Tak Mudah Mengembalikan Rasaku Yang Dulu

Tak Mudah Mengembalikan Rasaku Yang Dulu
BAB 21


__ADS_3

20 menit diperjalanan, akhirnya mama renata, fanly dan ian sampai disekolah.


Terlihat disekolah sudah nampak ramai, karna memang waktu sudah menunjukkan pukul 7:20, artinya 10 menit lagi akan diadakan apel sekolah.


Setelah memarkirkan mobilnya, Mama renata bersama fanly dan ian, berjalan beriringan menuju lapangan untuk apel. Tak nampak kecanggungan diwajah fanly berjalan bersama mamanya, ia sangat terlihat santai.


Sementara semua mata tertuju pada mama renata, tak henti-hentinya fanly menebarkan senyuman khas dibibirnya. Sesekali adik kelas cewek menyapanya, dan dibalasnya pula dengan ramah.


" Emang fanly selalu seperti ini disekolah ? " bisik mama renata pada ian.


" iya tante, makannya setiap pulang sekolah giginya selalu kering " bisik ian kembali dengan candaan.


Mendengar jawaban ian, sontak membuat mama renata tertawa singkat. " dalam keadaan seperti inipun kamu masih bisa bercanda " batin mama renata sambil melirik ian dengan senyuman.


Fanly tak menghiraukan percakapan antara sahabat dan mamanya itu. Ia terus berjalan dengan sesekali tersenyum ketika berpapasan dengan siswa lain.


Bel apelpun berbunyi, Semua siswa bergegas menuju lapangan. Fanly dan ian yang sudah berada dilapangan, membuat barisan menunggu siswa-siswa lainnya. Sementara mama renata duduk dibangku yang berada dikoridor sekolah.


Kepsek Thofan keluar dengan membawa 2 piala lomba hasil pemenangan fanly dan ian kemarin. Nampak juga ibu guru pembimbing membawa 2 piagam penghargaan yang akan diserahkan pada ian dan fanly.


Semua murid telah berada dilapangan dan siap mengikuti apel, rutinitas setiap pagi.


pak kepsek mulai membuka amanatnya diapel pagi dan dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan untuk fanly dan ian.


Setelah mendapat panggilan dengan hormat dari pak kepala sekolah, mama renata berjalan kedepan untuk penyerahan piagam terhadap fanly.


Saat penyerahan piagam, terlihat raut wajah mama renata sangat bangga dengan pencampaian anaknya. terdengar aplos dari semua siswa yang berada diapel pagi saat penyerahan piagam untuk fanly yang diwakilkan oleh mamanya sendiri, mama renata.


Kemudian tibalah penyerahan piagam untuk ian, pak kepsek kembali memanggil orang tua yang mewakilkan, lagi-lagi mama renata berinisiatif maju kedepan untuk menerima piagam tersebut. Karna memang orang tua ian tidak akan datang.

__ADS_1


Sifat melow ian bergejolak lagi, Ian sangat terharu melihat tindakan mama renata kembali kedepan untuk menggantikan orang tuanya. ian kembali menahan air matanya yang seakan ingin jatuh. walaupun dikelas ian terkenal gokil, lucu dan gentleman. Namun ia memiliki sisi lain yang tidak diketahui teman-temannya selain fanly yaitu sifat melow.


" maaf pak, orang tua ian sedang ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal. mereka sudah mempercayakan saya untuk mewakilkan " jelas mama renata untuk pak kepsek.


Tanpa ragu dan bertanya, Pak kepsek thofan kembali menyerahkan piagam dengan raut bangga. Mama renatapun menerimanya dengan senyum ikhlas dan aplos dari peserta apelpun kembali terdengar.


Usai penyerahan piagam penghargaan dan apel pagi, mama renata pulang kerumah.


*** *** ***


Sepanjang perjalanan menuju kelas, tak henti-hentinya fanly dan ian mendapat ucapan selamat dari siswa lain. kini untuk kedua kalinya wajah fanly kembali terpampang nyata dimading dan pertama kalinya untuk ian sebagai siswa yang membanggakan sekolah dibidang akademis.


" selamat ya! " ucap denia saat fanly dan ian telah sampai dikelas diiringi dengan senyum manis dibibirnya.


" selamat buat siapa nih, gue atau fanly ? " canda ian.


Sementara fanly, hanya tersenyum mendengar candaan ian menggoda denia.


" walau dalam keadaan cemberutpun kamu masih terlihat cantik denia " batin fanly sambil menatap denia.


**** *** ***


Saat sampai di kompleks rumah, mama renata masih melihat keberadaan mama ian didepan rumah. beliau menghentikan mobilnya lalu menyapa mama ian yang terlihat sedang menunggu supirnya membersihkan mobil. Sambil membawa piagam penghargaan ian, mama renata berjalan mendekati mama ian.


Terlihat mama ian menatap dengan tatapan kosong. hingga ia tak menyadari kedatangan mama renata yang mendekatinya.


" hai jeng! " sapa mama renata yang mengejutkan mama ian.


" eh, jeng renata. udah lama ? " tanya mama ian yang terkejut ketika mendengar suara mama renata.

__ADS_1


" belum jeng, baru aja " jawab mama renata.


Mama ian menanyakan keberadaan ian pada mama renata. apakah ada ian disekolah dihari ini. pertanyaan terus berlanjut kepiagam penghargaan.


Lagi-lagi mama renata berbohong untuk memuluskan rencana ian, memberi sedikit kecemasan pada kedua orang tuanya dan berharap dengan cara ini kedua orang tua ian bisa berubah.


" ga ada jeng, tadi disekolah ada penyerahan piagam jadi saya mewakilkannya karna ga ada seorangpun yang datang. jeng kenapa ga dateng ? " jelas mama renata berlanjut kepertanyaan.


Mama ian hanya terdiam sambil tersenyum , tak bisa berkata-kata.


" jeng, kenapa ga dateng ? padahal kalau jeng pergi tadi, sekarang udah pulang " tanya mama renata kembali menjelaskan.


Mama ian kembali terdiam, ia hanya menebarkan senyuman yang seakan menyimpan luka.


Melihat mama ian yang tak menjawab apapun, mama renata menyerahan piagam penghargaan ian dan pamit dari hadapan mama ian yang terlihat sedih setelah menerima piagam penghargaan anaknya.


*** *** ***


Diperjalan menuju tempat arisan, tak henti-hentinya mama ian menatap piagam penghargaan yang digapai anaknya. ia merasa sangat bersalah tak bisa mengiyakan permintaan anaknya, ian. padahal hal tersebut tidak membutuhkan waktu seharian. ia mulai sadar kalau memang, selama ini ia tidak memiliki banyak waktu bersama ian. bahkan, malahan tidak memiliki waktu sama sekali. ia tersadar kalau selama ini, ia lebih mengedapankan arisan dari anaknya.


Selama ini, ian tidak pernah meminta apapun dari dirinya dan suaminya. Mama ian terus terbayang-bayang wajah ian, wajah yang sangat nampak kecewa ketika melihat perdebatan sengit antara ia dan suaminya ketika akan mengantarkan ian kesekolah. wajah yang sangat nampak kecewa ketika mendapat penolakan berkali-berkali ketika meminta sesuatu. Wajah yang menginginkan kehadiran orang tuanya namun tak pernah kesampaian.


Dimana anakku sekarang ?. apa yang ia lakukan sekarang ?. apa dia sudah makan ?. pertanyaan itu yang terus berkelana dikepalanya. tanpa sadar, air mata mama ian keluar membasahi pipinya.


pemandangan yang tak seperti biasanya terlihat dicermin kecil depan kemudi mobil. biasanya majikannya terlihat sibuk, entah itu berdandan atau memainkan ponsel dengan gaya gemulai ala ala syahrini. Hari ini supir mama ian tak melihat hal tersebut. yang terlihat hanyalah wajah sedih penuh penyesalan.


" kita akan kerumah siapa nya ? " tanya pak tarno, mengagetkan mama ian.


Pak tarno adalah supir baru dikeluarga ian. beliau baru bekerja selama 1 bulan. Hal itu merupakan keputusan dari mamanya. Perlu banyak pertimbangan hingga kedua orang tua ian kembali mempercayakan mobil mama ian kembali dikemudikan supir. Salah satu pertimbangannya adalah karna mama ian yang terkadang pulang malam dari pertemuan sosialitanya. Dan untuk berkendara sendiri didaerah kota besar, sangat tidak aman. Pernah sekali, mama ian hampir dirampok oleh begal, beruntung dewi fortuna masih berpihak padanya, beliau bisa kabur dari ancaman para begal.

__ADS_1


" kerumah jeng mita " jawab mama ian.


Mendengar instruksi dari majikannya pak tarno segera melajukan mobilnya ketempat tujuan. walau baru sebulan bekerja tapi pak tarno sudah hafal betul rumah-rumah teman sosialita mama ian.


__ADS_2