Tak Mudah Mengembalikan Rasaku Yang Dulu

Tak Mudah Mengembalikan Rasaku Yang Dulu
BAB 31


__ADS_3

Semua berjalan dengan sempurna. Fanly dan ian berhasil mewujudkan visi misi mereka sebelum ujian kenaikan kelas tiba. Pencapaian yang luar biasa berhasil mereka raih sesuai target dengan waktu yang efektif dan efisien.


Sebagai bentuk penghargaan, Kepala sekolah mengapresiasi kerja keras dan usaha mereka. Fanly dan ian dinobatkan sebagai salah satu ketua dan wakil osis is the best disekolah saat upacara bendera.


Fanly dan ian menerimanya dengan rasa bangga dan tak lupa mengucapkan terimakasih pada kerja tim anggota osis yang ikut berkordinasi dalam pencapaian ini.


"pencapaian ini tidak mungkin diraih dengan instan tanpa kerja keras dan usaha para anggota yang ikut andil didalamnya.tanpa mereka kami tidak mungkin bisa mencapai semua ini. untuk itu, ini merupakan penghargaan untuk kita semua " begitulah sekilas ucapan trimakasih fanly saat berpidato menerima apresiasi tersebut.


Tak henti-hentinya Fanly dan ian mendapatkan ucapan selamat dari adik hingga kakak kelas saat berjalan menuju kelas. Tak ketinggalan, deniapun mengucapkan hal senada dengan raut wajah bangga dan senyum manis dibibirnya.


Kini, mereka tinggal hanya fokus memikirkan ujian sekolah tanpa harus memikirkan visi misi lagi.


*** *** ***


Saat pulang sekolah, fanly dan ian tak lantas pulang kerumah. Fanly dan ian beserta para anggota osis lainnya berencana mampir dicafe ABC untuk merayakan pencapaian mereka. Denia dan delapun ikut serta setelah mendapat ajakan dari fanly.


" mah, hari ini aku pulang agak lamaan. soalnya teman sekelas aku mau ngerayain keberhasilannya sebagai ketua osis dicafe ABC. Nanti aku pulang bareng dela " pamit denia pada mamanya melalui ponsel sebelum pergi bersama fanly.


Semua anggota osis bersama fanly dan lainnya terlihat sangat bersemangat ketika akan merayakan keberhasilan mereka, namun kegembiraan tersebut seketika berubah menjadi duka ketika mereka sampai didepan cafe, lebih tepatnya ditempat parkir cafe. Khalisa mengabarkan bahwa Salah seorang anggota osis mengalami kecelakaan dijalan saat menuju kecafe.


" Ka fanly, ketua kelas dikelas aku kecelakaan ? " kata khalisa mengagetkan rombongan sekolah mereka.


" ha ?? tahu darimana ?? dimana dia sekarang?? " tanya fanly kaget dengan wajah panik.


" Nih, barusan aku ditelpon katanya teman sekelas aku kecelakaan dijalan delima dan sekarang lagi ada dirumah sakit Lekas Sehat " jawab khalisa sambil berusaha tenang


" kalau gitu, kita langsung kesana aja sekarang " usul ian yang kemudian di aminkan oleh seluruh anggota osis.


Fanly dan rombongan segera berangkat kerumah sakit melihat keadaan ketua kelas khalisa.


Harap-harap cemas perasaan mereka saat sampai dirumah sakit, berharap tidak terjadi apa-apa. Disana sudah terlihat orang tua pasien yang sedang menunggu kabar anaknya dengan wajah cemas.


Tak lama kemudian, dokter keluar dari ruang UGD dan memberi tahu bahwa pasien hanya mengalami trauma, Selain itu tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan dan pasienpun sudah di izinkan untuk dijenguk. Mendengar hal tersebut fanly dan khalisa beserta orang tua pasien masuk kedalam ruang UGD karna kebetulan hanya 4 orang yang di izinkan untuk masuk kedalam.


" kamu udah baikkan ? " tanya khalisa lembut pada ketua kelasnya itu.


" alhamdulillah udah baikkan dikit " jawabnya dengan senyum " kak fanly ? " sambungnya dengan wajah terkejut saat melihat ketua osis fanly berdiri dibelakang khalisa " maaf kak, karna aku perayaannya jadi batal " imbuhnya dengan wajah menyesal.


Fanly tersenyum dan mencoba menguatkan " ga papa, kan bisa kapan-kapan. cepat sembuh ya !" kata fanly sambil menepuk pundak adik kelasnya itu.


Setelah kurang lebih 10 menit, fanly dan lainnya pamit pulang pada orang tua si pasien.


Akhirnya mereka menunda untuk merayakan keberhasilan tersebut hingga hari perpisahan kelas tiga nantinya.


*** *** ***

__ADS_1


Hari-hari berjalan seperti biasanya hingga ujian nasional dan ujian sekolah kelas akhir serta ujian kenaikkan kelas untuk kelas 10 dan 11.


Sebelum pengumuman kelulusan, sekolah fanly mengadakan acara perpisahan untuk kelas 12. Semua berjalan seperti yang diinginkan. Acara perpisahan berjalan lancar dan berkesan seperti tahun sebelumnya.


Untuk merayakan keberhasilan yang tertunda, fanly, ian dan anggota osis lainnya berencana untuk kembali ke cafe ABC. Tak ketingalan pula Denia dan dela.


*** *** ***


Pada malam hari sebelumnya fanly sudah merencanakan untuk kembali mengutarakan cintanya pada denia disekolah pada saat acara perpisahan. Namun ian kurang setuju karna merasa hal itu terlalu lebay jika harus disaksikan oleh semua guru. Akhirnya ia mengusulkan agar mengutarakannya di cafe saja.


" Dicafe aja ly, dimana disana hanya ada anggota osis dan pengunjung cafe pastinya. jadi kalau seandainya ditolak lagi, kan ga terlalu malu-maluin " kata ian dengan gurauan.


" ah elu " ucap fanly sewot.


" maap becanda, yakin kali ini pasti diterima " kata ian memberi semangat.


Entah mengapa, walau kelihatannya denia memiliki rasa yang sama seperti fanly tapi ian tidak yakin jika denia akan menerima fanly . Untuk itu setelah kepulangan fanly, tanpa sepengetahuannya ian mem-booking cafe ABC khusus untuk mereka saja. Hal itu ia lakukan untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan terjadi nantinya. Ian ingin melindungi fanly jika nantinya benar denia menolaknya.


*** *** ***


Terlihat dicafe tak ada pengunjung sama sekali saat mereka sampai dicafe. Semua terlihat sepi dan hanya ada kendaraan rombongan fanly didepan cafe.


Fanly tak menaruh kecurigaan sama sekali, ia masuk kedalam cafe bersama anggota osis lainnya. Didalam, terlihat suasana yang romantis. penyanyi cafe sudah berada dipanggung cafe bernyanyi menghibur dengan suara merdunya. Fanlypun memberanikan diri untuk maju kedepan membawakan sebuah lagu secara akustik dari salah satu musisi favoritnya, ari ****. Dan berniat akan mengutarakan perasaannya pada denia usai bernyanyi.


Arti cinta yang sesungguhnya


kan kau dapat dari diriku


meski aku bukanlah lelaki yang


kau impi-impikan


bukan kata apalagi harta


tubuh jiwa pasti untukmu


yang kupunya sejuta cinta


yang kan membuatmu bahagia


karna kutahu ...


yang kau butuh hanya cinta


*Reff

__ADS_1


Selama ... jantungku masih berdetak


selama itu pula engkau milikku


Selama ... darahku masih mengalir


cintaku pasti takkan pernah berakhir


Segalanya bisa kau punya


tapi apa arti hidupmu


tanpa cinta didalam hati


pasti hidupmu tak bermakna.


Sambutlah aku


dengar bisikan hatimu


back to reff*


Fanly bernyanyi dengan penuh penghayatan dan membuat adik kelas terenyuh melihatnya, terutama para kaum hawa tak terkecuali.


" sweet banget sih kak fanly " batin khalisa.


Dengan jantung yang mau copot dan tubuh yang panas dingin, fanly memberanikan diri mengutarakan rasa cintanya pada denia didepan semua anggota osis.


" Untuk denia, dengan rasa ehem diminta untuk maju kedepan " kata fanly dengan jantung dag did dug dan suara yang terdengar bergetar.


Mendengar undangan fanly, denia menutup mata sejenak seakan ingin menangis, lalu ia menarik nafas dan menghembuskannya pelan. Ia sangat tidak menginginkan suasana. apa yang ia lakukan ? pikir denia resah.


Untuk kedua kalinya fanly mengundang denis untuk maju kedepan. Terdengar semua anggota osis berteriak Maju untuk meyakinkan denia agar menerima undangan fanly untuk maju kedepan.


Denia berusaha meyakinkan dirinya untuk tidak melangkah namun desakan sahabatnya, dela dan para anggota osis sangat kuat hingga membuat ia tak bisa berbuat apa-apa.


Dengan langkah kaki yang dipaksakan, denia maju kedepan dengan perasaan yang sebenarnya senang tapi merasa sedih pula.


Saat denia sampai diatas panggung mini, tak melamakan waktu, fanly langsung meyakinkan dirinya mengutarakan perasaannya pada denia untuk ke2 kalinya. setelah sebelumnya ditolak.


Fanly meraih tangan denia dan mengucapkan kata-kata.


" Nia, kamu udah tahu selama ini aku sayang kamu dan aku yakin pasti semua yang disini tahu itu. tanpa basa basi aku mau bilang (memejamkan mata dan menarik napas untuk meyakinkan) kamu mau ga jadi pacar aku ? "


Sangat terasa dingin ditangan denia dan ketegangan diwajahnya. Ia tak tahu harus berkata apa ?. Ia memiliki perasaan yang berbeda di 2 sisi. Senang dan sedih. apa yang harus katakan? pikirnya. Sambil terus meyakinkan dirinya denia mengeluarkan kata demi kata yang terbentuk menjadi kalimat tanpa menghiraukan apa yang akan terjadi nanti namun berharap semua akan baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2