
Hari-hari berikutnya berjalan seperti biasanya dan tanpa terasa fanly sudah mulai akrab dengan denia. Semua itu terjadi karna mereka terpilih menjadi perwakilan sekolah untuk mengikuti lomba fisika antar sekolah yang pada akhirnya membuat fanly dan denia sering belajar bareng untuk persiapan lomba.
Disamping itu, kak Riana juga mulai akrab pula dengan fanly. tak seperti kemarin-kemarin, biasanya para siswa yang mendekati kak riana, kali ini beda, kak riana yang selalu mencari cara untuk mendekati fanly meskipun ia tahu betul kalau fanly menyukai denia. Ia tidak pernah kehabisan cara untuk mendekati fanly. seperti halnya fanly yang sangat jatuh cinta pada denia, baru kali ini juga ia merasa sangat menginginkan seorang pria.
Di kondisi lain pula, kak randi juga merasa sangat tidak suka dengan sifat riana yang terkesan agresif mengejar pria apalagi itu merupakan adik kelasnya yang seharusnya dijadikan teman saja bukan pacar. Biasanya riana selalu mendengar sarannya menjauhi cowok, tapi kali ini berbeda, riana terkesan malah mengabaikan dan bahkan tidak mendengar saran dari randi. " kamu populer di sekolah, cantik dan mungkin semua cowok menyukaimu. dia adik kelas kita ri,, tak sepantasnya kamu mendekati dia. selama ini kamu terkesan elegan, masa! di masa-masa akhir sekolah kita, kamu meninggalkan kesan menjadi cewek agresif yang mengejar-ngejar adik kelas. adik kelas ri !! terkesan murahan riana " sekilas begitulah saran randi terhadap riana.
" aku suka sama dia, akupun yakin suatu saat nanti fanly akan mencintaiku dan meninggalkan rasanya untuk denia, baru kali ini aku menyukai seseorang se maksimal ini, aku ga akan biarin rasaku berlalu begitu saja tanpa meninggalkan kesan" kalimat ini selalu terngiang-terngiang dikepala randi dikala memberi saran pada riana. kalimat yang membuatnya tak bisa berkonsentrasi ketika menerima pelajaran dikelas dan belajar di rumah.
2 bulan lagi kelas tiga akan melakukan ujian nasional, randi tidak ingin lulus sendiri mrngingat riana akhir-akhir ini menurun prestasinya karna terlalu terobsesi memiliki fanly.
__ADS_1
*** *** ***
Hari perlombaan pun tiba, fanly dan denia harap harap cemas sekaligus deg-degan meskipun sejak SMP mereka telah sering mengikuti lomba dan menang, mereka masih merasa begitu deg-degan karna ini kali pertama mereka mengikuti lomba sejak menginjak bangku SMA.
" semangat fanly, ada denia disampingmu " canda ian menggoda fanly. terlihat wajah denia memerah, malu dengan ucapan ian.
" garing " balas fanly dengan mata melirik denia.
" Makasih ian motivasinya " balas denia tersenyun lembut.
__ADS_1
" ya allah, cantik sekali dirimu denia " batin fanly menatap denia.
tuut .... tuuuuut
tut ... tuuut
" ayo anak-anak kita akan berangkat " teriak pak ridwan, guru fisika yang akan mendampingi mereka mengikuti lomba.
*** *** ***
__ADS_1
perlombaan berjalan lancar, fanly dan denia mengikuti tahap demi tahap dengan sangat baik dan memuaskan. memang benar kata orang bijak " hasil tidak akan mengkhianati usaha" . tak sia-sia usaha mereka selama ini, fanly dan denia berhasil mengharumkan nama sekolah. Ini kali pertama SMA mereka meraih juara pertama dalam lomba fisika. selama ini hanya sekolah B lah yang menjadi juara bertahan dan kini pertahanannyapun runtuh dengan sekolah fanly.