Takdir Cinta Dinda

Takdir Cinta Dinda
Bagian 9


__ADS_3

"Tumben ini ada apa ya" gumam Dinda. Ya hubungan Dinda dan Dimas semakin hari semakin dekat tetapi Dinda hanya menganggap Dimas sebagai teman dan tidak memiliki perasaan kepada Dimas. Saat sedang di dalam kelas Dimas sering mencuri curi pandang ke Dinda tetapi Dinda tidak mengetahuinya.


Keesokan harinya


Hari ini Dinda libur setelah ujian, setelah mandi Dinda memutuskan untuk jogging mengelilingi komplek perumahan Dinda, karena sudah lama tidak melakukan jogging keliling komplek.


"Pagi buk," Sapa Dinda kepada ibunya yang sedang membuat sarapan di dapur.


"Pagi nak, kamu mau jogging tumben" Jawab Ibu Dinda


"Hehe iya buk Dinda berangkat dulu ya buk"


"Iya nak hati hati"


Dinda akhirnya berangkat jogging dan tiba-tiba


"Mbak Dinda" Ucap sesorang


"Mei kapan loe pulang" Jawab Dinda sambil memeluk mei karena sudah beberapa tahun tidak bertemu dan tidak pernah ada komunikasi.


Mei adalah sahabat Dinda sejak kecil, umur Mei lebih muda satu tahun dari Dinda rumah mereka sebelahan kedua orang tua Mei dan Dinda juga sudah akrab, Mei dan Dinda sejak kecil sudah bersama sama, Akan tetapi beberapa tahun yang lalu Ibu nya Mei meninggal dunia karena sakit, Mei akhirnya ikut ayah nya pindah ke luar kota. karena rumah yang ditinggali mei dan orang tua milik orang tua Ibu Mei. Dan saat ini Mei kembali ke rumahnya dan tinggal bersama neneknya karena ayah nya menikah lagi dan Mei tidak mau ikut tinggal dengan ibu tirinya.


"Kemarin malem mbak, gue sekarang tinggal bersama nenek di sini mbak karena ayah menikah lagi gue tidak mau tinggal dengan ibu tiri disini juga nenek tinggal sendiri, gue juga mau pindah ke sekolah mbak Dinda tapi mbak Dinda udah mau lulus ya"


"Eh iya gue udah mau lulus ni, loe beneran akan kembali disini"


dan dibalas anggukan oleh Mei


"Bagus deh gue tidak kesepian lagi"

__ADS_1


"Hehehe, mbak Dinda mau jogging"


"Iya loe mau ikut"


"Boleh sudah lama kita tidak jogging bareng"


"Ayo kalau begitu"


"Oke gue ambil sepatu dulu ya mbak sama ganti baju mbak Dinda mungkin mau masuk dulu"


"Aku tunggu di luar aja Me"


Setelah Mei mengambil sepatu dan berganti pakaian Dinda dan Mei segera jogging mengelilingi komplek perumahan nya. sesampainya di taman komplek perumahan nya mereka beristirahat sebentar dan meminum air mineral yang mereka beli tadi.


"Me, pulang yuk gue lupa gue ada janji sama temen gue nanti kita lanjut lagi kan loe sudah di sini"


"Udah jangan Bagas bagas lagi mual gue dengernya"


"Loh kenapa emang mbak"


"Dia udah nyelingkuhin gue Me, dan gue tau di depan mata kepala gue sendiri, udah jangan bahas dia lagi males gue.


Semenjak kejadian itu Bagas tidak pernah menghubungi Dinda dan juga tidak bertemu. Dinda sudah bodo amat untuk masalah uang yang tempo hari di pinjam Bagas Dinda tidak mau mempermasalah kan kalau di kembali kan ya di terima kalau tidak ya sudah iklas karena Dinda tidak mau berurusan lagi dengan Bagas.


"Astaga tega banget itu orang"


"Udah biarin aja itu tanda nya Allah masih sayang sama gue, gue ditunjukin deh mana cowok baik mana yang tidak baik"


"Bener itu"

__ADS_1


Sesampainya di depan rumah Dinda


"Me, loe mampir dulu ya"


"Nggak mbak nanti aja gue kesini lagi ketemu Tante, salam ya buat tante.


"Ohh oke"


Dinda pun akhirnya masuk ke rumahnya


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


"Bu ibu tau nggak Mei udah disini lagi dan tinggal sama nenek nya sekarang"


"Benar kah kamu kapan ketemu Mei"


"Tadi, Dinda juga jogging sama Mei"


"Oh bagus deh kalau Mei di sini, kan kamu mau kuliah di kota B jadi ibu tidak kesepian dong, udah ah kamu cepetan mandi terus sarapan itu udah ibu siapin ibu mau ke pasar sekalian mampir ke Rumah Makan dulu adik kamu juga sudah berangkat"


"Iya buk, oh iya buk nanti Dinda mau keluar ada urusan bentar"


"Iya jangan lupa di kunci pintunya"


"Siap boooosss"


Dinda segera ke kamar nya dan mandi setelah mandi ia ke ruang makan untuk sarapan. Dinda sarapan seorang diri karena Ibu Dinda dan Adik Dinda sudah berangkat Ayah nya Dinda juga sudah kembali ke kota X. Ibu Dinda sebenarnya mempunyai usaha Rumah Makan akan tetapi sudah mempercayakan semua nya kepada asisten nya dan hanya datang sesekali saja untuk mengecek. Sedangkan ayah Dinda seorang pengusaha di kota X. Ibu Dinda, Dinda dan Adik Dinda tidak ikut ayah nya di kota X karena saudara mereka banyak yang berada di sini. Ayah Dinda pun tidak mempermasalahkan jika anak dan istrinya tinggal dikota A.

__ADS_1


__ADS_2