
" yah udah duluan, gue bilang tadi tungguin " gumam fanly saat keluar dari toilet.
Sambil mendengarkan musik menggunakan headphone, fanly melangkah menuju kelas. Sesekali ia memberi senyum saat berpapasan dengan siswa kelas lain dan adik kelas.
" ganteng banget sih " kata adik kelas cewek ketika melihat fanly melemparkan senyum sopan saat berpapasan dengan mereka.
sayang maafkan
kita harus putus
Tiru fanly ketika mendengarkan lagu band favoritnya, ungu.
Fanly terus melangkah dengan pandangan kebawah memperhatikan lirik lagu pada androidnya itu. Saat hampir masuk kelas, fanly tidak menyadari ada seseorang yang memanggilnya namun enggan menyentuhnya.
" kak ketos, kak ketos " teriak adik kelas yang sedari tadi menunggunya, khalisa. Sambil terus berusaha menyadarkan ketua osis agar mendengar teriakkannya, khalisa melambikan tangannya pada wajah fanly sambil terus memanggil namanya.
__ADS_1
Caranyapun berhasil. Fanly mulai menyadari ada seseorang yang memanggilnya. Segera ia melepas headphone pada telinganya dan melingkarkannya pada leher. Dengan senyum sopan fanly bertanya pada adik kelasnya itu, sigadis fisika.
" ada apa ? " tanya fanly lembut
" ngomongin apa sih mereka ? " batin ian bertanya dengan wajah santai namun hati gusar dan cemburu. ia ingin bergabung dan mendengarkan percakan itu namun ian tidak bisa, "tidak mungkin " pikirnya. berkali-kali ia meyakinkan dirinya untuk melangkah kedepan pintu untuk mendengarkan percakan fanly dan khalisa tapi berkali-kali pula kakinya menolak untuk berdiri, seakan-akan terbelelenggu oleh rantai. Kali ini ian merasa perdebatan sengit antara hati dan kakinya. Dimana hatinya sangat ingin menyapa fanly dan khalisa, tapi disisi lain kakinya sangat berat untuk beranjak dan melangkah. " okelah kaki kamu berhasil mengalahkan hatiku " katanya dalam hati dengan kesal.
Terlihat dari kejauhan, Khalisa meninggalkan fanly yang berbalik meninggalkannya pula sambil melangkah menuju bangkunya.
" ngapain khalisa ? " tanya denia lembut. Sebenarnya dari tadipun denia merasakan seperti yang dirasakan ian, penasaran dan cemburu. Ia takut kalau nantinya fanly berhenti menunggunya dan berbalik menyukai khalisa. Secara khalisa memiliki wajah yang cantik dan berprestasi pula. ditambah lagi, sekarang khalisapun menjadi salah satu primadona disekolah karna prestasi dan paras cantiknya serta pembawaan yang lembut, hampir samalah seperti denia.
" khalisa ? kenapa cemburu ya ? " ledek fanly, seakan mengetahui perasaan denia.
Dela tersenyum lucu mendengar ledekan fanly. Sementara denia cemberut karna kesal, bukannya menjawab pertanyaannya fanly malah menggodanya.
" Dia tadi datang buat nanya, apa pendaftaran putra putri sekolah harus dipasang dimading sekarang ? " jelas fanly setelah puas melihat pipi merah denia yang cemberut karna malu.
__ADS_1
Ian pura-pura tidak menyimak percakapan mereka padahal sebenarnya iapun ingin bertanya mengapa harus khalisa padahal itukan kerjaannya ketua kelas mereka.
" sebenarnya itu pekerjaan ketua kelas mereka tapi dia lagi sakit jadi tugasnya diambil alih khalisa karna kebetulan dia sekertaris kelas " jelas fanly kembali.
" oh gitu " batin ian yang merasa puas dengan penjelasan fanly.
Tak berselang lama, guru mata pelajaran masuk dan memberikan materi.
*** *** ***
" nia, sebenarnya lu suka ga sih sama fanly ? " tanya dela saat mengantar denia pulang.
" ga tau del. sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu, tapi ... " jawab denia datar.
" tapi kenapa ? " tanya dela penasaran sambil trus memperhatikan jalan tanpa melihat denia.
__ADS_1
" ga tau ah " jawab denia makin membuat dela penasaran.