
" udah, kamu jangan lupa makan juga ya ? " balas denia.
Bolak balik fanly membaca balasan WA dari denia. Sesekali ia melihat-lihat foto denia pada profil WA-nya. Senang! itu yang dirasakan fanly sekarang dikala melihat pesan yang dikirim oleh denia. walaupun sederhana, balasan itu cukup membuatnya senang dan tak sabar menunggu hari esok untuk bertatap muka langsung dengan denia.
Sebenarnya fanly masih ingin berbalas WA dengan denia, tapi ia tidak ingin mengganggu malam denia yang mungkin sudah tidur atau bahkan tengah bermimpi. karna memang waktu sudah menunjukkan pukul 10.30 malam. Mungkin nia sudah tidur, pikir fanly.
*** *** ***
Sementara dilain tempat, denia masih menunggu pesan basa basi dari fanly, karna hanya itulah yang bisa menenangkan fikirannya.
Lama menunggu pesan dari fanly, denia baru tersadar kalau dia belum membalas WA dari dela.
" aduh, aku belum balas pesan dela " gumam denia dengan wajah senyum yang dibuat-buat.
Seakan tak ada pesan dela yang menggodanya, denia hanya menjawab seadanya, ya, aku tunggu.
*** *** ***
pukul 6.45 dela sudah sampai dirumah denia. belum sempat membuka pintu mobil, terlihat denia sudah berada didepan mobilnya dan hendak masuk.
Denia sudah menunggu dela sejak 10 menit yang lalu. Denia selalu berprinsip 'mending dia yang menunggu, daripada dia yang harus ditunggu' walau denia tahu menunggu itu membosankan.
Didalam mobil, denia nampak tidak seperti biasanya. ia nampak sedang memikirkan sesuatu.
Dela yang tadinya ingin mencandai denia, kini malah penasaran dengan sikap sahabatnya itu. Biasanya ia akan bercerita tentang sesuatu yang mengesankan baginya. Apalagi semalam ia dan fanly saling berbalas pesan. " apa mungkin fanly tidak mengiriminya pesan ? ah tidak mungkin" pikir dela.
Karna makin penasaran dengan tingkah denia yang tidak seperti biasanya, akhirnya dela meringankan bibirnya untuk bertanya "ada apa ?, kenapa ?, apa kamu sedih ?. Seperti biasa, denia hanya menjawab dengan jawaban singkat.
__ADS_1
" ga ada apa-apa " . itulah jawaban singkat denia, jawaban yang selalu membuat dela tidak puas bila bertanya tentang sifat denia yang tidak seperti biasanya. sebenarnya dela tahu betul, denia tidak akan menceritakan sesuatu yang menurutnya tidak untuk diketahui siapapun. Tapi tidak ada salahnya jika ia mencoba.
Seperti biasa, disekolah sudah nampak ramai ketika mereka sampai 30 menit kemudian. Nampak juga fanly baru datang dan hendak turun dari motornya.
" hay denia, dela. baru datang ?" sapa fanly, ketika melihat denia dan dela berjalan menuju kelas.
" iyalah, ga liat! tadi kan diparkiran samaan " ketus dela.
Sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak terasa gatal sama sekali, fanly tersenyum lucu.
" iyah, namanya aja basa basi " jawab fanly. " gimana? semalam tidurnya nyenyak ga ?" sambung fanly bertanya pada denia. Sementara dela terus berjalan, berlalu meninggalkan mereka berdua dengan perasaan yang masih kesal karna sama sekali tidak mendapat jawaban yang memuaskan dari denia.
" enggak, abis semalam kamu gak ngirim ucapan selamat tidur " canda denia tersenyum sambil melirik fanly.
" gitu ya ? entar malam aku kirimin deh biar tidur kamu nyenyak " jawab fanly. Meskipun ia tahu denia hanya bercanda tapi ia menjawabnya dengan serius.
Fanly menjelaskan secara detail tentang program-programnya dan berharap bisa melaksanakannya sebelum pergantian osis nantinya. Denia memperhatikannya dengan seksama dan terus memandang wajah fanly. entah apa yang diperhatikannya, penjelasan fanly atau wajah fanly yang selalu terlihat kharismatik.
Setelah lama berbincang, tanpa terasa bel telah berbunyi, menandakan waktunya untuk siswa mengikuti rutinitas pagi, apel.
*** *** ***
Setelah selesai jam pelajaran, Fanly dan ian kembali keruang sekret osis. Terlihat mereka tengah sibuk melihat perkembangan progres mereka.
Diminggu yang akan datang, akan diadakan perlombaan matematika dan fisika serta lomba-lomba akademis lainnya. Fanly dan ian menyusun rencana untuk menyaring siswa yang berbakat pada mata pelajaran tersebut. Dengan metode mantan ketos rian, fanly dan ian beserta para jajarannya menulis pendaftaran pada papan mading.
" bagi yang memiliki minat dan kemauan untuk mengikuti lomba silahkan mendaftarkan diri segera " begitulah sekilas pengumuman yang mereka tempelkan pada mading sekolah serta ditambahkan dengan sedikit kata-kata yang menarik minat siswa untuk mengikutinya.
__ADS_1
Melihat kinerja dan keseriusan para anggota osis, Para guru sudah memberikan kepercayaan sepenuhnya pada anggota osis untuk mencari murid-murid yang berbakat pada bidangnya untuk selanjutnya mereka hanya perlu memberikan bimbingan dan wawasan tambahan.
Setelah tahap pendaftaran, masuklah ketahap penyeleksian dan kemudian penyaringan. Karna olimpiade akan dimulai 3 minggu kedepan, sehingga tahap demi tahap dilakukan secara maraton hingga terpilihlah beberapa siswa yang akan mewakili sekolah, namun tidak dengan denia, dia tidak mengikuti proses pendaftaran hingga seleksi karna sudah pernah meraih gelar juara sebelumnya pada perlombaan fisika bersama fanly.
Sesuai kesepakatan, siswa yang mengikuti lomba diberikan pembekalan dan wawasan tambahan oleh guru-guru yang menguasai pelajaran yang akan di olimpiadekan tersebut.
Siswa yang mengikuti lomba sangat nampak serius mengikuti pembahasan demi pembahasan. Kini mereka tidak mengikuti kelas belajar lagi melainkan kelas tersendiri yang hanya membahas tentang materi-materi lomba.
Hari demi hari sangat nampak perubahan yang signifikan, siswa yang mengikuti lomba, sedikit demi sedikit sudah bisa menyelesaikan soal yang diujikan pada mereka.
*** *** ***
Semua berjalan sangat cepat terasa. Hari yang ditunggupun tiba, Hari dimana diadakannya lomba. Semua siswa SMA A sudah siap untuk bertarung pada perlombaan ini. Mereka percaya dengan kerja keras mereka, insya ALLAH, hasil yang mereka inginkan akan tercapai, yaitu meraih gelar juara 1 pada lomba.
Kali ini fanly tidak lagi menjadi pendamping denia untuk mengikuti perlombaan melainkan murid kelas 10 yang bernama Khalisa atthaya. Sejak SMP, murid Khalisa AtthayaQ dikenal juga dengan sebutan guru Fisika karna kepintarannya pada mata pelajaran tersebut. Ia juga slalu meraih gelar juara pada perlombaan tingkat SMP. Jadi tidak salahlah fanly menyandingkannya bersama denia untuk mengikuti lomba, sementara fanly sibuk mempersiapkan program-program selanjutnya.
Hasil yang hampir memuaskan diraih sekolah SMA A, hampir semua pelajaran yang dilombakan dengan mulus diraih dengan peringat pertama. kecuali Matematika, pada lomba ini SMA A hanya meraih peringkat 2 setelah takluk dengan SMA lainnya yang juga mengikuti lomba tersebut.
Dengan mencapaian tersebut, kepala sekolah dan jajarannya memberi apresiasi pada fanly dan ian beserta anggota osis lainnya, karna berhasil menjalankan separuh misinya di 5 bulan jabatan.
Dengan pencapaian ini, makin banyak siswi yang mengidolakan fanly. tak sedikit dari mereka yang mencoba mendekati fanly, namun fanly tidak goyah sama sekali karna cintanya pada denia.
Karna prestasi itu pula, denia dan khalisa menjadi salah satu primadona disekolah, selain karna kecantikan yang mereka miliki, juga karna prestasi yang mereka raih.
Khalisa Atthaya
__ADS_1