
Jam 10 tepat riana beranjak dari duduknya dan hendak meninggalkan fanly yang duduk disampingnya. Dipikirannya saat ini, ia hanya ingin pulang dan bertemu randi. Rasa penyesalannya kembali muncul, memori tentang randi memenuhi kepalanya, nasehat yang diucapkan randi kembali tengiang-ngiang di telinganya. sekarang ia menyesal tidak pernah membalas rasa yang dimiliki randi untuknya. Riana tersadar bahwa randilah yang seharusnya ia cintai, bahwa randilah yang ada dihatinya, hari-hari yang ial lalui terasa hambar tanpa randi.
Fanly mengangkat wajahnya dan menoleh melihat riana yang seketika berdiri. " kamu mau kemana ??" tegur fanly
" aku mau pulang " jawab riana dengan wajah menahan air mata.
" biar aku antar " ajak fanly.
Riana tidak mengiyakan tawaran fanly, ia tidak ingin merepotkan, Riana hanya terdiam dan mengambil ponsel yang berada ditasnya. Namun "sial" umpatnya, ponselnya lobet karna tadi lupa mengisi baterai. sebenarnya riana punya kendaraan sendiri, riana punya mobil dirumah tapi lagi dipake sama kakak cowoknya, karna sangat ingin mendengarkan penjelasan fanly alhasil riana memesan taxi online dan tidak menggunakan mobil seperti biasanya.
" biar aku yang antar, tidak aman jika seorang cewek pulang malam-malam, bahaya!!" tawaran fanly kembali.
Kali riana tidak bisa menolak tawaran fanly, tidak ada pilihan lain.
fanly (melangkah kekamar berpamitan sama mama renata).
" mah, aku mau antar riana pulang " pinta fanly.
" ha? gimana ?? supirnya sudah pulang " tanya mama renata.
" kan bisa pake motor hadiah dari papa " bujuk fanly
" ha ?? ga bisa, kamu belum punya SIM lagipula ini sudah malam sayang, mama takut kamu kenapa-napa nantinya" jelas mama renata menolak.
" lebih suka mana dia yang tidur atau fanly antar pulang. bayangin ma, dia kan cewek, kalau dia pulang sendiri trus diganggu sama orang, diapa-apain, kan kasian,, nantinya mama yang bakal nyesel karna ga biarin fanly ngantar dia pulang " kata fanly dengan gerakan tangan untuk menakut-nakuti mama renata.
" paling bisa ya kamu kalau soal bujuk membujuk " kata mama renata sambil menjewer kuping fanly. " tapi hati-hati ya" sambung mama renata
" insya allah ma, anak mama kan kuat" ujar fanly memperlihatkan ototnya bak ade rai 😅.
__ADS_1
Riana yang sudah lama menunggu langsung berdiri memenuhi panggilan fanly. Walaupun riana tak beruntung mendapatkan fanly, namun ia menjadi cewek yang beruntung karna menjadi cewek pertama yang dibonceng fanly. biasanya fanly menggunakan motornya di sekitaran kompleks saja.
" antar aku kejalan durian " pinta riana
" hmm, naik " perintah fanly.
Diperjalanan riana terus terdiam dan terus memikirkan randi, tanpa sadar air mata jatuh membasahi pipinya. tak ada lagi rasa untuk fanly, yang ada hanya rasa cinta yang ingin segera ia ungkapkan untuk randi.
terdengar suara petir bergemuruh di ikuti hujan turun yang seketika lebat, seketika pula riana terkaget dan spontan memeluk fanly.
Fanly yang merasakan pelukan riana, merasa risih dan hendak melepas tangan riana tapi ia tidak tega. Fanly sangat merasakan ketakutan riana. kalau itu pelukan denia mungkin fanly akan menikmatinya. " apa kita berhenti dulu untuk berteduh" tanya fanly
" ga usah, lagian udah ga jauh kok " ucap riana dengan suara serak. sedari tadi riana menangis dibelakang fanly namun tak terdengar oleh fanly karna suara hujan yang lebat.
10 menit berlalu tibalah mereka dijalan durian. Fanly berlalu meninggalkan riana setelah mendengar kata terima kasih dari riana.
" wa'alaikum salam " jawab randi sambil membuka pintu. Betapa terkejutnya ia melihat wanita yang berdiri didepan pintunya adalah riana dengan pakaian yang basah kuyup. " Riana ??" tegur randi.
Riana yang melihat randi tak kuasa menahan tangis dan langsung memeluknya. " aku mencintaimu " ucapnya.
Randi tak menjawab apapun, ia hanya bingung dengan sikap riana yang kemarin cuek kok sekarang malah nyatain cinta ?? pikir randi. " duduk dulu, aku ambilkan handuk" perintah randi menenangkan riana.
" tante mana ?, kok kamu belum tidur ?" tanya riana masih dalam keadaan menangis.
" udah tidur, kamu dari mana, basah kuyup kayak gini ??" jawab randi dan balik bertanya.
Tangis riana makin menjadi dikala mendengar pertanyaan randi. panjang lebar ia menceritakan tentang kejadian beberapa jam lalu dari A sampai Z.
" jadi dia yang ngantar kamu kesini ??" tanya randi penasaran.
__ADS_1
" hmm "
" ri, bisa ulang kalimat yang tadi ga ??" kata randi menggoda riana.
seketika wajah riana memerah karna malu. "kata yang mana?? "tanya riana padahal ia sudah tahu dan mengerti maksud randi.
"yang cinta itu" jawab fanly sungkan.
" aku cinta kamu" ucap riana datar tanpa memalingkan wajahnya.
Randi yang mendengar kalimat itu, tanpa sadar berdiri kegirangan dan hendak memeluk riana Namun ditahan "belum muhrim" kata riana tersenyum geli melihat tingkah randi yang tidak seperti biasanya.
" Berarti kita udah resmi jadian kan riana??" kembali duduk dan memastikan
" belumlah"
" e. kok bisa ??"
" kan kamu belum nembak aku " jelas riana
Tak menyia-nyiakan kesempatan, untuk kesekian kalinya randi menyatakan cinta pada riana. Akhirnya malam itu mereka resmi berpacaran.
Kring....
kring....
bunyi Suara ponsel randi. terdengar suara Mamah riana menanyakan keberadaan riana. randi menjelaskan kalau riana ada bersamanya, hal itu membuat mamah riana legah.
Malam itu riana tidur dirumah randi. ia sudah sering tidur dirumah randi karna orang tua mereka sudah menganggap seperti anak sendiri.
__ADS_1