
Setelah selesai makan siang akhir nya Dinda santai santai di ruang kerja Adi sambil bermain game di ponsel nya sedang kan Adi sudah kembali berkutat dengan pekerjaan nya.
"Yang kamu di sini aja dulu ya nanti pulang nya bareng aku temenin aku biar aku semangat"
"Pantes tadi nyuruh aku naik taksi online"
"Hehehe mau ya yang"
"Iya".
Tiba-tiba
"Yang" Panggil Adi kepada Dinda. Dinda pun menoleh ke arah Adi.
"Sini" ucap Adi sambil menepuk nepuk paha nya untuk meminta Dinda duduk di pangkuan nya. Dinda pun berjalan ke arah Adi. Setelah Dinda sampai di dekat tempat duduk Adi, Adi langsung menarik tangan Dinda akhir nya Dinda duduk di pangkuan Adi. Adi langsung memeluk Dinda dengan erat
"Mas kamu jangan macem macem ya ini di kantor loh nanti kalau karyawan kamu masuk gimana" Ucap Dinda
"Nggak ada pintu nya kan udah aku kunci" Jawab Adi
Daaan
CUP
Adi mengecup bibir merah Dinda
"Frist kiss aku" Lirih Dinda sambil memegang bibir nya
"Benar kah sayang" Tanya Adi dengan senyuman
Dinda hanya menganggukan kepala nya
"Berarti kita harus melakukan yang lebih lagi" Ucap Adi
__ADS_1
Adi langsung meraih tengkuk Dinda dan ******* bibir merah Dinda karena ini yang pertama bagi Dinda Dinda pun bingung harus bagaimana. sedang kan Adi yang merasa Dinda hanya diam saja dan kaku menyakini bahwa ini memang ciuman pertama Dinda. Adi terus ******* dan menghisap bibir dinda dengan lembut
"Buka mulut mu sayang" Ucap Adi. Dinda pun menuruti permintaan Adi. Adi semakin kuat meraih tengkuk Dinda memperdalam ciuman mereka Adi menelusuri setiap inci mulut Dinda bertautan lidah dan bertukar Air liur. sedang kan Dinda sudah kehabisan nafas lalu memukul mukul dada bidang Adi. Adi yang merasa Dinda kehabisan nafas segera melepaskan ciuman tersebut
"Kamu mau bunuh aku ya mas" Ucap Dinda yang masih terengah engah
"Mana ada seperti itu, habis nya manis banget yang" Jawab Adi
Adi melanjutkan pekerjaan tadi dengan Dinda masih tetap berada di pangkuan Adi. Tangan Dinda terus bermain berputar putar di dada bidang Adi dengan kepala menyandar bahu Adi
"Yang tangan kamu lagi goda aku ya, jangan salah kan aku ya kalau aku nanti bisa khilaf" Goda Adi
"Apaan sih kamu mas dasar mesum" Jawab Dinda sedangkan Adi hanya terkekeh mendengar ucapan Dinda
"Mas, liburan semester nanti aku mau pulang"
"Kamu gak ada niat buat ngajak aku gitu yang"
"Mau lah sekalian ketemu calon mertua"
"Kan udah sering ketemu udah kenal lagi"
"Beda lah yang"
"Beneran kamu mau ikut aku mas, terus kerjaan kamu gimana"
"Kan ada Andre yang biar dia yang handle"
"Ya sudah deh mas, naik kereta ya aku lebih suka naik kereta loh biasa nya aku naik kereta kalau pulang"
"Nggak pesawat aja yang biar cepet"
"Nggak mau kalau kamu mau naik pesawat nggak apa apa aku bisa sendiri"
__ADS_1
"Ya ya ya naik kereta ya kereta yang tapi nanti pulang nya mampir ke rumah orang tua aku ya nanti aku ajak kamu jalan jalan di kota ku" Akhir nya Adi mengalah
"Boleh mas, tapi aku takut"
"Takut, takut kenapa emang" Jawab Adi sambil menyringatkan dahi nya
"Takut eh bukan takut tapi gugup ketemu orang tua kamu"
Sedang kan Adi hanya terkekeh mendengar ucapa Dinda
"Yang yang kamu itu ya udah kenal sama orang tua aku masih juga takut udah kamu tenang aja"
Dinda hanya nyengir mendengar perkataan Adi.
"Nanti biar Andre pesanin tiket kereta api buat kita"
"Iya"
Jam menunjukan pukul 14.00 Wib. Adi harus segera meeting dengan beberapa devisi perusahaan nya.
"Yang aku meeting dulu ya gak lama kok cuma 30 menitan"
"Iya mas"
"Kamu istirahat di kamar aja ayo sini"
Dinda mengikuti Adi menuju kamar di ruang kerjanya
"Udah kamu tidur aja nanti aku bangunin kamu"
Dinda akhir nya membaringkan tubuh nya di ranjang kamar ruangan Adi. Tak butuh lama Dinda sudah masuk ke dalam alam mimpi karena memang ia merasa capek. setelah 30 menit Adi sudah selesai meeting dan kembali ke ruang kerja nya lalu menuju kamar di ruangan nya
"Ternyata kamu lagi tidur, kamu pasti capek maafin aku gara gara aku minta nungguin kamu, cantik manis banget kalau tidur gini" Lirih Adi sambil menyibak kan rambut Dinda yang menutupi wajah nya lalu mengecup kening dinda dan tak lupa bibir tipis merah Dinda lalu Adi membaring kan tubuh nya di samping Dinda sambil memeluk Dinda dengan posesif lalu tidur menuju alam mimpi.
__ADS_1