
Setelah itu mereka menuju ke meja makan tampak orang tua Dinda dan adik Dinda sudah menunggu.
"Pagi Ayah ibu adek" Ucap Adi
"Pagiiii" Ucap mereka bersamaan
Lalu Dinda mengambilkan sarapan untuk Adi layak nya istri mengambil kan untuk suami nya. setelah selesai sarapan Dinda membantu ibu nya memberes kan meja makan dan mencuci piring. setelah itu ia mengahampiri Adi yang tengah berbincang dengan Ayah nya Dinda juga membawakan kopi dan camilan untuk mereka sedang kan Adik nya Dinda entah kemana tidak tau rimba nya
"Mas Adi gak tidur lagi kalau mau tidur lagi tidak apa apa"
"Iya nak kamu kalau capek balik tidur lagi tidak apa apa" Ucap Ayah Dinda
"Tidak usah yah Adi gak ngantuk kok"
Setelah itu Dinda meninggal kan ayah dan Adi yang sedang berbincang bincang.
Sore hari Dinda dan Adi sedang duduk di teras depan rumah Dinda
Ting
GROUP Bar-Bar
Rahma :
Guys liburan nih kalian pada pulang kan reauni yuk kangen nih
Norma :
Boleh, kalau besok gimana soal nya nanti malem gue baru sampek nih
Rahma :
Iya tidak apa apa yang lain gimana nih, Dinda Anggi?
Anggi :
Gue mah ngikut aja orang gue di rumah teros kok
Dinda :
Boleh deh, nanti gue ajak yayang bebeb gue
Rahma :
Pacar loe ikut loe pulang Din
Anggi :
Wah wah ada yang mau sebar undangan kawin nih
Norma :
Gue kalah dah
Dinda :
Iya ikut kan udah lama kenal sama orang tua gue,
untuk nikah doain aja yaa hehe
Rahma:
Nah kok bisa kenal dimana
Dinda:
Bisa lah
Rahma :
Ya udah deh iya, besok janjian di cafe biasa aja.
Adi yang melihat Dinda fokus dengan ponsel nya pun merampas ponsel Dinda
"Chat an sama siapa sih hah, aku di samping kamu tapi kamu anggurin malah asyik sama ponsel kamu" Ucap Adi
"Mas kok diambil sih" Kesal Dinda
__ADS_1
"Lah kamu nganggurin aku"
"Tadi itu aku chat an sama temen SMA aku besok mereka ngajakin reauni kamu ikut ya mas aku mau kenalin kamu sama mereka"
"Boleh deh, emang kamu nggak malu"
"Malu malu kenapa emang" Jawab Dinda bingung
"Kan umur aku udah tua"
"Tua? mas mas cinta itu tidak memandang umur kita itu cuma beda 8 tahun loh buat aku nggak masalah kok, kalau aku malu sama umur kamu kenapa aku terima kamu kenapa aku bertahan sama kamu selama ini kenapa aku bisa sayang bisa cinta sama kamu"
"Hehehe iya juga sih kamu serius yang"
"Iya sayang aku serius jangan jangan kamu yang malu"
"Malu kenapa aku enggak malu aku bersyukur punya kamu kamu tau nggak kamu itu berlian berharga buat aku"
"Udah deh mulai lagi gombal nya"
"Serius yang gombal gimana sih"
"Iya iya percaya deh"
Malam hari
Setelah makan malam
"Mas jalan jalan yuk" Ucap Dinda kepada Adi
"Kemana yang"
"Ke taman aja mas ayuk lama Dinda gak kesana"
"Boleh deh ayo"
Setelah itu Dinda dan Adi bersiap siap lalu pamitan kepada orang tua Dinda
"Yah bu aku sama mas adi mau ke taman"
"Iya hati hati" Ucap mereka bersamaan
Hari semakin larut malam akhir nya Dinda dan Adi memutus kan untuk pulang.
"Mas mampir di minimarket bentar ya aku mau beli cemilan nih"
"Iya sayang"
Adi menghentikan motor nya di depan minimarket. lalu mengekori Dinda masuk dan memilih camilan
"Mas mau apa ambil aja ya pokok nya"
"Iya sayang"
Tiba tiba ada yang memanggil Dinda dan orang tersebut adalah Bagas
"Dinda kamu Dinda kan" Ucap Bagas
"Kamu" Jawab Dinda
"Dinda kamu apa kabar maafin aku ya aku mohon , aku mau kita seperti dulu"
"Maaf aku tidak bisa"
"Sayang udah belum" ucap Adi tiba tiba datang dan memeluk pinggang Dinda dengan posesif
"Oh udah yang ayo pulang" Jawab Dinda sambil menarik tangan Adi.
setelah itu mereka pergi ke kasir
"Biar aku aja yang yg bayar"
"Gak usah mas aku aja"
"Udah tidak apa apa"
Setelah selesai membayar Dinda dan Adi segera meninggalkan minimarket dan pulang ke rumah.
__ADS_1
Bagas masih terdiam di teras minimarket
"ternyata kamu sudah punya penggantiku din, aku yakin kamu masih mencintaiku aku akan merebutmu kembali ke padaku" Lirih Bagas yang mengira Dinda masih mencintai nya.
Sesampai nya Di rumah
Dinda langsung membawa camilan yang ia beli tadi ke rak dapur dan mengambil beberapa untuk di bawa ke kamar Adi dan Dinda.
Sesampai nya di depan kamar Dinda tiba tiba Adi ikut masuk Dinda ke kamar Dinda sambil menghimpit Dinda di tembok
"Siapa laki laki tadi" Ucap Adi menatap tajam Dinda
"Mas Adi"
"Jawab"
"Dia man...tan aku mas" Jawab Dinda
"Apa kamu masih mencintainya"
"Cinta hahahha iya itu dulu tapi dia menghianati aku, sekarang aku mencintai orang yang ada di depan aku ini" Jawab Dinda sambil tersenyum
"Kamu serius"
"Serius dua rius seribu rius malah"
"Terus tadi dia ngomong apa"
"Dia minta maaf dan mengajak ku kembali tapi aku belum menjawab karena kamu datang"
"Kalau aku tidak datang apa jawaban kamu"
"Tidak mau kembali tidak mau jatuh ke dalam lubang yang sama, dan juga karena aku sudah punya kamu"
lalu
CUP
Adi mengecup bibir Dinda lalu Adih meraih tengkuk dinda dan m******t bibir Dinda dengan lembut tanpa sadar Dinda membuka mulut nya dan membiar kan Adi menyelusuri setiap inci mulut nya. Setelah merasa Dinda kehabisan nafas Adi menyudahi ciuman mereka lalu memeluk Dinda.
"Terima kasih aku seneng mendengar jawaban kamu yang tidur lah selamat malam"
"Malam kembali" jawab Dinda
Keesokan hari nya
Pagi hari
Setelah bangun pagi Adi segera mandi dan mengahampiri Dinda yang tengah berbincang bincang dengan mei
"Pagi sayang" Ucap Adi sambil mencium kening Dinda
"Pagi apaan sih mas cium cium malu itu ada orang"
"Hehehe"
"Mas kenalin ini Mei temen aku rumah nya samping itu, ini yang ngurus toko aku sama cafe aku"
"Adi"
"Mei"
"Bentar bentar yang kamu punya toko punya cafe kok kamu nggak pernah cerita sama aku"
"Hehhehe maaf mas aku nunggu waktu yang tepat nanti aku ajak mas kesana deh"
"Hem"
"Eh mbak Dinda mas Adi aku masuk dulu ya soal nya nenek pasti nunggu aku mari mbak mas"
"Iya me"
"Iyaa" jawab Adi
Setelah Mei pulang
"Yang jalan jalan yuk keliling komplek sini" ucap Adi
__ADS_1
"Ayok mas"
Setelah itu mereka jalan jalan keliling komplek dan menuju taman komplek. lalu mereka duduk di bangku taman untuk istirahat