
Setelah itu Dinda minta tolong kepada bi sarmi untuk menebus obat di apotek.
Dinda kembali ke dapur dan membuat bubur untuk Adi.
"Non biar bibi aja ya" Ucap bi sarmi yang baru pulang dari apotek
"Tidak usah bi Dinda aja bibi kerjakan tugas yang lain aja"
"Baik non ini obat tuan"
"Iya bi terima kasih"
30 menit kemudian Dinda kembali ke kamar
"Mas bangun" Ucap Dinda sambil mengelus pipi Adi
Lalu Adi membuka mata nya
"Mas sarapan dulu ini Dinda udah bikinin bubur Dinda suapin yaaa aaaaaa"
Lalu Adi membuka mulut nya menerima suapan dari Dinda
"Mas minum obat nih"
"Makasih ya sayang udah ngerawat mas"
"Udah tugas Dinda mas, mas itu jangan capek capek kalau di bilangin istri itu nurut kenapa sih"
"Iya sayang"
"Udah mas istirahat lagi ya"
"Temenin"
"Iya Dinda temenin"
3 hari kemudian Adi sudah sehat dan sudah kembali dengan aktivitas kantornya. namun Dinda tetap cerewet kepada Adi. karena Dinda tidak mau kalau Adi drop lagi.
Malam hari pukul 22.00
"Mas udah dong leptopnya ayok tidur"
"Bentar yang nanggung"
"Mas aku nggak mau ya mas sakit lagi mas itu harusnya nurut apa kata istri mau sakit lagi emang ya sudah kalau masih mantengi laptop mas tidur di luar"
"Jangan dong yang iya iya ini mas matiin"
"Bagus"
Beberapa minggu kemudian
__ADS_1
Kehamilan Dinda sudah memasuki usia 3 bulan. hari ini Dinda dan Adi bersiap siap untuk ke kota tempat Adi berasal karena akan diadakan acara 3 bulanan disana. Orang tua Dinda juga sudah menunggu di sana.
"Gak usah bawa baju banyak banyak yang kan baju kita banyak disana"
"Emang baju punya aku disana masih muat mas lihat badan aku kan semakin gendut"
Karena nafsu makan Dinda yang semakin banyak membuat badan nya melebar.
"Oh iya ya yang ya udah nanti beli aja di sana"
"Gak mau Dinda bawa aja beberapa mas"
"Terserah deh"
"Mas badan aku semakin gendut ini gimana"
"Ya tidak apa apa yang kan kamu bawa nyawa anak mas, mau kamu gendut mas tetep cinta kok yang"
"Serius mas"
"Iya istriku sayang yuk berangkat"
Dinda dan Adi segera menuju ke bandara
2 jam ke mudian mereka sudah sampai di bandara kota kelahiran Adi. dan sudah di jemput supir keluarga Adi.
"Assalamuaikum" Ucap Dinda dan Adi bersamaan
"Ehh anak kita sudah datang"
Setelah cipika cipiki mereka makan siang. setelah makan siang mereka segera istrihat. setelah makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga
"Gimana Din kehamilan kamu apa masih mual" Tanya Ibu Dinda
"Udah nggak kok bu"
"Badan kamu udah gendutan Din tidak apa apa nak namanya orang hamil badan berubah gendut tidak apa apa" Ucap Mama Dinda
"Iya ma hehehe laper mulu mah"
"Namanya orang hamil Din, berarti kamu sudah harus siap siaga le"
"Pasti ma"
"Adik ipar mana bu gak ikut ya kok tidak kelihatan dari tadi mau Adi ajak main ps ini" Tanya Adi kepada ibu Dinda
"Adik kamu ujian le" Jawab Mama Adi
"Iya Di Dia ujian jadi tidak bisa ikut"
"Oh ya sudah deh"
__ADS_1
Keesokan harinya acara 3 bulanan di mulai. Mama Adi mengundang ibu ibu Yasinan komplek dan juga anak yatim piatu. setelah pembacaan Doa dilanjutkan makan makan dan juga pembagian santunan kepada anak yatim. pukul 15.00 acara telah selesai. Orang tua Dinda juga sudah kembali karena Adik Dinda di rumah sendiri. Malam hari Dinda ke halaman belakang dan melihat buah mangga muda tiba tiba liur nya menetes Dinda segera memanggil Adi
"Mas Adi" Panggil Dinda
"Iya sayang ada apa hmm"
"Mas Dinda mau mangga muda yang di halaman belakang rumah itu"
"Kamu nyidam pasti ini" Celetuk mama Adi
"Iya besok mas belikan ya"
"Dinda mau sekarang mas dan tidak mau mangga yang dibeli mau nya mangga yang dibelakang itu tapi mas Adi yang ngambil ya" Ucap Dinda sambil nyengir
"Besok aja yang ini udah malam"
"Gak mau ini kan yang minta anak kamu mas, lihat sayang papa kamu nggak mau ngambilin mangga buat kita" Ucap Dinda sambil mengelus ngelus perutnya
"Kamu itu gimana to Di istri kamu nyidam cepat kamu ambilkan mangga nya kamu mau anak kamu ileran"
"Tapi mah..."
"Adi ambilkan cepat papa tidak mau cucu papa ileran itu ada tangga kamu ambil pakai tangga namanya orang nyidam tidak kenal waktu" Tegas papa Adi
"Iya le kasian istri kamu itu lo"
Adi akhirnya pasrah dan mengambil mangga untuk istrinya. Demi sang istri malam malam ia rela memanjat pohon demi buah mangga muda.
"Yeay horee makasih mas" Senang Dinda saat mangga muda sudah
"Hmm" Jawab Adi lalu pergi ke kamar dan mandi kembali
Setelah itu Dinda mengupas mangga tersebut dan memakan nya
"Mama sama papa mau nggak enak loh ini"
"Udah sayang kamu makan aja ya kan pah"
"Iya Din kamu makan aja nanti kalau kurang itu di pohon kan masih"
Tiba tiba Adi datang dan duduk di samping Dinda
"Mas mau nggak enak loh ini"
"Coba yang aaaa" Jawab Adi lalu Dinda menyuapinya
"Asem yang"
"Asem apanya mas enak loh ini kok asem gimana sih nih nyaaam mantaaaap"
sedangkan orang tua Adi terkekeh melihat kelakuan anak dan menantunya itu. Adi bergeridik ngerti melihat Dinda yang memakan buah mangga muda itu dengan enak nya
__ADS_1