Tak Mudah Mengembalikan Rasaku Yang Dulu

Tak Mudah Mengembalikan Rasaku Yang Dulu
BAB 16


__ADS_3

Disemester kenaikan kelas ini, fanly kembali meraih peringat pertama dan denia masih bertahan diperingkat ke2. Setelah penerimaan rapor, sekolah kembali libur hingga 2 minggu kedepan.


Fanly dan ian memanfaat libur mereka untuk kegiatan olahraga futsal. Selain untuk mengusir kebosanan, fanly juga memanfaatkan kegiatan itu untuk mengobati rasa kecewanya atas penolakkan denia, dan hal itu berhasil, pelan-pelan ia mulai melupakan rasa kecewanya dan mulai bersemangat lagi menunggu denia.


Sementara dilain tempat denia masih dengan kegiatan yang sama yaitu membantu mamanya mengemas barang-barang dagangan online.


*** *** ***


Dihari terakhir libur, ayah fanly pulang dari luar negeri untuk memenuhi janjinya pada fanly, meresmikan hari pertama fanly menggunakan motor kesekolah. 10 hari yang lalu fanly telah resmi berumur 17 tahun, itu artinya ia sudah bisa menggunakan kendaraan sendiri dan sudah berhak memiliki SIM.


Sama halnya dengan Fanly, ian pun sudah mengantongi izin dari orang tuanya untuk mengendarai kendaraan sendiri kesekolah. tidak ada lagi naik mobil bareng, kini mereka sudah mengendarai motor mereka masing-masing.


2 minggu setelah libur, akhirnya tibalah saatnya para murid bersekolah kembali dan dengan semester baru lagi. Diawal pertama sekolah, denia terlihat canggung setiap kali bertemu fanly. Namun lain halnya dengan fanly yang terlihat sangat santai karna sudah bisa menerima keputusan denia.


Tak ingin berlama-lama, ketua osis Rian melancarkan aksinya untuk mendekati denia. Saat dikantin ia mencoba berinteraksi dengan denia dengan mengajukan pertanyaan basa basi yang tidak berbobot.


" hai " sapa ketua osis sambil duduk disamping kursi denia.


Dela dan denia yang melihat kak ketos yang tiba-tiba menghampiri, saling bertatapan lau melirik rian dan membalas sapaannya.


" hai juga " balas denia dan dela sambil tersenyum.


" saya mau tanya, yang membuat cerita cinderela versi ala-alaan gitu siapa ? " tanya kak ketos basa basi.


" kami sekelas kak " jawab dela cepat. sementara denia hanya diam sambil menyeruput jus jeruk yang dipesannya tadi.


" trus yang buat dialognya, siapa ? " tanya rian lagi berharap yang menjawabnya adalah denia.

__ADS_1


" ian kak " jawab dela kembali dengan cepat, hal ini membuat kak rian kesal karna tak kunjung mendengar suara denia, namun ia berusaha terlihat biasa-biasa saja, padahal tujuannya sok akrab biar bisa dekat dengan denia. Lalu ia mengajukan pertanyaan demi pertanyaan lagi namun usahanya nihil karna lagi-lagi dela yang menjawabnya. Sementara denia masih saja diam dan terus menyeruput jusnya yang hampir habis. Karna tak kunjung mendapat perhatian denia, akhirnya ketos rian pamit dan meninggalkan dela dan denia dengan kesal namun masih berusaha tersenyum.


" ngapain tuh si ketos " tanya fanly kesal, karna kebetulan dari tadi ia memperhatikan gerak gerik ketos. Sangat nampak kalau rian berusaha curi-curi pandang dengan denia.


" nanya-nanya soal teater kemarin, kenapa ? cemburu ya ? tenang aja, gue bakal jagain denia kok buat lu " jawab dela meledek.


Seketika wajah denia memerah mendengar kalimat dela mengejek fanly. Sementara fanly tersenyum ala ciri khasnya.


" Nia, pulang aku antar ya ?? " ajak fanly.


"ce ileeh yang udah pake motor kesekolah " ledek dela.


" boleh kalau ga ngerepotin" jawab denia tanpa menolak.


Dela tertawa nyengir sambil menggoda fanly dan denia " udah tembak aja lagi, pasti diterima kok "


" ih dela apaan sih ? " sambung denia cemberut.


Terlihat wajah denia memerah dan hendak beranjak dari kursi kantin namun dicegah aleh fanly.


" maaf, maaf, jangan ngambek dong " rayu fanly sambil memegang tangan denia.


*** *** ***


Pulang sekolah fanly dan denia berjalan berdampingan. Fanly terlihat sangat bahagia, kali ini ia bisa bersama denia walau tidak sebagai pacar seperti diharapannya dikelas 10.


Saat tiba diparkiran, ketos rian terus memandang denia, hal ini membuat denia risih dan fanly marah.

__ADS_1


" ada yang salah denga denia ? " tanya fanly menghampiri ketos rian.


Rian tak menjawab pertanyaan fanly, ia memilih berlalu meninggalkan fanly dengan mobilnya.


" Naik ibu cinderela " ajak fanly pada denia.


" hmm iya pak fanly " ucap denia tersenyum.


Diatas motor fanly bisa merasakan kekakuan denia, ia sama sekali tidak menyentuh bagian tubuh fanly hingga sampai dirumah.


" makasih ya " ucap denia tersenyum


" besok aku jemput ya " kata fanly menawarkan diri.


" jangan " tolak denia


" kenapa ? " tanya fanly bingung


" entar orang tuaku marah, pulang cepet sana " jawab denia menggantung.


Fanly tak mengeluarkan kata-kata, karna melihat wajah mama denia dari kejauhan yang nampak memperhatikan mereka dengan ekspresi tisak suka. Ia lantas menyalakan motornya dan meninggalkan denia.


Di depan pintu, mama denia terus memperhatikan mereka dengan wajah serius.


" siapa dia? " tanya mama denia, saat denia telah sampai depan rumah.


" temen mah " jawab denia dengan wajah takut.

__ADS_1


" ingat ya pesan papa " kata mama denia dengan mata melotot.


" ia mah, denia ga pacaran kok " sahut denia sambil memegang tangan mamanya.


__ADS_2