarinya sambil mencandai ian.


Suara fanly seketika membuyarkan pandangan ian, membuatnya terkejut dan sedikit kesal. fanly seakan menjadi pengganggu dipenglihatannya saat ini.


" apaan sih " jawab ian kesal, meninggalkan fanly yang sedari tadi mencarinya. terus dan terus melangkah menjauhi sahabatnya itu.


" Maaf, jangan ngambek dong, kayak cewek aja. Mulai ngondek ya ? " pinta fanly meminta maaf dan mengakhirinya dengan ejekan. Fanly terus mengejar sahabatnya itu dan terus berkata maaf, walau nampak ian tak menggubrisnya. Ia tak kehabisan akal, fanly mengeluarkan jurus permintaan maafnya, dengan wajah memelas fanly kembali mengeluarkan kata maaf. Ia sangat tahu betul, sahabatnya itu, ian, seseorang yang melow dan tidak tegaan. Ian pasti akan mengeluarkan kata iya setelahnya.


Taktiknya pun berhasil. ian berhenti melangkah dan mulai menggubrisnya.


Ian tak bisa berlama-lama marah dengan sahabatnya itu. Tak tega! itulah perasaan yang ia rasakan kala menyimpan kesal pada sahabatnya itu, fanly.


Dengan amarah yang mulai diredam dan senyum yang dipaksakan untuk terwujud ian mengeluarkan kata-katanya dengan seperti biasanya.


" iya ga papa, lagian ngapain nyari-nyari ? " tanya ian kembali.


Ian hanya tersenyum tak bisa berkata-kata. ia tidak bisa bilang kalau tadi dia tidak bisa beranjak karna keasyikan menatap cewek idamannya, Khalisa Atthaya.


Berhubung waktu istrahat tinggal 5 menit lagi. Ian menyarankan agar rapat ditunda hingga waktu pulang sekolah nantinya biar tidak mengganggu waktu belajar.


Walaupun fanly berada dijabatan yang lebih tinggi, ia tidak mungkin egois, ia akan menerima saran dari bawahannya apalagi saran tersebut terbilang memang betul. Akhirnya ia mengiyakan saran ian dan lanjut kesekret untuk mengabarkan pada anggota osis lainnya bahwa rapat ditunda hingga waktu pulang sekolah.


Tak ada yang berani protes dengan penyampaian fanly, bukan karna dia ketua osis, tapi karna memang waktunya sudah sangat mepet. lagipula untuj rapat tidak membutuhkan waktu yang sedikit.


Bel masukpun berbunyi, Seluruh anggota osis tanpa terkecuali kembali kekelas untuk mengikuti pelajaran dijam berikutnya.

__ADS_1


*** *** ***


Akhirnya bel pulang berbunyi dan seluruh anggota osis kembali ke sekret untuk mengadakan rapat. Rapat kali ini membahas tentang permainan-permainan yang akan dilombakan antar kelas untuk mengisi minggu tenang karna kebetulan bulan depan setelah semester pertama akan ada minggu tenang. Dimana seluruh siswa tidak lagi mengikuti proses belajar mengajar karna telah selesai ujian.


Satu per satu anggota osis menyampaikan gagasannya tentang lomba apa yang menarik untuk diadakan. Fanly mendengarkan gagasan anggotanya dengan baik lalu kemudian menyaringnya dan memberikan plus minus jika lomba itu diadakan. Sekali lagi tak ada yang protes, seluruh anggota hanya bisa menerima jika usulannya itu ditolak secara halus.


Akhirnya sampailah kesepakatan. Untuk mengisi minggu tenang kali ini, akan diadakan lomba basket antar kelas, futsal antar kelas, lomba mading yaitu bagi yang mempunyai bakat menulis atau bakat lainnya yang positif dipersilahkan untuk menempelkan hasil karyanya dimading. Seain itu juga diadakan putra putri SMA A, dimana lomba ini diperuntukan untuk masing-masing kelas mengirimkan perwakilan mereka untuk menjadi putra putri SMA A jika merasa memiliki wawasan yang luas.


Rapat berjalan sangat lancar tanpa ada cekcok. Fanly memimpinnya dengan baik dan bijaksana. kepuasan sangat nampak diwajah anggota osis setelah keluar dari sekret.


Diperjalanan pulang sekolah, fanly terus mencandai sahabatnya itu, karna ketahuan diperjalanan menuju sekret mereka berpapasan dengan khalisa. terlihat ian terus memperhatikannya tanpa mengedip sedikitpun.


" tadi, gue perhatiin, lu liat2 khalisa mulu. naksir ya ?? " ujar fanly menggoda sahabatnya itu.


" ah enggalah. mana mungkin, guekan mau sekolah dulu " jawab ian mengelak mencoba meyakinkan fanly. ian begitu malu untuk mengakui kalau dia menyukai adik kelasnya itu, Khalisa Atthaya.


" trus, tadi ngapain liat-liat dia mulu " canda fanly kembali yang membuat ian canggung.


" tadi ada belek dimatanya, gue mau negur tapi takutnya entar dia malu " jelas ian dengan jawaban yang tidak masuk akal dan terkesan ngelantur.


" ah enggak, aku liat matanya bersih-bersih aja. cantik malahan " lugas fanly.


Dengan jawaban yang memastikan namun terkesan lucu ian menjelaskan kembali. Fanly tidak serta merta percaya dengan penjelasan sahabatnya itu, ia yakin betul kalau ian memang menyukai khalisa,karna tidak seperti biasanya ian memandang yang bukan muhrimnya seperti itu.


" ah terserahlah " jawaban ian kembali mengelak.

__ADS_1


" gue kan udah bilang, kalau gue mau nunggu cewek SMP yang dihalte itu " kata ian kembali sembari mengenakan helm dan bersiap untuk melaju kerumah.


__ADS_2