Tak Mudah Mengembalikan Rasaku Yang Dulu

Tak Mudah Mengembalikan Rasaku Yang Dulu
BAB 6


__ADS_3

Dihari pertama sekolah semua berjalan seperti biasa. fanly berangkat bareng ian karna orang tuanya tak punya waktu sekalipun hanya untuk mengantar ke sekolah. Pernah mereka mempercayakan pada supir seperti yang dilakukan orang tua fanly, namun itu tak berlangsung lama sekitar 5 bulanan, dikarenakan sempat terjadi insiden ian di culik sama supirnya sendiri padahal orang tuanya sudah sangat baik namun bak pepatah mengatakan ' air susu dibalas air tubah ' supirnya malah menginginkan lebih hingga akhirnya ian kembali di antar kesekolah entah itu ibunya atau ayahnya yang antar walaupun melalui perdebatan sengit terlebih dahulu. Namanya saja orang tua walaupun terlihat cuek namun sebenarnya mereka sayang tapi mungkin caranya yang salah atau keliru. Sempat ian meminta untuk di belikan kendaraan ketika akan lulus dari sekolah tingkatan pertama (SMP) namun orang tuanya belum meng iyakan karna umur ian yang masih dibawah umur, mereka akan memngabulkannya jika umur ian sudah layak untuk memiliki kendaraan sendiri.


Suasana pagi ini sangat bersahabat, langit cerah dan angin bertiup merdu terasa bernyanyi mengiringi perjalanan mereka menuju ke sekolah. Seperti biasa nampak sesekali ian menghirup napas dalam-dalam ketika melewati pepohonan. View yang ditampilkan perjalanan menuju ke sekolah memang sesekali terasa asri karna melewati pepohonan yang rindang namun terasa berbeda ketika akan memasuki wilayah sekolah mereka. gedung-gedung pencakar langit nampak megah disekitaran kiri kanan sekolah.


Waktu telah menunjukan jam 7 tepat ketika mereka telah sampai di sekolah. Siswa baru nampak sangat anggun dan tampan mengenakan seragam putih abu-abu.


Mata Fanly nampak celingak celinguk memperhatikan sekelilingnya ketika berjalan menuju kelas, mengisyaratkan ia sedang mencari seseorang, ketika nampak seorang siswi yang dicarinya seketika pandangannya tertuju pada satu siswi dan itu tidak lain adalah Denia fitri Maharani.


" cantik memang " batinnya sambil tersenyum

__ADS_1


Fanly berharap bisa sebangku dengan denia namun harapannya buyar seketika karna ternyata mejanya meja untuk permurid tidak seperti masa SMP dulu. " ah ga papalah, kan bisa duduk di sebelah bangku denia " pikirnya dan kemudian duduk tepat di samping kursi denia. Belum ada pelajaran dihari ini, yang ada hanyalah pengenalan guru dan murid. sebagai siswa baru tentu fanly dan teman sekelasnya bersemangat mengikuti arus disekolahnya.


tiba saatnya pulang sekolah, seperti biasa lagi fanly akan pulang bersama ian. berjalan bersama ian menuju gerbang sekolah, tiba-tiba langlah fanly terhenti ketika berpapasan dengan denia dan dela (sahabat denia).


" hai " sapa fanly basa basi


" juga " balas denia datar di ikuti senyum manis dari bibirnya.


" kita sekelas ya ?? " sambung fanly ga jelas

__ADS_1


" ( senyum heran ) iya "


" tuhan, beri aku topik dong !! si dia disampingku nih " batin fanly berusaha mencari topik.


" fanly, pade marjun udah nunggu tuh " tegur ian menarik tas fanly


" ia, lepasin tasnya" balas fanly dan kemudian memukul tangan ian. " duluan ya denia " sambung fanly.


denia tidak menjawab apa-apa, ia hanya bingung dan lucu dengan tingkah fanly. "bicara ga jelas, ya iyalah sekelas, tadi kan udah ketemu, sebelahan lagi" batin denia lucu.

__ADS_1


__ADS_2