
Kini fanly makin populer disekolah karna prestasinya dan ketampanan pastinya. Deniapun menjadi primadona baru di sekolah. Di mading riwayat mereka menjadi trending topic tiap harinya. Semua siswa mengidolakan mereka bahkan tak jarang mendoakan mereka agar menjadi pasangan kekasih namun tak sedikit pula yang iri dengan prestasi mereka.
Tentu hal ini tak disukai oleh kak riana, ini semakin membuatnya geram dan makin agresif mendekati fanly dengan segala cara namun fanly tak pernah menghiraukannya, dipikirannya hanya denia. tak ada seorangpun yang mampu menghapus rasanya terhadap denia. sejauh ini ia telah berhasil mendekati denia, ia hanya tinggal menunggu waktu untuk menyatakan cinta yang telah lama ia pendam.
Semakin hari, fanly dan denia semakin dekat bahkan mereka terlihat seperti sepasang kekasih. Namun hubungan ini berjalan tanpa status.
*** Dirumah Fanly ***
" assalamu'alaikum " salam ian
" wa'alaikum salam " balas mama renata membuka pintu " eh ian, perlu sama fanly ?? " sambung mama renata
" iya tante " jawab ian sopan
" masuk aja sana, fanly ada di kamar " perintah mama renata.
" makasih tante " ucap ian kemudian melanjutka langkahnya menuju kamar fanly.
__ADS_1
" fanly, fanly " teriak ian mengetuk pintu kamar, karna tak ada jawaban akhirnya ian membuka pintu yang kebetulan tidak dikunci fanly dan masuk ke kamar. tak ada orang yang nampak di dalam kamar. terdengar suara air dari dalam kamar mandi. " lagi mandi kayaknya" gumam ian.
sudah 15 menit berlalu namun belum juga nampak fanly keluar dari kamar mandi. " ngapain tuh manusia ?? kok ga kelar-kelar mandinya?? " gumamnya kembali
tak berselang lama terlihat fanly keluar dari kamar mandi mengenakan handuk yang dililit pada pinggangnya.
" hey " terkaget, melihat ian duduk sambil baca buku " ngapain lo disini ??" sambungnya bertanya.
" udah hampir satu jam gue nungguin lo, lama amat sih mandinya, ngapain di dalam,tidur ?? (😪) " jelas ian tanpa melihat fanly.
"( cengir sambil menggaruk pelipis yang tidak gatal sama sekali ) udah lama ??"
" by the way ngapain lo kesini ?? " tanya fanly yang sudah mengenakan kaos oblong dan celana pendek
" gue lagi malas dirumah, tiap hari cuma ada bibi dipelupuk mataku, karna cuma bibi yang nemanin gue dirumah " jelas ian
" (tertawa singkat 😅) dipelupuk mata!!. ian apa kamu pernah jatuh cinta ??" tanya fanly
__ADS_1
" pernah SMP. waktu itu gue bertemu cewek dihalte sekolah ternyata dia anak SMP lain, dan sampai sekarang gue gak tahu namanya tapi gue masih ingat wajah cantiknya" jelas ian panjang lebar dengan senyum tipis. " kenapa tiba-tiba nanya ??"
" gak, cuma nanya doang, soalnya gue ga pernah liat lu perhatian sama cewek, trus lu ga mau cari tahu tentang cewek itu, lu ga mikir buat pacaran ??"
" gak, yang ada di pikiran gue sekarang sekolah trus lulus lalu kuliah lalu kerja dan beli rumah baru lalu tinggal disana, bosan tinggal dirumah bareng orang tua yang ga pernah peduli sama anaknya " jelas ian panjang lebar. Dari kata-katanya tersirat rasa rapuh sebenarnya namun ian tak pernah menampakkannya sebab ia lelaki Namun bukan berarti ia tak pernah menangis dengan keadaan ini. Fanly mengerti perasaan ian " rupahnya lu serapuh ini ?? " batin fanly sambil menatap ian.
" kalau memang nanti kami jodoh, pasti gue akan ketemu sama dia lagi dan nikah" tambah ian
" kalau gak ?" tanya fanly
" ya pasti dia berjodoh sama orang lain " jawab ian santai.
" lu kapan nembak denia ??" tanya ian
" entar, kenaikkan kelas gue bakal nembak dia, biar dikelas sebelas status gue berubah dari singel jadi pacaran " jawab fanly panjang lebar
" yakin bakal diterima ??"
__ADS_1
" yakin dong, nampaknya dia juga sama gue" jawab fanly pede.
akhirnya percakapan mereka berlanjut panjang lebar. suara alarm azan ian berbunyi menandakan waktu maghrib. fanly dan ian bergegas melaksanakan sholat. Mereka bukanlah orang yang ahli ibadah namun jika setan tak berhasil menghasut, mereka menunaikan perintah tuhan ALLAH SWT.