Tak Mudah Mengembalikan Rasaku Yang Dulu

Tak Mudah Mengembalikan Rasaku Yang Dulu
BAB 37


__ADS_3

Setelah mengetahui lelaki yang akan dijodohkan dengannya dikantor pak hadi dinata yang tidak lain adalah ian, siang tadi. Denia memilih menyembunyikannya rapat-rapat bahkan untuk sahabatnya sekalipun.


Sifat plin plan denia yang bisa dikatakan egois itu, kini menggorogoti dirinya. ia tidak bisa berfikir jernih. Disatu sisi, ia tidak ingin fanly menjauh dan dilain sisi, diapun tidak ingin membatalkan perjodohan itu karna ingin berbakti pada kedua orang tuanya. Selain itu, denia juga ingin membalas budi baik pak hadi yang telah banyak membantu keluarganya. Walau ia tahu caranya itu salah namun ia lebih memilih membiarkannya dibanding harus berkata sejujurnya pada fanly.


Pernah dela bertanya pada denia, apa dia sudah melihat calonnya itu? namun denia selalu berkata belum dan berbohong pada dela. Denia tidak mungkin berkata jujur pada dela, karna walau denia tidak berkata jujur saja, dela terus mendesaknya untuk berterus terang pada fanly, apalagi jika denia berkata jujur dan dela tahu jika lelaki itu adalah ian, sahabat fanly, mungkin dela sendirilah yang akan memberitahu fanly. Dan denia tidak menginginkan hal itu terjadi.


Saat disekolah denia selalu memperhatikan gerak-gerik ian. Namun sama sekali tidak menunjukan bahwa ia mengetahui perjodohan itu. Ian nampak biasa-biasa saja seperti hari-hari sebelumnya.


*** *** ***


Waktu berjalan begitu cepat. Tak terasa kelas 12 akan mengikuti ujian sekolah dan ujian nasional untuk memenuhi syarat kelulusan.


Seluruh siswa mempempergunakan waktu yang singkat itu untuk belajar dengan sungguh-sungguh agar berhasil lulus nantinya tak terkecuali fanly dan denia.


*** *** ***


Tibalah saat ujian sekoah, semua berjalan sangat lancar tanpa kendala. Begitupun dengan ujian nasional yang dilaksanakan seminggu setelah ujian sekolah.


Kini, fanly dan para siswa kelas 12 lainnya tinggal menunggu pengumuman kelulusan yang akan diumumkan 1 bulan kedepan.


Harap-harap cemas yang mereka rasakan saat ini, apa mereka akan lulus 100%? atau salah satu diantara mereka harus menelan pil pahit karna tidak lulus. Karna walau sepintar apapun tidak menjamin lulus dalam ujian nasional, hanya doalah harapan mereka saat ini.


Saat minggu tenang menunggu pengumuman kelulusan, fanly menyusun rencana untuk kembali menyatakan cintanya pada denia untuk ke3 kalinya dan untuk ke3 kali pula ia berharap denia menerima rasanya ini.


" sepertinya aku harus menyatakannya ditempat yang romantis, tapi dimana ya? " gumam fanly dikesendirian kamar.


Sambil memainkan polpen ditangannya, fanly terus memikirkan tempat yang cocok untuk mengatakan cintanya. Sesekali ia bertanya pada foto profil WA denia yang sama sekali tidak memberikan jawaban.


" kamu mau ditembak dimana? jawab dong " tanya fanly dengan wajah memelas pada layar ponselnya.


Tiba-tiba ia teringat tempat yang ia datangi bersama ian saat libur beberapa bulan yang lalu. Tempat yang terkesan romantis saat pertama melihatnya.


Dengan wajah sumbringah fanly mulai menyusun rencana untuk menembak denia.


Setelah merasa rencananya sudah disusun dengan sangat sempurna, Fanly menelpon ian untuk memberitahu tentang rencananya itu.


Mendengar rencana fanly, ian mengikut saja dan mendukungnya walau sebenarnya ia kurang setuju. Entah mengapa ian sangat berfirasat kalau denia hanya mempermainkan perasaan fanly.


*** *** ***

__ADS_1


Tibalah saat pengumuman kelulusan. Seluruh siswa kelas akhir sudah berkumpul menantikan pemberitahuan yang akan ditempel dipapan mading lapangan sekolah.


" aduh, deg-degan nih. moga lulus 100% ya nia " kata dela yang sedari merasa gugup.


" aamiin del " jawab denia dengam tenang.


Terdengar suara langkah pak ridwan makin mendekat kearah lapangan dengan membawa sehelai kertas pengumuman ditangannya.


Dengan antusias dan rasa tak sabar, siswa siswa menantikan pengumuman yang akan segera ditempelkan pada papan mading yang berada dilapangan sekolah.


Terdengar satu persatu siswa dan siswi berteriak dengan rasa bahagia LULUS setelah mendapati nama mereka tertulis dengan keterangan tersebut.


" Denia, selamat ya " ucap fanly saat melihat denia tersenyum lepas melihat tulisan lulus pada keterangan namanya.


" ia makasih " jawab denia dengan wajah bahagia.


Tibalah saat fanly menjalankan rencananya. Dengan dibantu ian, fanly mengumpulkan semua teman sekelasanya dan mengusulkan untuk merayakan kelulusan bersama di tempat yang ia dan ian sudah pilih.


Mendengar usulan fanly, teman sekelas mereka mengiyakan dan bergegas ketempat parkir dan melajukan kendaraan mereka ketempat yang diusulkan fanly dan ian.


Dela dan deniapun mengikut saja.


Sepanjang perjalanan denia sama sekali tidak merasa curiga dengan fanly dan ian, ia sangat terlihat santai dan menikmati perjalanan yang di isi dengan pemandangan yang indah dari luar jendela mobil. Lain halnya dengan dela yang merasa was-was dengan gerak-gerik fanly. Ia takut jika fanly kembali mengatakan cinta pada denia. Bukannya tidak suka, tapi ia sangat ingin sahabatnya kembali menaruh rasa kecewa pada teman sekelasnya itu.


" curiga buat apa? " tanya denia sedikit bingung sambil terus menikmati pemandangan.


" apa kami ga merasa, kalau fanly akan kembali nembak lu gitu? "


Denia tertegun sesaat mendengar pertanyaan dela. matanya yang sebelumnya memandang keindahan diluar jendela mobil kini berbalik menatap dela. " kenapa gue ga kepikiran ya? " gumamnya.


" aduh, gimana dong del? " kata denia balik bertanya dengan suara khawatir.


Dela menarik napas sejenak dan menghembuskannya kasar dengan pandangan yang masih fokus kearah jalan tanpa menjawab apa-apa.


" atau kita putar balik aja del? " tanya denia masih dengan suara khawatir. "


" ga usah nia, kalaupun dia nembak lu lagi, ya mungkin ini saatnya lu harus berkata jujur " jawab dela datar.


" tapi dela " kata denia dengan wajah memelas

__ADS_1


" gue kan udah pernah bilang sebelumnya. sekarang lu harus jujur. jangan mempermainkan perasaan fanly lagi. kasian dia. berharap sesuatu yang pasti tidak akan membalasnya " tutur dela panjang lebar dengan wajah serius dan pandangan lurus kedepan.


Seketika denia terdiam. Perkataan dela kini membuatnya tak bisa berkata apa-apa. " aku harus jujur. aku yakin aku bisal " batin denia meyakinkan dirinya.


Setelah memakan waktu hampir 1 jam, akhirnya tibalah mereka ditempat yang jadi usulan fanly dan ian untuk merayakan kelulusan mereka.


Terlihat semua mata takjub melihat pemandangan yang disuguhkan tempat tersebut.


Melihat denia turun dari mobil, fanly menghampirinya dan mengajak denia duduk dibawah pohon ditepi danau. Sementara yang yang lainnya sibuk mencorat-coret baju mereka sebagai kenang-kenangan sambil berfoto ria.


" ngapain? apa ga sebaiknya kita gabung aja sama mereka. kelihatannya seru " kata denia mencoba mengalihkan pikiran fanly.


Sambil menatap kearah danau, fanly diam mencoba meyakinkan dirinya untuk mengutarakan perasaannya. Dan masih berharap kali ini akan berakhir dengan bahagia.


Walau amat nampak gugup, fanly akhirnya memberanikan bibirnya untuk berucap.


Sambil mengalihkan pandangannyan pada denia, fanly meraih tangan denia.


Dengan tatapan lirih deniapun tak menolak genggaman tangan fanly.


" Nia, kamu tahu kan selama ini aku suka sama kamu, walau kamu sudah menolakku 2 kali tapi aku ga pernah nyerah karna aku sayang sama kamu. Untuk ketiga kalinya aku mau bilang (menarik nafas) aku cinta sama kamu dan aku mau kita memiliki status lebih dari teman, sahabat atau apapun. aku ingin kita pacaran dan aku tidak ingin mendengar jawaban selain iya denia " jelas fanly panjang lebar dan penuh harap.


Denia menatap fanly dengan air mata yang seakan ingin jatuh. Kembali ia teringat dengan ucapan dela dan berusaha meyakinkan dirinya.


" fanly maafin aku, aku ga bisa " ucap denia lirih.


" tapi kenapa denia" tanya fanly penasaran tanpa melepas genggaman tangannya.


" karna .... "


" karna kenapa nia " kata fanly memotong kata-kata denia.


" karna aku udah... " kata denia tanpa menyambung kata-katanya yang membuat fanly makin penasaran.


aku gak mungkin beritahu dia tentang perjodohan ini. pikir denia. entah apa yang ada difikiran denia hingga ia mengurungkan niatnya untuk memberitahu fanly.


" aku gak cinta sama kamu " kata denia dengan suara lirih.


" lalu buat apa nia perhatian kamu selama ini? " ucap fanly dengan suara kecewa dan melepas tangan denia.

__ADS_1


" maafkan aku fanly " sambung denia sambil terus menahan air mata yang sedari tadi ingin jatuh.


Dengan perasaan kecewa fanly meninggalkan denia yang menunduk tanpa memandang wajahnya.


__ADS_2