
Tak terasa 2 minggu telah berlalu, Fanly dan kawan-kawan akan memasuki semester baru lagi dan akan bersiap untuk kenaikan kelas, kelas 12. Kelas penentuan lulus dan tidaknya mereka nanti.
Dihari pertama sekolah, fanly dan ian sudah bertempur dengan daftar-daftar kegiatan untuk mewujudkan visi mereka. Waktunya tidak lama lagi. Mereka tinggal menunggu beberapa bulan lagi untuk mewujudkan visi misi itu.
Ian sebagai wakil, sudah sangat sibuk dengan tugas yang diembankan ketua osis fanly untuknya. Sementara fanly, sibuk dengan rencana-rencana lainnya.
Sebagai tim yang solid, anggota osis lainnyapun sudah bahu membahu untuk membantu menyelesaikan
rencana yang akan dikejar hingga akhir masa jabatan muhammad fanly ramadhan, si ketua osis yang tampan dan murah senyum.
Kerja tim kali ini melibatkan para ketua kelas dan jajarannya. Fanly sadar, untuk mencapai visi misi bukanlah hal yang mudah. Perlu kerja keras dan kerja sama tim, untuk itu ia tak segan meminta kerja sama para ketua kelas, wakil dan juga para sekertaris hingga bendahara kelas.
Sesuai hasil rapat yang sudah dilakukan diawal sekolah, ketua osis fanly sudah membagi kelompok untuk masing-masing misi yang harus selesai sebelum semester ini. itu artinya tinggal beberapa bulan kedepan fanly dan ian sudah harus menyelesaikan visi misi mereka. Fanly juga sudah menjelaskan apa-apa saja yang harus disiapkan untul mencapai hasil yang baik dan berharap selesai dengan sempurna.
Entah itu kebetulan atau memang sengaja, fanly mengelompokkan ian dan khalisa disatu kelompok yang sama. Hal ini membuat ian seakan melayang-layang diudara setelah mendengar keputusan ketua osis, fanly. ia tak mungkin protes karna hal inilah yang ia harapkan. Hal yang akan selalu membuatnya betah berlama-lama jika rapat tentang menyelesaikan misi.
" itu berarti gue akan selalu liat wajah cantik khalisa disetiap harinya. hahayy fanly tahu aja.Tuhan, trimakasih sudah mengetuk pintu hati sahabatku itu untuk menyatukan gue dan khalisa disatu kelompok yang sama " batin ian dengan wajah semangat 45 dan senyum yang terus ditahan untuk mengembang agar tak nampak bahagia saat mengikuti rapat nama-nama kelompok penyelesai misi.
Beberapa minggu yang akan datang, ian akan terus bertemu khalisa untuk membahas misi dan apa-apa saja yang harus mereka siapkan untuk meraih hasil yang sempurna untuk misi ini.
*** *** ***
Denia berjalan menuju kantin bersama dela, ia tak sadar jika sedari tadi fanly mengikutinya dari belakang dan hendak ke kantin pula.
" akhir-akhir ini fanly sibuk banget ya del ? " kata denia memulai percakapan masih belum menyadari jika ada fanly dibelakang mereka.
" kenapa kangen ya ? " ledek dela memalingkan wajahnya melihat denia sambil menunjuk di 5cm wajah sahabatnya itu.
Sementara fanly tersenyum lucu mendengar perkataan denia yang berlanjut ledekan dela.
__ADS_1
" enggak, apaan sih del ? akhir-akhir ini dia selalu lambat kekantin. biasanya kita berempat selalu makan dimeja yang sama. gak seru " jelas denia dengan wajah sedikit lesu. Akhir-akhir ini fanly memang selalu sibuk dengan kegiatan osis sampai-sampai ia terus lambat makan dijam istirahat.
Denia dan dela masih terus berjalan dan masih belum menyadari jika ada fanly membuntuti dibelakang mereka dan mendengar percakapan.
" gue sih biasa aja. kan wajar namanya saja dia ketua osis pasti sibuklah. apalagi sekarang masa jabatannya akan segera berakhir jadi dia sibuk ngejar target-targetnya " jelas dela.
Ketika hendak mengikat tali sepatunya yang lepas, dela terkejut Tiba-tiba ada yang menabraknya dari belakang hingga membuatnya meringis kesakitan "aw" lalu berdiri dan berbalik melihat sipenabrak.
Mendengar ringisan dela, denia berbalik. Betapa terkejutnya mereka melihat fanly yang berdiri mematung memperihatkan giginya dengan senyum lebar sambil membuat tanda peace pada jarinya dan berkata " maaf ".
" Fanly ? " kata denia dan dela bersamaan dengan wajah melongo.
" sejak kapan lu disini ? " tanya dela memcah tanya dibenak mereka.
" Sejak mendengar ada yang merindukanku, tubuhku langsung hap berada disini " jelas fanly.
Dela tak kuasa menahan tawanya mendengar jawaban fanly yang menjelaskan dengan gurau sambil bergaya ala ninja yang menghilang. Sementara denia terlihat malu dengan pipi yang seketika memerah mendengar gurauan fanly. Bibirnya seakan terkunci,Ia tak tahu harus berkata apa. kakinya seakan berat melanjutkan langkahnya menuju kantin. " aduh, tadi dia dengar ga ya " batin denia sambil menggigit-gigit bibirnya.
" lagi sibuk diskusi dia. yuk kekantin " ajak fanly lalu menggandeng tangan denia yang terpaku tanpa kata. " apa kita akan tetap begini nia? hubungan tanpa status " batin fanly.
Denia sama sekali tidak melakukan perlawanan saat tangannya digandeng fanly. Ia terlihat biasa saja walau sebenarnya hatinya dag dig dug tidak menentu saat menikmati genggaman tangan fanly.
*** DILAIN TEMPAT ***
" Apa ada ide lain untuk misi ini ? " tanya khalisa setelah berbicara panjang lebar saat menjadi ketua dikelompok misi.
1 Anggota yang sekolompok memberikan usulan dilanjutkan dengan anggota yang lain. Khalisa mendengarkan dan menerima usulan yang dikeluarkan anggotanya. Sementara ian, ia tak mengeluarkan usulan sama sekali, ia hanya duduk sambil terus menatap khalisa dengan senyuman. " cantik banget sih lu de " batin ian.
" apa kak ian punya saran atau usulan ? " tanya khalisa yang membuat ian terkejut dari tatapannya. Jika fanly berada dalam diskusi saat ini, ia pasti akan tahu jika sebenarnya sahabatnya itu, menyukai khalisa, siputri sekolah. tapi ian sangat pintar menyembunyikan rasanya itu. didepan fanly ia berperilaku seolah-olah tak ada rasa. Tapi dibelakang fanly ia sangat menampakkan rasa sukanya pada khalisa bahkan didepan anggota sekalipun.
__ADS_1
" semua usulannya bagus " jawab ian sambil terus tersenyum.
" ga nyambung, yang ditanya apa ? yang dijawab apa ? " batin salah seorang anggota sambil menunduk menyembunyikan tawanya.
Khalisapun berpikiran seperti itu. " oh iya " jawab khalisa dengan senyum dibuat-buat " dasar aneh " batin khalisa yang risih melihat senyum ian yang terus mengembang dan sesekali khalisa mengangguk kala melihat ian yang masih menatapnya.
Diskusi selesai. Selanjutnya kelompok ian hanya akan menjalankan program dan kegiatan untuk mewujudkan misinya.
Saat diperjalanan ian menghentikan langkah khalisa dan bertanya tentang kejadian dihalte waktu itu.
" de, masih ingat kaka ga ? " tanya ian
Khalisa menghentikan langkahnya dan menjawab tanya ian dengan jawaban heran.
" emang sebelumnya kita perna ketemu ka ian? " tanya khalisa sopan.
Ian menjelaskan dengan pelan berharap khalisa akan mengingat kejadian itu. Padahal ianpun tahu kalau khalisa tidak akan mengingat kejadian itu. kejadian yang sebenarnya tidak terjadi apa-apa. kejadian yang hanya suasana hening tanpa suara. kejadian yang hanya di ingat oleh ian, karna disaat itu hanya ian yang terpaku menatap kecantikan khalisa. sementara khalisa tak memperhatikannya sama sekali, ia hanya serius menunggu jemputan hingga berlalu meninggalkan ian ketika jemputannya datang.
" sudah ingat? " tanya ian lagi yang makin membuat khalisa bingung dan berusaha mengingat-ngingat halte yang disebut ian namun ia sama sekali tidak mengingatnya karna merasa tidak pernah bertemu sama sekali dengan ian.
" enggak " jawab khalisa singkat dengan senyum aneh " duluan ya kak " pamit khalisa dengan langkah cepat meninggalkan kakak kelasnya itu.
" ya iyalah kamu ga ingat, kan cuma gue doang yang liatin kamu hehehe " gumam ian merasa lucu sendiri setelah kepergian khalisa.
**Hai para readers 😍😙
Moga kalian suka ya dengan karyaku ini. jangan lupa like n komennya ya 😊
happy reading 😘
__ADS_1
trimakasih 🙏
salam author**