
Semua terbawa suasana dengan suara fanly ditambah lagi wajahnya yang ganteng nan imut tak henti-hentinya menebar senyum walau sedang bernyanyi sekalipun ( ga kering tu gigi ?)😅. sampai sampai semua ikut bernyanyi tak terkecuali kak Riana yang nampak tak sedetikpun memalingkan pandangannya dari wajah fanly. apa ini pertanda dia suka sama bocah ingusan yang telah beranjak remaja??. entahlah
Seluruh sekolah tahu Riana andaira cewek berprestasi memiliki predikat hampir sempurna bahkan bisa dikatakan sempurna. Cantik, pintar, dari keluarga berada, baik pula. Namun kepopulerannya tidak serta merta membuat ia sombong tapi sebaliknya pembawaanya sangat baik dan ramah. Tak sedikit cowok yang mencoba mendekatinya namun tak sedikit pula yang patah hati dan harus menelan ludah karna penolakkannya. Hanya cowok beruntung yang mampu menaklukkan hatinya dan mungkin salah satu cowok yang akan beruntung itu Fanly.
Ketika semua mata tertuju pada fanly Lain halnya dengan kak Randi, matanya hanya tertuju pada riana, nampak sekali ia terlihat cemburu dan betapa tidak sukanya ia dengan pemandangan itu. selama ini ia selalu menyatakan perasaanya pada riana namun tak sekalipun Riana menyambut rasanya, Baginya randi hanyalah sahabat masa kecil dan akan selalu begitu.
Begitupun dengan Denia, terlihat raut wajahnya datar , tak menampakkan rasa kagum sama sekali, tak seperti peserta siswi yang terlihat kagum melihat permainan gitar dan suara fanly. sejak saat itu fanly menjadi cowok populer baru disekolah.
SAH dihari itu, hari terakhir Mos dan esok semua siswa baru akan mengenakan seragam putih abu-abu.
**Dirumah**
Sambil menata langit-langit kamar fanly tersenyum-senyum sendiri. " Mulai besok aku akan bisa liat denia terus " pikirnya, kebetulan pas jam pulang sekolah fanly melihat papan pengumuman pembagian kelas, ternyata ia akan sekelas bersama denia dan ian. Tuhan sangat baik terhadapnya karna mengabulkan doanya untuk sekelas bersama denia.
__ADS_1
" fanly, makan dulu sayang ". suara mama renata mengejutkan fanly yang sedari tadi melamunkan wajah denia.
" ia ma " sahut fanly membuka pintu kamar lalu menuju kedapur.
Memulai dengan mengambil nasi, fanly terlihat tak hentinya tersenyum hingga mengambil lauk, raut wajahnya tak berubah, masih saja tersenyum. ia tak sadar kalau yang di ambilnya bukan lauk melainkan jengkol yang tak ia sukai.
" sejak kapan nih anak suka jengkol ?? " batin mama renata. " hey, kamu kenapa sih,senyum senyum terus? " kata mama renata geram.
" kok ada jengkol dipiring aku ma??" tanya fanly heran.
" tanya tuh sama diri kamu sendiri " jawab mama renata dengan wajah sinis " apa kamu udah ?? " tanya mama renata dengam wajah yang seketika berubah dari yang sinis menjadi senyum penuh misteri.
" apaan sih ma ?? " jawab fanly dengan expresi wajah malu.
__ADS_1
" anak mama udah gede rupanya, cantik ga?? " goda mama renata menghentikan suapannya.
" cantik dong " ucap fanly santai lalu memasukkan suapan makanan ke mulutnya.
*** ***
Dikamar fanly mempersiapkan semua keperluan sekolahnya berharap esok akan menjadi awal sekolah yang indah.
Lain kisah dirumah ian. semua nampak senyap, tak ada komunikasi sama sekali, ibu sibuk dengan ponselnya sementara ayahnya sibuk dengan file yang dikirim dari kantor ke laptopnya. ian, seperti biasa nonton tv dengan chanel yang terus diganti karna tak ada satupun siaran yang membuatnya betah berlama-lama tanpa mengganti.
Randi dan Riana
__ADS_1