Takdir Cinta Dinda

Takdir Cinta Dinda
Bagian 22


__ADS_3

Tak lama kemudian dosen datang kali ini jam kuliah nya Pak Daren.


"Baik anak anak segera kumpul kan tugas makalah kalian untuk presentasi saya undur minggu depan, dan hari ini ujian materi minggu kemarin" Ucap pak Daren


Skip


Jam istirahat pun di mulai Dinda dan Amel segera menuju ke taman. Amel lebih dulu bersembunyi di bawah pohon. Ternyata sesampai nya di taman orang tersebut sudah menunggu Dinda. Dinda terkejut ternyata adalah Kak Agung. Amel yang melihat ternyata Agung pun tak kalah terkejut nya.


"Dinda akhir nya kamu datang juga"


" I..iya kak ada apa ya maaf Dinda buru buru soal nya.


"Aku sebenar nya suka sama kamu Din, kamu mau nggak jadi pacar aku"


DEG


"Maaf kak Dinda gak bisa Dinda permisi dulu" Dinda segera meninggalkan Agung.


"Dasar playboy cap badak" Umpat Amel


Bukan Amel saja yang bilang jika Agung adalah playboy tetapi semua orang di kampus ini juga tau jika Agung adalah cowok play boy.


"SIALLLL ARRRRGGGH Baru kali ini gue di tolak cewek" Kesal Agung yang masih di taman.


Di tempat lain


"Bener loe tadi Din loe nolak dia daripada loe sakit hati"


"Hehehe gue pengen cari yang setia aja yang bisa sampek nikah gitu hehehe"


"Gue doain semoga loe gak jomblo lagi deh"


"Kayak loe punya pacar aja"


"Ya ini gue juga lagi cari cari"

__ADS_1


"Udah ah pulang yuk"


Dinda mengantarkan Amel dulu. sesampai nya di rumah Amel ternyata Bunda dan Ayah Amel tidak ada rumah.


"Din, mampir dulu yuk"


"Boleh deh"


"Ya udah kita makan siang dulu yuk"


Setelah makan siang Dinda dan Amel segera menuju ke kamar Amel.


"Bi tolong bawain camilan sama orange juice ke kamar ya" Ucap Amel kepada pembantu nya


"Baik non"


Di kamar Amel dan Dinda nonton drakor sampai tertawa cekikian. Sore hari Dinda pamit pulang ke rumah. Ternyata orang tua Amel belum juga pulang. Entah pergi kemana Amel juga tidak tahu. Sudah biasa bagi Amel ditinggal oleh ke dua orang tua nya.


"Din loe nggak nginap aja apa loe tinggal aja disini daripada loe sendirian"


"Ya udah hati hati ya"


SKIP


1 Tahun Kemudian


Hari ini hari libur semester Dinda memutus kan untuk pulang ke kota kelahiran nya. Dinda pulang mengguna kan kereta api. Ayah Dinda melarang Dinda pulang menggunakan kendaraan pribadi. Usaha Dinda di kota kelahiran nya juga semakin maju. Untuk toko baju nya ia menyerahkan kepada Mei untuk mengurus nya, Mei juga ingin kuliah Dinda tidak mempermasalah kan jika Mei kuliah sambil mengurus toko nya. Kebetulan ayah Dinda juga pulang karena ingin mengahadiri pernikahan anak sahabat nya. Setelah menempuh perjalanan 12 jam akhir nya Dinda sampai di kota kelahiran nya dan di jemput Pak Ujang.


"Pak ujang apa kabar" Ucap Dinda


"Baik non Alhamdulillah". Jawab Pak Ujang.


Setelah makan malam Dinda dan keluarga nya ber santai di ruang keluarga.


"Din nanti hari minggu kita ke rumah nya Teta, Teta mau nikah soal nya" Ucap Ibu Dinda

__ADS_1


"Teta, teta siapa bu"


"Kamu lupa Din Teta sahabat kecil kamu dulu waktu masih di kota M"


Ya dulu keluarga Dinda pernah tinggal di kota M sebelum Ayah Dinda mempunyai usaha di kota X Ayah Dinda bekerja di kota M. Disana Dinda mempunyai sahabat kecil ber nama Teta, Rizky dan Adi. Teta lebih tua 2 tahun dari Dinda, sedangkan Rizky seumuran dengan Dinda, Dan Adi lebih tua 8 tahun dari Dinda dan Dinda memanggil nya Mas Adi. Mereka terakhir bertemu waktu Dinda kelas 2 SMP.


"Oh iya ya Dinda ingat bu,Jadi dia mau nikah bu"


"Iya Din, Dia juga masih kuliah"


"Terus mbak Dinda kapan" Tanya adik Dinda


"Apa nya"


"Nikah nya"


"Apa an sih kamu kuliah aja belom tuntas malah nikah"


"Tidak apa apa nak menikah sambil kuliah kalau sudah ada calon nya" Jawab Ayah Dinda sambil terkekeh


"Apa an sih ayah Dinda gak punya pacar apalagi calon"


"Beneran ni tidak ada kalau ada ya di bawa pulang di kenalin dong" Goda Ayah Dinda


"Apaan sih Ayah, beneran kalau ada udah Dinda bawa pulang kali ya"


"Ya sudah kalau ada jangan lupa di kenalin"


"Iya iya"


Setelah berbincang bincang dengan keluarga nya. Dinda merasa ngantuk dan pergi ke kamar nya. Sesampai di kamar nya Dinda merebah kan tubuh nya di ranjang king size milik nya.


"Huh kangen banget gue sama kamar ini" Ucap Dinda.


Setelah itu Dinda tertidur. Pagi hari nya Dinda jalan jalan pagi bersama Ayah Ibu nya dan Adik nya mengelilingi komplek perumahan nya karena Dinda sudah lama tidak berkeliling komplek nya.

__ADS_1


__ADS_2