
Keesokan hari nya
Dinda dan Adi duduk di balkon kamar Dinda sambil menikmati kopi dan juga susu coklat kesukaan Dinda. maklum lah pengantin baru pengen nya ya di kamar mulu.
"Yang aku nggak nyangka loh kamu bakal jadi istri mas"
"Sama aku juga nggak nyangka mas"
"Karena kamu tau sendiri kan kita nggak pernah komunikasi jarang ketemu beda kota ya walaupun orang tua kita sering komunikasi, mas suka kamu seber nya sudah lama dari kita masih kecil"
"Terus"
"Ya terus Alhamdulillah kita ketemu lagi dan mas beranikan aja minta nomor ponsel kamu eh kamu nya baik langsung di kasih nggak nyangka juga kamu kuliah di kota tempat aku kerja"
"Memang udah jodoh deh kayak nya"
"Iya lah jodoh tidak kemana"
"Yang mas boleh nanya nggak"
"Nanya ya nanya aja mas"
"Sebelum sama mas kan kamu sama Bagas sebelum sama Bagas apa kamu pernah pacaran"
"Nggak pernah brengsek itu cinta pertama aku dan kamu itu cinta terakhir aku"
"Jangan pernah tinggalin mas ya sayang menua bersama pokok nya"
"Tidak mungkin itu terjadi"
"Serius yang"
"Iya suami aku tersayang"
Karena hari semakin gelap mereka masuk ke kamar mereka. Tiba tiba Adi memeluk Dinda dari belakang dan menciumi leher Dinda serta menghisap nya
"Hmm mas geli tau mas" Ucap Dinda
Namun Adi tidak memperdulikan ucapan Dinda ia terus menjilati leher Dinda sedang kan tangan sudah sudah m*****s d*** Dinda.
"Ahgghhh mas" Ucap Dinda
Tok tok tok
Tok tok tok
Dinda dan Adi tidak mendengar jika ada yang mengetuk pintu kamar nya
"Dindaaaaaaa"
"Dinda ini ibuk Dindaa"
__ADS_1
Tok tok tok
"Mas Ada yang ketuk pintu seperti nya ibu"
Ucap Dinda
Tok tok tok
"Dindaaaa nak Adiiiii"
Adi segera menghentikan aktivitas nya
"Ahh ibu anak lagi ***-*** malah di ganggu aja"
"Sudah kamu buka aja mas, nanti kan bisa di lanjut"
"Serius ya sayang double pokok nya"
Adi segera berjalan menuju pintu kamar dan membuka nya . sedang kan Dinda membenar kan baju nya yang sudah berantakan karena ulah suami nya tadi.
"Ada apa ibu" Tanya Adi
"Dinda mana nak" Ucap Ibu Dinda
"Ada apa buk" sahut Dinda mendekati ibu nya
"Ada tamu mencari kamu kamu dan nak Adi keluar ya"
"Lihat saja mari kesana"
Dinda dan Adi akhir nya berjalan menuju ruang tamu sesampai nya di ruang tamu betapa terkejut nya Dinda karena yang datang adalah Bagas dan Ibu nya. Sedang kan Adi sudah mengepal kan tangan nya menahan amarah nya.
"Mau apa kesini lagi brengsek" Batin Adi
Adi dan Dinda segera duduk di sofa ruang tamu nya tanpa menyalami Bagas dan Ibu nya. karena Dinda ingat akan kata kata Ibu nya Bagas dulu. Orang tua Dinda juga ikut duduk di sana. Sedang kan keluarga yang lain nya sudah di kamar mungkin karena keluarga Dinda yang dari luar kota belum pulang karena masih ada acara ngunduh mantu di rumah Adi mereka semua menginap di rumah Dinda.
"Dinda apa kabar nak " Ucap Ibu Bagas
"Sudah bu mending to the point saja" Jawab Dinda datar
"Dinda ibu ke sini mau minta maaf dan juga ibu ke sini ingin melamar kamu untuk Bagas"
"APAAAAAAA" jawab Dinda Adi dan orang tua Dinda bersamaan. mereka terkejut
Orang tua Dinda tidak tahu jika kedatangan mereka ingin melamar Dinda. karena mereka bilang hanya ingin bertemu dengan Dinda. Sedangkan Adi sudah menahan Amarah nya. Dinda tau jika Adi sedang marah Dinda memberi kode kepada Adi untuk diam dulu.
"Saya sudah menikah dan ini adalah suami saya bu" Jawab Dinda sambil memegang lengan Adi
"Jangan bohong Dinda kamu tidak mungkin jika sudah menikah" Ucap Ibu Bagas
"Iya Dinda aku tau kamu akan menikah dengan dia tapi kan baru rencana belum terjadi aku tau kamu masih mencintai aku kan"
__ADS_1
"Kurang ajar kamuu" Ucap Adi yang hendak memukul Bagas namun di cegah oleh Dinda
"Anak saya sudah menikah jadi mohon maaf kita tidak menerima lamaran ini"
"Saya tidak percaya, karena ini pasti hanya akal akalan kalian saja supaya menolak Bagas" Ucap Ibu Dinda
"Baik lah anda mau bukti" Ucap Dinda sambil tersenyum kecut kepada Bagas dan ibu Bagas
"Iya kita mau bukti" Jawab Ibu Bagas
"Suamiku sayang bisa minta tolong ambil kan buku nikah kita di kamar" Ucap Dinda kepada Adi. Dinda sengaja menekan kan kata suamiku sayang di depan Bagas dan Ibu nya.
"Baik lah istri ku" Jawab Adi dan segera menuju ke kamar
Tak lama kemudian Adi sudah keluar dari kamar dan menyerah kan buku nikah kepada Dinda
"Ini sayang"
"Terima kasih sayang"
"Bisa anda lihat kan ini buku pernikahan kami, itu juga ada foto pernikan kami jadi sudah jelas kan saya sudah menikah saya tidak mungkin meninggal kan suami saya karena suami saya lebih baik dari anak anda yang brengsek ini jangan pernah berfikir saya masih mencintai anak anda itu salah besar karena saya hanya mencintai suami saya. jadi lebih baik silah kan anda pulang saja ini sudah malam kami ingin istirahat" Ucap Dinda sambil menunjuk jari ke arah foto pernikahan nya di Dinding. untung tadi orang tua Dinda memasang foto pernikahan Dinda dan Adi di dinding yang sudah di cetak lumayan besar.
Ibu Bagas dan Bagas terkejut saat tahu Dinda sudah menikah. mereka segera keluar dari rumah orang tua Dinda tanpa pamit.
"Astaga itu orang nggak punya sopan santun atau gimana keluar rumah orang tanpa pamit main nyelong saja" Ucap Ibu Dinda
"Sudah lah biarin aja bu" Ucap Dinda
"Mereka tadi siapa Din" tanya ayah Dinda
"Oh itu mantan pacar Dinda jaman sekolah dulu yah tapi dia nyelingkuhin Dinda, dia berfikir Dinda masih mencintai nya tapi itu salah karena sekarang Dinda hanya mencintai suami Dinda ini" Ucap Dinda sambil bergelayut manja di lengan Adi.
Sedang kan orang tua Dinda hanya terkekeh melihat kelakuan Dinda kepada suami nya
"Dasar pengantin baru" Ucap ibu Dinda
"Hehehe ibu kan pernah muda paling juga ibu dulu seperti ini" Jawab Dinda
"Enak aja enggak lah enggak salah maksud nya hahaha" Jawab Ibu Dinda
"Sudah sudah malam kalian istirahat aja" Ucap ayah Dinda
"Ya sudah mas kita ke kamar yuk" Ucap Dinda dan Adi menganggukkan kepala nya
"Yang giat ya Di bikin cucu nya" Ucap Ibu Dinda kepada Adi
"Pasti dong bu" Jawab Adi
Dinda dan ayah nya hanya geleng geleng kepala melihat ibu dan juga Adi.
Adi dan Dinda segera menuju ke kamar sesampai nya di kamar Adi segera mengunci rapat pintu kamar. sedang kan Dinda menuju ke kamar mandi keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"Sayang sini mas mau bicara sama kamu" Ucap Adi sambil menepuk sofa kamar Dinda