Takdir Cinta Dinda

Takdir Cinta Dinda
Bagian 48


__ADS_3

Tak lama kemudian pesanan mereka datang. Dinda dan Adi segera sarapan. selesai sarapan Dinda menyapu halaman rumah Adi


"Eh calon istri nya mas Adi ya mba"


"Eh iya bu"


"Perkenal kan saya bu Agus rumah saya samping sini"


"Saya Dinda bu"


"Oh mbak Dinda cantik sekali beruntung mas Adi nanti dapat calon istri cantik pagi pagi udah nyapu lagi"


"Hehehe iya bu"


"Ya sudah mbak Dinda saya permisi dulu mampir lah ke rumah saya mbak saya seneng sebentar lagi punya tetangga baru"


"Iya bu terimakasih nanti saya mampir ke rumah ibu"


"Bener yah saya tunggu lo mari mbak saya mau masak soal nya"


"Mari bu"


Setelah itu Dinda kembali melanjut kan acara menyapu nya dan juga menata bunga bunga di taman rumah Adi


"Aduh calon istri aku pagi pagi rajin banget sih"


"Hehehe iya dong mas"


"Makasih sayang udah bersihin rumah kita"


Tak lama orang suruhan Adi yang membawa barang barang Dinda sudah Datang. Dinda segera menata barang nya di kamar Adi. Adi tak masalah akan hal itu walaupun nanti kamar nya penuh dengan barang barang Dinda. Untuk sementara waktu rumah Dinda akan di kontrakan, orang tua Dinda tidak mempermasalah kan akan hal itu hal itu justru mereka berterima kasih kepada Adi kalau tidak ada Adi tidak tau lagi bagaimana dengan nasib Dinda.


Beberapa hari kemudian


Hari ini Dinda akan pulang ke kota kelahiran nya untuk mempersiap kan pernikahan nya dengan Adi. Dinda sengaja pulang seminggu sebelum pernikahan nya. sedangkan Adi akan pulang 3 hari sebelum pernikahan nya karena kesibukan Adi di Kantor.


Sesampai nya Dinda dan Adi di stasiun


"Kabari aku jika sudah sampai" Ucap Adi kepada Dinda


"Iya mas kamu hati hati sampai jumpa satu minggu lagi"


"Iya sayang aku sudah tidak sabar ingin menggempur kamu" Ucap Adi di telinga Dinda


"Dasar mesuuum huh"


Dinda mencium tangan Adi. lalu Adi mencium kening Dinda


"Hati hati aku pasti merindukan kamu"


"Iya sayang daaa"


12 jam kemudian Dinda sampai di kota kelahiran nya. Dinda sudah di jemput Ayah dan ibu nya


"Ayah Ibu" Ucap Dinda sambil mencium punggung tangan orang tua nya.


setelah itu mereka pulang menuju rumah nya. sesampai nya di kamar Dinda segera membersih kan tubuh nya, setelah itu Dinda mengambil ponsel nya dan menngabari Adi karena waktu sudah malam Dinda memutus kan untuk mengirim pesan saja ke Adi karena takut Adi sudah tidur


Dinda :


Mas, aku sudah sampai.


Dan ternyata Adi membalas pesan Dinda


Mas Adiku❤ :


Iya sayang alhamdulillah


Lalu tiba tiba Adi menelfon Dinda. Dinda segera mengakat panggilan dari Adi


"Halo calon suamiku kamu belum tidur?"


"Nggak bisa tidur aku yang, rindu"

__ADS_1


"Apaa baru juga beberapa jam nggak ketem"


"Rindu itu berat sayang"


"Iya aku tau, tapi lebih baik kamu istirahat sudah malam ini nggak baik loh nanti kamu sakit ingat sebentar lagi kita menikah"


"Iya sayang aku tidur ini byee"


"Byee"


Pagi hari mereka sarapan bersama di saat Dinda keluar dari kamar ia berpapasan dengan Adek nya


"Ciee calon pengantin nih" Goda adik nya


"Adek ihhh"


"Hehehe mbak mbak sarapan yuk"


Setelah sarapan Dinda hanya rebahan di kamar karena Dinda di larang orang tua nya melakukan pekerjaan rumah. Sedang kan Adi sedang menyelesaikan pekerjaan nya karena ia ingin tenang saat acara pernikahan nya tidak ada beban pekerjaan nya.


Beberapa hari kemudian


Rumah Dinda sudah mulai ramai oleh tetangga sekitar saudara Dinda juga sudah berdatangan. Tampak di depan rumah Dinda sudah di dirikan tenda karena memang acaranya di rumah tidak di gedung apa hotel.


Hari ini juga Adi akan pulang ke kota nya dia pulang bersama Andre. karena Andre lah yang akan menjadi saksi di saat pernikahan nya. Sebelum pulang Adi memberi kabar Dinda


Mas Adiku❤:


Sayang, aku pulang hari ini jadwal pesawatku pukul 14.00


Dinda :


Iya mas hati hati see you


Mas Adiku❤:


Udah kangen ya


Dinda :


Mas Adiku❤:


Sabar sebentar lagi kita bertemu


Dinda :


Iya jangan gugup jangan salah nyebut nama aku


Mas Adiku❤:


Tenang aja sayang aku tidak akan salah


Setelah bertukar pesan dengan Adi, Dinda segera bergabung dengan keluarga nya yang datang dari luar kota


"Nah ini calon manten e" Goda adik ibu Dinda


"Ahh bulek"


"Nggak nyangka ya dulu kecil nya aku gendong gendong eh sekarang sudah mau nikah aja" Ucap Bude Nanik


"Udah ketemu jodoh nya kok bude" Jawab Dinda


"Gimana Dek apa kamu gugup" Tanya mbak via


"Pasti mbak"


"Mbak Dinda selamat ya sebentar lagi jadi calon istri nih" Ucap Mei


"Terima kasih me semoga cepet nyusul ya"


"Amiin amiin amiin ya allah"


Sore hari Dinda menghampiri ibu nya yang sedang di dapur

__ADS_1


"Ibu Dinda bantu apa ini"


"Tidak usah ibu sudah bilang kan Din calon manten tidak boleh ini itu udah mending kamu ke kamar aja, nanti ibu panggil makan malam"


"Yaah ibu"


Dinda akhir nya pasrah dan pergi ke kamar nya sesampai nya di kamar Dinda mengambil ponsel nya dan video call Adi


Tut tut tut


"Halo sayang" Ucap Adi


"Halo mas aku bosen nih aku nggak boleh ngapa ngapain cuma boleh makan sama rebahan doang huh"


"Hahahhaa sama aja yang aku juga gitu udah di nikmati aja sayang ku"


Setelah video call dengan Adi Dinda segera mengambil laptop nya dan nonton drakor


Tok tok tok


"Dindaaa makan dulu nak" Ucap ibu Dinda


"Iya bukkkk"


Setelah itu Dinda menuju ruang makan disana juga sudah banyak anggota keluarga nya. setelah makan malam Dinda kembali ke kamar nya.


Hari ini adalah hari terakhir Dinda berstatus lajang. karena besok status Dinda akan berubah menjadi seorang Istri. malam hari Dinda gugup jantung nya berdetak sangat kencang. Hari ini Norma Anggi dan Rahma juga sudah datang di rumah Dinda. mereka menginap ingin menemani Dinda.


"Eh gila loe nikah duluan nggak nyangka gue" Ucap Rahma


"Hehehe udah ketemu jodoh nya nih"


"Semoga ini yang terbaik buat loe Din semoga loe selalu bahagia" Ucap Anggi


"Jangan lupain kita ya nanti" Ucap Norma


mereka berempat akhir nya berpelukan.


Tok tok tok


"Mbak ada teman mu keluar lah" Ucap adek Dinda


"Teman siapa" lirih Dinda


"Udah mending loe liat aja siapa tau penting"


"Ya udah deh"


Dinda segera keluar kamar nya dan ternyata yang datang adalah Amel.


"Ameellll makasih udah datang" Ucap Dinda sambil memeluk Amel


"Yaelah loe kan sohib gue"


"Nak Amel sudah makan nak" Tanya ibu Dinda


"Sudah bu tadi di bandara"


"Ya sudah bawa Amel ke kamar kamu Din, biar dia istirahat bersama teman teman mu"


"Yuuuk mel, ke kamar gue gue kenalin loe sama temen temen gue"


"Ayok"


Sesampai nya di kamar


"Guys kenalin ini temen gue nama nya Amel"


"Amel"


"Norma"


"Rahma"

__ADS_1


"Anggi"


Baru beberapa menit Amel sudah akrab dengan teman teman Dinda semasa SMA. hari semakin larut mereka ber lima memutus kan untuk tidur di kamar Dinda dengan menggelar karpet karena mereka ingin tidur di lesehan menikmati kebersamaan


__ADS_2