
Beberapa minggu sekolah, tak henti-hentinya ketos rian mendekati denia, namun denia tak bergeming sama sekali karna memang ia tidak menyukai rian walau rian adalah ketua tim basket disekoah dan merupakan salah satu cowok keren disekolah. Selain itu juga denia mengingat pesan ayahnya agar tidak berpacaran.
Mengetahui denia yang terus didekati rian, fanly merasa cemburu namun tidak bisa berbuat apa-apa karna memang statusnya hanya sebagai teman bukan pacar.
Ditepat sebulan sekolah, Fanly kembali menjadi perwakilan sekolah untuk mengikuti lomba debat dan pidato bahasa inggris. Namun bukan denia yang pendamping fanly tapi sahabatnya Febrian alias ian. Didalam kelas ian memang dikenal mahir dalam hal berpidato, baik itu dalam bahasa indonesia ataupun bahasa inggris. kalau fanly, tidak usah pertanyakan lagi, ia pintar dalam berbagai hal namun tidak dalam satu hal, yaitu menjadikan denia sebagai pacar.😅
*** *** ***
Malam hari sebelum lomba esok, ian meminta kedua orang tuanya untuk hadir esok dilomba debat dan pidato yang diikutinya, ia ingin sekali ibu bapaknya melihat aksinya esok, karna selama ia sekolah dari SMP hingga sekarang, baru kali ini ia di ikutkan dalam lomba.
" yah, besok aku akan jadi perwakilan sekolah untuk lomba pidato " kata ian pada ayahnya.
" bagus dong " jawab ayahnya singkat sambil terus sibuk membalas file kerja yang ada dilaptopnya.
" ayah datang ya " sambung ian lagi.
" ayah lagi sibuk akhir-akhir ini " jawab ayah ian lagi dengan wajah serius.
Kemudian ian mendatangi mamanya yang tengah sibuk memainkan ponsel diruang keluarga dengan tv yang menyala..
" mah, besok aku jadi perwakilan sekolah buat lomba pidato bhs inggris " jelas ian kembali pada mamanya.
__ADS_1
" loh, bagus dong sayang,mama bangga. moga bisa menang ya " kata mama ian sambil memandangi ian disampingnya lalu kemudian membalas chat diponselnya.
Dengan wajah bersemangat ian mengajak mamanya untuk hadir besok dilomba tersebut, berharap mamanya akan mengiyakan ajakannya.
" mamah datang ya ! " ajak ian begitu bersemangat
" maaf sayang, mama ga bisa, besok mama ada arisan sama temen-temen, nanti kapan-kapan aja ya " kata mama ian sambil menyentuh pipi ian.
" arisan kan bisa mama tunda besok-besok seperti biasanya, ini hanya sekali mah " batin ian menatap ibunya. " iya " jawab ian dengan wajah kecewa dan kemudian berlalu pergi kekamar meninggalkan mamanya yang tengah sibuk membalas chat diponselnya.
*** *** ***
Dipagi hari fanly sangat bersemangat untuk kesekolah selain untuk bertemu denia, ia juga akan mengikuti lomba. Nampak dari rumah ian, ia juga sudah bersiap pula untuk berangkat kesekolah.
" wa'aaikum salam, hati-hati ya sayang " jawab mama fanly.
Fanly lalu berangkat kesekolah bersama ian dengan mengendarai motor mereka masing-masing.
Disekolah guru yang mendampingi mereka, sudah menunggu mereka sejak jam 6:30, barulah mereka sampai jam 6:50 karna jarak dari rumah kesekolah memakan waktu 20 menit.
" kita latihan dulu " sambut ibu guru yang akan mendampingi mereka, setelah fanly dan ian sampai dikoridor sekolah.
__ADS_1
" ia pak " jawab fanly dan ian bersamaan.
Setelah latihan, fanly, ian dan guru pendamping bergegas ketempat diadakannya lomba.
Di gedung tempat diadakannya lomba, terlihat mama renata sudah duduk dikursi penonton untuk menyemangati fanly dan ian. Fanly yang melihat mamanya terkejut, tidak menyangka kalau mamanya akan datang, karna semalam fanly meminta mamanya untuk datang tapi mama renata menolak dengan alasan kurang enak badan.
" mama? " gumam fanly dengan wajah yang terheran melihat mama renata sudah dikursi penonton. Melihat ekspresi fanly, mama renata tersenyum sambil mengacungkan 2 jempol. " semangat " teriak mama renata.
Febrian yang melihat pemandangan tersebut merasa sedih namun masih bisa memperlihatkan raut wajah tersenyum. " kamu beruntung ly " batin ian.
" mama kamu ga datang ian ?? " tanya fanly.
" sibuk " jawab ian sambil tersenyum.
Lombapun dimulai, semua berjalan lancar tanpa kendala, Fanly terlihat sangat gagah dengan debatnya, ianpun nampak demikian, terlihat sangat memukau dengan pidatonya.
Kali ini, fanly dan ian kembali mengharumkan nama sekolah, mereka memboyong 2 piala sekaligus. Ibu guru pendamping dan mama renata terlihat sangat bangga dengan pencapaian mereka.
" selamat ya untuk kalian berdua " kata mama renata.
" iya tante,trimakasih " jawab ian.
__ADS_1
Akhirnya merekapun kembali kesekolah dengan rasa bangga. Ibu guru pendamping berkata kalau esok mereka akan mendapatkan piagam penghargaan atas keberhasilan mereka. Untuk itu, pihak sekolah meminta fanly dan ian mengundang orang tua mereka untuk datang kesekolah guna menyaksikan penyerahan piagam atas keberhasilan yang mereka capai.