Tak Mudah Mengembalikan Rasaku Yang Dulu

Tak Mudah Mengembalikan Rasaku Yang Dulu
BAB 23


__ADS_3

Hari ini disekolah diadakan penobatan ketua dan calon ketua osis. Dihari-hari sebelumnya, masing-masing kelas sudah mendaftarkan perwakilan mereka masing-masing, tak terkecuali kelas fanly yang mempercayakan fanly dan ian sebagai ketua dan wakil ketua osis. Mereka dipilih karna dinilai sudah memenuhi kriteria. Disamping itu, fanly dan ian juga merupakan salah satu siswa populer disekolah karna prestasi mereka.


Tahun ini pemilihan ketua osis sangat berbeda dengan tahun-tahun kemarin, biasanya calon akan menyampaikan visi misinya dengan berorasi dihadapan seluruh siswa. Tapi kali ini, calon ketua dan wakil ketua osis, hanya perlu menyampaikan visi misinya dimading dan menyertakan biodata mereka. Setelah tahap penyeleksian, Terpilihlah 3 kandidat yang akan melaju sebagai ketua dan wakil osis. Tahap penyeleksian dinilai berdasarkan visi misi calon dan prestasi pada bio calon ketua dan wakil osis.


Ini merupakan ide dari ketua osis, Rian. Walaupun cara ini sebenarnya dinilai kurang efektif karna tidak semua siswa mengetahui wajah calon ketua dan wakil osis. namun dilain sisi cara ini dinilai sangat efesien karna tidak harus mengganggu waktu siswa untuk lama-lama berdiri mendengarkan orasi yang akan mengganggu jam pelajaran. Cara voten-nya pun kali ini juga berbeda dengan tahun kemarin. Dikelas-kelas sudah disiapkan 1 kotak suara, ketika jam istirahat ketua kelas akan membawa kotak suara hasil vote tersebut kesekret osis.


Sehari sebelum penobatan, seluruh kotak suara sudah terkumpul disekret osis. Penghitungan suarapun sudah dilakukan. Masing-masing kelas sudah memberikan perwakilannya sebagai saksi, diantaranya ketua dan wakil ketua kelas, sekertaris dan bendahara kelas disaat penghitungan suara yang dihitung diruang sekret.


Akhirnya hari penobatanpun tiba. Seluruh siswa sudah berada dilapangan untuk melakukan rutinitas pagi dan mendengarkan siapa yang akan menjadi ketua dan wakil ketua osis yang akan disampaikan oleh pak ridwan, kepala dibidang kesiswaan.


Dimulai dengan salam dan dilanjutkan dengan amanat serta harapan, pak ridwan membuka pemberitahuan pengumumannya. Tibahlah saat pembacaan nama ketua dan wakil ketua osis.


Pelan-pelan pak ridwan membuka amplop yang berisikan nama pengganti ketua osis Rian. Para kandidat mulai deg-degan menanti pengumuman 'siapa yang akan menjadi ketua dan wakil osis'. Sesuai dengan prediksi pembaca, Fanly dan ian terpilih menjadi ketua osis (fanly) dan wakil ketua osis (Febrian).


Seluruh siswa memberikan ucapan selamat pada mereka berdua. Begitupun dengan Pak kepsek dan jajarannya. Mereka berharap dengan dipilihnya fanly dan ian, pengaturan osis akan lebih baik dari tahun sebelumnya Walaupun tahun-tahun sebelumnya selalu mengalami peningkatan.


Terhitung mulai hari ini, fanly dan ian telah mengemban tugas sebagai anggota osis. Mereka harus fokus untuk mewujudkan visi misi mereka. Salah satu misi mereka yaitu menjadikan SMA mereka terkenal sebagai SMA yang dikenal dengan siswa-siswi yang berprestasi baik dibidang olahraga maupun akademis.


*** *** ***


Hari demi hari fanly dan ian terlihat sibuk dari hari sebelumnya. Mereka sibuk menyusun rencana demi rencana untuk mewujudkan visi mereka. "Menjadikan SMA A, menjadi SMA yang lebih unggul dari SMA lainnya".


Ditengah kesibukkannya fanly tak pernah melupakan perhatiannya pada denia. Karna disekolah mereka sudah jarang bercengkrama seperti hari-hari sebelumnya, dirumah fanly selalu menyempatkan diri untuk mengirim pesan pada denia. Pesan yang berisikan perhatian dan kadang cerita-cerita konyol yang menurutnya akan membuat denia tertawa jika membacanya.


Sebenarnya fanly ingin sekali antar jemput denia kesekolah, namun hal itu tak bisa terwujud karna denia selalu melarangnya dengan alasan 'nanti ibu marah'. Hingga fanly tak bisa berbuat apa-apa, karna iapun sudah pernah melihat itu, dimana ketika ia mengantar denia pulang beberapa minggu yang lalu, sangat nampak diwajah mama denia marah dan terlihat tidak menyukainya.


*** *** ***


Ting ... ... ...


Bunyi notifikasi pesan di android denia berbunyi. Segera ia meraih android tersebut dan berharap itu dari fanly. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, setelah menjadi ketua osis, fanly lebih sering mngiriminya pesan. padahal biasanya fanly melakukan itu, hanya ketika hari libur sekolah saja, hari minggu. Namun kini, fanly melakukannya tiap hari.


" Nia, besok gue jemput ya! kebetulan besok aku mau nganterin kue untuk bude " .

__ADS_1


Tanpa melihat nama pengirim, denia membaca kata demi kata. perasaannya deg-degan tidak karuan. ia terlihat senyum-senyum sendiri seperti orang yang kurang waras. Denia mulai berpikir ' bagaimana


mungkin fanly menjemputku, dia kan udah tahu ibu ga bakalan ngijinin '.


" ga bisa fanly, ibu pasti ga bakal ngijinin " balas denia pada pesan wa-nya.


" fanly, fanly gue dela woy .. lagi mikirin fanly ya ?? 😁 " ejek pada pesan tersebut yang ternyata hanya dela, sahabatnya bukan fanly.


Melihat balasan pada pesan wa-nya, denia tak bisa menahan tawanya, yang tadinya senyum-senyum sendiri kini menjadi tertawa-tawa sendiri. Denia merasa lucu sekaligus malu karna dengan ini pasti dela tahu kalau sekarang dia sedang menunggu WA dari fanly.


" oh dela, pantesan pake gue, gue bukan aku " gumam denia sambil tersenyum-senyum lucu.


Tok ... tok ... tok


" ibu masuk ya sayang " pamit ibu denia.


Belum sempat denia membalas pesan dela, terdengar ibu denia mengetuk pintu dan masuk kedalam kamar denia.


" Tak biasanya denia seperti ini " pikir ibu denia yang melihat anaknya tersenyum-senyum sendiri sambil menatap android.


Memperhatikan android, tak kunjung denia melebarkan bibirnya. pemandangan tak seperti biasanya terlihat didepan mata ibu denia. Hal ini membuat ibu denia penasaran.


" lagi liatin apa denia ? kok senyum-senyum ? " tanya ibunda denia.


" Nih bu, dela ngirimin cerita lucu " jawab denia yang terpaksa berbohong pada ibunya, karna tidak ingin ibunya tahu yang sebenarnya.


" gak mungkin aku cerita ke ibu, kalau sebenarnya aku yang gagal fokus ngira fanly yang wa eh ternyata malah dela " batin denia.


Ibu denia berdiri dan memegang tangan denia. Menyuruhnya duduk disampingnya, tepi spring bed.


" sayang, ibu ga pernah ngelarang kamu buat jatuh cinta. Bukannya ibu ga ingin kamu merasakan masa-masa remaja. Tapi ini yang terbaik buat kamu. Bapak sudah menjodohkan kamu sama anak direktur diperusahaan bapak kerja. beliau sudah banyak berjasa pada kita, kamupun sudah tahu itu, ini saatnya kita membalas kebaikan beliau " jelas ibu denia panjang lebar.


Tak satupun kata keluar dari mulut denia. Sakit ! itu yang ia rasakan sekarang. Tak ada kesempatan untuk membalas cinta fanly padanya. padahal ia juga memiliki rasa yang sama. Tapi ada daya, semua serba tidak mungkin karna ia sudah dijodohkan. Iapun sudah mengetahuinya sejak masuk di Sekolah Menengah Atas. Apa rasa ini akan menjadi rasa yang tak tersampaikan untuk selamanya? pikir denia sambil memejamkan matanya yang seakan ingin menangis.

__ADS_1


Denia adalah sosok anak yang patuh terhadap kedua orang tuanya. Ia tak pernah membantah pada kedua orang tuanya, meskipun itu sangat bertentangan dengan hatinya. selama ini ia sudah mendapatkan segala sesuatu yang ia inginkan dari orang tuanya, kini saatnya ia membalas kebaikan keduanya walau itu tidak sebanding dengan kebaikan orang tuanya dan walau itu bertentangan dengan hatinya, tapi mungkin dengan cara ini ia bisa membalas jasa bapak ibunya. segala sesuatu yang diberikan oleh orang tuanya adalahn


yang terbaik untuknya, begitulah pikirnya selalu.


" bu, kalau ibu pikir denia sudah berpacaran, ibu salah. denia selalu mengingat pesan bapak dan perjodohan ini, jadi ibu bapak tenang aja ya? denia akan selalu ingat kok bu " jelas denia dengan lembut sambil menggenggam tangan ibunya dengan hangat.


" ibu percaya nak, ibu hanya ingin mengingatkan " balas ibunya dengan senyum hangat.


Ibu denia beranjak dari spring bed dan meninggalkan denia sendiri dikamar.


ting ... ... ...


Suara dering mengagetkan denia dikesendirian kamarnya. Ia lalu membuka pesan WA. kini pesan yang ia harapkan masuk juga. Fanly mengirim pesan singkat yang membuat denia sedikit terhibur, padahal pesan tersebut hanya sebuah pengingat untuk denia.


" jangan lupa makan malam denia biar ga sakit ☺. salam fanly 😊".


" maaf fanly, untuk selamanya aku gak bakalan bisa membalas rasa ini " gumam denia sambil mengusap air mata yang jatuh dipipinya.


*** *** ***


Hay para readers 😊. trimakasih karna sudah mau bersabar menunggu episode-episode terbaru " tak mudah mengembalikan rasaku yang dulu " .


Selanjutnya, insya allah author bakal update setiap harinya.


saya baru pemula disini. untuk itu, saran dan kritikan yang bermanfaat dan membangun sangat saya harapkan dari para readers semuanya 😊. LIKE DAN KOMEN sangat saya harapkan untuk dukungannya. Kalau novel saya ini bagus, mohon diberi tanda favorit ya. hehehe 😁


Dan kalau misal ga keberatan saya mohon vote poin dan koin dari para readers, karna saat ini saya sedang mengikuti lomba " karya fiksi remaja ".


Mohon dukungannya slalu ya! ☺


Trimakasih.


salam author FELIANA DAHLAN 😊😇😘

__ADS_1


__ADS_2