
Setelah puas mengobrol dengan ibu nya Dinda menutup telfon nya tapi ia melihat pesan Adi yang berurutan. Dinda ingin membalas tiba tiba Adi menelfon nya
"Halo mas Adiku sayang" Ucap Dinda
"Kemana aja kamu hah, online tapi nggak balas pesan aku, aku telfon kamu berada dalam panggilan lain telfon nan sama siapa kamu hah, telfon sama cowok lain hah awas kamu berani macem macem" Ucap Adi penuh curiga
"Kalau nanya satu satu dong mas bingung aku jawab nya, aku tuh habis telfonan sama Ibu aku kamu curiga muluuuuu sama aku"
"Kamu serius nggak sama cowok lain kan"
"Nggak ada mas adi ku tersayang kamu aja satu nggak habis habis kok mau cari yang lain"
"Hemmmmmmmmm"
"Udah curiga nya"
"Hehehe maaf yang habis nya aku takut"
"Hemmm"
"Kamu udah bilang yang kalau aku mau iut kamu pulang"
"Udah mas"
"Trus"
"Ya gapapa lah seneng malahan"
"Benar kah".
"Iyeeeeessss.
Di kota lain
Bagas mantan kekasih Dinda sedang uring uringan karena mendapati Fina hamil dengan pria lain,
"Dengan siapa kamu melalukan hah jawab" Bentak Bagas
"Ba baim" Jawab Fina gugup
"Siapa Dia"
"Temen aku waktu aku di club"
"Kamu selama ini pergi ke club tanpa sepengetahuan ku gitu haaa"
"Iya maafin aku aku di jebak"
"Aku gak perduli lagi mulai sekarang kita PUTUS jangan pernah ganggu aku lagi"
"Bagas aku mohon aku sayang sama kamu" Ucap Fina sambil berlutut kepada Bagas
"Cukup kalau kamu sayang sama aku kenapa kamu tega sama aku haaaa"
"Aku di jebak"
"Sudah lah aku tidak mau mendengar alasan kamu lagi kita putus"
Bagas lalu pergi meninggalkan Fina. Entah kemana tujuan nya ia tidak tau, tiba tiba ia teringat Dinda
"Apa mungkin ini karma untuk ku" Lirih Bagas sambil mengacak ngacak rambut nya frustasi
" Dinda maafin aku, kamu di mana sekarang Din aku merindukan mu maafin aku". Gumam Bagas
"Hah bodoh bodohhh dulu kenapa aku lebih memilih Fina dari pada Dinda hah"
"Aku akan cari kamu Dinda"
Liburan semester tiba
Pukul 14.00 Adi dan Dinda sudah berada di stasiun di Antar Andre. beberapa menit kemudian kereta yang akan di tumpangi Adi dan Dinda. Setelah menempuh hampir separo perjalanan Dinda menyenderkan kepalanya di lengan Adi sedangkan Adi masih asyik bermain game di ponsel nya
"Yang kamu ngantuk" tanya Adi
Dinda hanya menganggukan kepalanya
"Tidur aja nanti aku bangunin"
Dinda pun terlelap, setelah menempuh perjalanan kurang lebih 12 jam akhir nya mereka sampai di kota kelahiran Dinda
"Yang bangun udah sampai" Ucap Adi sambil menepuk pipi Dinda
__ADS_1
"Benar kah mas"
"Iya sayang"
Setelah itu mereka turun dari kereta api dan menuju luar stasiun. Nampak Ayah dan Ibu Dinda sudah menunggu di ruang tunggu
"Assalamualikum" Ucap Adi dan Dinda bersamaan
"Walaikumsalam"
"Ibu" Ucap dinda sambil menyalami ibu nya dan memeluk nya
"Ayah"
"Om" Ucap Adi sambil menyalami Ayah Dinda
"Udah gede ya kamu sekarang Adi apa kabar kamu"
"Baik om alhamdulillah"
"Tante"
"Apa kabar tante"
"Baik baik nak Adi"
"Ayo kita pulang nanti aja kangen kangenan nya dirumah" Ucap Ayah Dinda
Setelah itu mereka meninggalkan stasiun dan menuju rumah Dinda. setelah beberapa menit akhir nya mereka sampai di rumah Dinda
"Kangen banget sama ini rumah, ibu Adek mana"
"Mbak Dindaaaaa" teriak Adik Dinda lalu menghampiri Dinda
"Hay apa kabar kamu"
"Baik mbak, oh iya ini kakak ipar ya" Ucap Adik Dinda sambil menyalami Adi
"Eh iya kamu apa kabar dek" Ucap Adi
"Baik mas, eh mas nanti main PS sama aku ya"
"Sudah sudah Nak Adi Dinda kalian istirahat dulu pasti capek, Dinda antar Adi ke kamar tamu ya"
"Iya bu, ayok mas"
"Saya ke kamar dulu om tante"
"Jangan panggil om sama tante dong panggil ayah sama ibu ya seperti Dinda" Ucap Ayah Dinda diangguki ibu Dinda
"Eh iya a...ayah ibu" ucap Adi gugup karena baru pertama kali
"Udah ayok masss" ucap Dinda sambil menarik tangan Adi.
Lalu Dinda mengantar kan Adi ke kamar tamu yang berada di samping kamar Dinda
"Nah ini kamar kamu, kamu tidur di sini mas, kamar aku di samping kamu, sekarang kamu tidur jangan lupa bersih bersih dulu oke" Ucap Dinda
"Iya sayang" Jawab Adi
Cup
Cup
Adi mencium kening dan bibir Dinda
"Ih mas apaan sih dasar mesum" Kesal Dinda
"Hehe selamat tidur sayang semoga mimpi aku"
"Udah udah aku ke kamar dulu bye"
Setelah itu Dinda meninggal kan kamar Adi, Lalu menuju kamar nya
"Uhh rindu banget sama kamar ini" Lirih Dinda lalu menuju kamar mandi untuk bersih bersih lalu mengehempas kan tubuh nya ke ranjang untuk istirahat
"Ahhh ranjang ku tersayang i miss you"
Pagi Hari
Pukul 05.00 Dinda sudah bangun lalu mandi setelah itu ia menuju ke dapur untuk membantu ibu nya membuat sarapan
__ADS_1
"Pagi bu"
"Eh pagi Din"
"Ibu masak apa untuk sarapan"
"Nasi goreng sama omlet gimana Din"
"Emm boleh aku rindu nasi goreng ibu ya udah Dinda bikin omlet nya ya bu"
"Iya Din"
"Ibu itu kangen Din masak bareng gini gak ada kamu sepi banget rumah ini"
"Oh ya bu masak iya" jawab Dinda sambil nyengir
"Kamu itu ya orang tua lagi ngomong serius malah bercanda"
"Hehehe"
Setelah selesai memasak Dinda menghidang kan sarapan di meja makan sedang kan ibu nya mencuci peralatan masak yang di gunakan tadi
"Din, kamu bangunin Adi gih suruh sarapan dulu kalau masih capek nanti habis sarapan tidur lagi tidak apa apa yang penting sarapan dulu ibu mau bangunin ayah dan adek kamu" Ucap ibu Dinda
"Iya bu"
Setelah itu Dinda menuju kamar tamu yang ditempati Adi
Tok tok tok
Dinda mengetuk pintu namun tidak ada jawaban dari Adi. lalu Dinda meraih gagang pintu
"Oh gak di kunci ternyata"
Lalu Dinda menghampiri Adi yang masih terlelap dalam mimpi
"Mas Adi bangun" ucap Dinda sambil menepuk nepuk pipi Adi
"Bangun mas sarapan dulu nanti tidur lagi"
Namun tidak ada jawaban dari Adi
"Huh dasar lagi tidur aja cakep gini" ucap Dinda
Tiba tiba Adi membuka mata nya sebenar nya Adi sudah bangun hanya saja ia ingin mengerjai Dinda
"Kamu bilang apa kamu tadi yang" Ucap Adi tiba tiba
"Ih kamu udah bangun" Jawab Dinda
"Dari tadi sih hahaha"
"Huh dasar ayok sarapan dulu nanti tidur lagi"
"Iya"
CUP
Adi mengecup bibir merah Dinda
"Morning kiss sayang" Ucap Adi
"Apaan sih kamu mas masih pagi udah mesum gak jelas" Kesal Dinda
CUP
CUP
CUP
lagi lagi Adi mengecup bibir Dinda
"Huh" Ucap Dinda sambil memukul dada bidang Adi
"Bibirmu candu ku sayang manis sekali" Ucap Adi
"Udah ah ayok sarapan ayah sama ibu sudah nunggu"
"Iya iya mari"
Setelah itu mereka menuju ke meja makan tampak orang tua Dinda dan adik Dinda sudah menunggu.
__ADS_1