
Dear diary ..
Deary, aku tahu caraku sangat salah
aku tahu memberi harapan itu adalah hal yang sangat salah.
tapi ... ...
apa aku harus membohongi perasaanku ?
aku menyukai dia diary, diapun tahu itu
memberi harapan sebanarnya hal yang bodoh
karna aku tahu kami tidak akan mungkin bersatu
tapi aku cinta dia diary
hmm suatu saat nanti akan ada hati yang terluka
Dikamar denia terus mencorat coret album diary bergembok miliknya. Dia hanya bisa mencurahkan perasaannya pada buku tersebut. Sesekali ia mengambil ponsel dan memandang wajah diandroidnya. wajah yang membuatnya tersenyum namun ingin menangis. apa yang harus aku lakukan ? tanyanya pada profil foto fanly.
Dring ...
Bunyi notifikasi mengagetkan denia pada lamunannya.
" fanly ? ". Sangat jelas raut wajah gembira denia, setelah melihat si pengirim pesan ternyata adalah fanly. Denia mengetik balasan pesan dengan semangat seperti tak ada beban padahal sebelumnya ia merasa sangat sedih karna bingung.
Balasan demi balasan trus dikirimkan denia yang masih duduk didepan meja belajarnya.
" kok ga ada balasan lagi ? " gumam denia saat menanti balasan pesan dari fanly, namun tak kunjung ada.
dring..
android denia berbunyi. " selamat tidur denia,mimpi yang indah ya ". Begitulah kata yang tertulis pada pesan denia.
Kembali denia membaca pesan fanly dan melihat waktu sudah menunjukkan pukul 10.10 malam. Fanly selalu mengirimi denia ucapan selamat tidur ketika jam 10 malam.
__ADS_1
*** *** ***
Minggu tenang telah tiba. Hari ini, tepatnya dihari senin akan diadakan lomba untuk mengisi masa minggu tenang sekaligus untuk merefreshing otak siswa yang penat setelah ujian semester awal.
Para peserta basket sudah bersiap dilapangan, begitupun dengan peserta dimasing-masing lomba. Para pemain Futsalpun sudah bersiap dilapangan mereka untuk bertanding.Terlihat juga dimading sudah terpasang macam-macam karya, diantaranya puisi, tips and triks dan masih banyak lagi karya keren lainnya. Para peserta putra-putri sekolah pun telah berada di aula.
"kak rian, kak rian semangat"
Teriak para cewek sangat jelas terdengar ditelinga memberi semangat pada ketua basket tersebut. Saat sedang menggiring bola rian celingak celinguk. Matanya seakan-akan mencari seseorang,hingga ia tak sadar kalau bolanya telah direbut oleh lawan.
Bersama dela, denia berjalan menuju lapangan untuk menonton pertandingan basket. Semua mata tertuju pada denia kala melihat rian berhenti sejenak untuk melihat denia.
Denia menjadi canggung dengan keadaan sekitar. Seketika wajahnya memerah karna malu.
" del, kita kelapangan futsal aja yuk. hari ini kelas kita ada pertandingan juga " bisik denia pada dela dengan pipi yang masih merah.
" lu pergi karna malu, atau mau liatin fanly bertanding ?? " goda dela membuat denia cemberut.
" tau ah " jawab denia kesal.
" dela, ayuuuk " ajak denia memaksa.
" iyah, iyah denia "
Akhirnya mereka beranjak menuju lapangan futsal. Disana sudah terlihat fanly, ian dan teman cowok sekelas mereka sedang bertanding dan sudah mengalahkan poin dari kelas lain.
" semangat ". teriak teman sekelas denia memberi semangat. Denia terus tersenyum memperhatikan pertandingan. tak sedikitpun ia mengeluarkan suara tapi dari raut wajahnya sangat terlihat rasa bangga ketika melihat fanly bermain.
" ganteng banget sih, kak fanly sama kak ian, naksir deh " kata salah seorang siswa yang berdiri tepat disamping denia.
Denia hanya tersenyum lucu mendengarnya dan melirik dela yang terlihat bosan dan ingin segera beranjak dari kursi penonton.
Sementara dilain tempat diadakan pula pemilihan putra putri SMA A. Karna audisi ini hanya diperuntukan untuk kelas 10, sehingga tak nampak satupun kakak kelas menyaksikan pemilihan ini. Khalisa adalah salah satu siswa yang mengikuti pemilihan putra putri SMA A, didampingi teman sekelasnya khalisa terlihat sangat cantik dan anggun. Tak salah memang, jika ia disandingkan bersama denia sebagai salah satu murid populer disekolah. Selain memiliki fisik yang cantik iapun memiliki wawasan yang luas.
Selama pertandingan, semua berjalan aman tanpa kendala apapun. Pertandingan berjalan selama 10 hari. Dihari-hari tersebut, semua siswa sibuk dengan kegiatan favorit mereka masing-masing. ada yang sibuk nonton dan memberi dukungan pada pemain basket dan futsal serta pemilihan putra putri, ada pula yang sibuk dengan kegiatan membaca karya-karya dimading sekolah.
Hingga tiba pengumuman pemenang-pemenang lomba. Untuk pemenang pada basket diraih oleh kelas mantan osis, Rian. Futsal dimenangkan oleh tim fanly. Sementara Putra-putri sekolah diraih oleh khalisa sebagai putrinya dan akbar anak kelas 10 IPA1 sebagai putranya.
__ADS_1
Sementara pada lomba mading, tanpa sepengetahuan sahabat dan teman sekelasnya, denia mengikut sertakan karyanya yang berupa puisi. Mereka mengetahuinya setelah pengumuman pemenang. Denia menjadi pemenang ke3.
Melihat karya denia, cukup membuat fanly penasaran. Karya tersebut bercerita tentang seseorang yang hanya bisa memendam rasa tanpa bisa mengungkapkannya.
" Puisinya dalam amat " tegur fanly saat berpapasan bersama denia dan dela, ketika akan menuju pintu gerbang sekolah.
Denia hanya tersenyum menanggapi perkataan fanly.
" emang kenapa? ga mau ngasih selamat ?" ketus dela.
" Selamat ya putri puisi atas kemenangannya " ucap fanly sembari mengulurkan tangannya pada denia.
" makasih " jawab denia singkat sambil menerima uluran tangan fanly.
" emang puisinya buat siapa? " tanya fanly yang masih penasaran dengan isi puisi cewek incarannya itu, sambil merapatkan wajahnya pada pipi denia.
Denia mengernyitka dahinya. Terkejut, itulah respon denia, kala melihat tindakan fanly yang seakan berani. Sambil menjauhkan wajahnya, denia menjawab dengan jawaban datar.
" apaan sih ? ga buat siapa-siapa kok. emang lagi suka aja " jawab denia santai. " sebenarnya ini buat aku sendiri fanly " batin denia sambil melirik fanly.
" oh gitu ya ? " sahut fanly sambil menopang dagunya dengan jari telunjuk dan jempol dengan mata memandang keatas seakan berpikir. " selamat libur ya, pasti kangen nih " sambung fanly kembali.
" kangen, kan ada bisa kabar-kabarin pake ini (mempelihatkan ponsel) " sahut dela sambil melirik denia. Sementara denia hanya tersenyum santai mendengar gurauan dela dan fanly.
" udah gombalnya ? pulang yuk " ajak ian diatas motornya. Saat berangkat kesekolah ian berboncengan dengan fanly, karna kebetulan motor fanly sedang berada dibengkel.
" duluan aja, gue mau barengan sama denia " jawab fanly.
Kembali denia mengernyitkan dahinya mendengar jawaban fanly. Ia merasa lucu dengan tindakan fanly. padahal fanly tahu betul kalau rumah mereka tidak searah. Deniapun merasa penasaran apa yang akan dilakukan fanly nantinya ketika mereka berada diangkot.
" kamu mau naik angkot juga? " tanya denia.
Fanly menganggukkan wajahnya dengan senyum dan penuh keyakinan.
Hari ini, adalah hari terakhir mereka bersekolah setelah melewati minggu tenang yang di isi dengan perlombaan.
2 Minggu kedepan siswa-siswi tidak akan melakukan kegiatan kesekolah karna libur.
__ADS_1