Takdir Cinta Dinda

Takdir Cinta Dinda
Bagian 52


__ADS_3

Sedang kan orang tua Dinda hanya terkekeh melihat kelakuan Dinda kepada suami nya


"Dasar pengantin baru" Ucap ibu Dinda


"Hehehe ibu kan pernah muda paling juga ibu dulu seperti ini" Jawab Dinda


"Enak aja enggak lah enggak salah maksudnya hahaha" Jawab Ibu Dinda


"Sudah sudah malam kalian istirahat aja" Ucap ayah Dinda


"Ya sudah mas kita ke kamar yuk" Ucap Dinda dan Adi menganggukkan kepala nya


"Yang giat ya Di bikin cucu nya" Ucap Ibu Dinda kepada Adi


"Pasti dong bu" Jawab Adi


Dinda dan ayah nya hanya geleng geleng kepala melihat ibu dan juga Adi.


Adi dan Dinda segera menuju ke kamar sesampai nya di kamar Adi segera mengunci rapat pintu kamar. sedang kan Dinda menuju ke kamar mandi.


"Sayang sini mas mau bicara sama kamu" Ucap Adi sambul menepuk sofa kamar Dinda.


"Hmm pasti masalah tadi" batin Dinda


Dinda segera duduk di samping Adi


"Ada apa mas" Tanya Dinda


"Lihat mas sayang, apa kamu masih mencintai brengsek tadi" Tanya Adi


"Sudah berapa kali aku bilang mas aku sudah tidak mencintai dia lagi, luka nya sudah terlalu dalam aku tidak mau jatuh dalam lubang yang sama, aku hanya mencintai kamu mas"


"Jangan pernah tinggalin mas sayang mas mencintaimu mas takut kamu meninggal kan mas" Ucap Adi memeluk Dinda


"Tidak akan terjadi itu mas, mas lihat aku deh" Jawab Dinda. Adi segera melepas pelukan nya dan menatap ke arah Dinda


"I LOVE YOU SUAMIKU" Ucap Dinda sambil mengecup bibir Adi sekilas.


"I LOVE YOU TOO ISTRIKU" Balas Adi sambil mengecup bibir Dinda namun kecupan itu lama lama menjadi kecupan panas.


"Sayang kita lanjut kan yang tadi ya kata nya jatah mas hari ini double" Ucap Adi


"Hem"


Adi segera menggendong tubuh Dinda dan menjatuh kan di ranjang. Adi segera menindih dan mengungkung tubuh Dinda. Adi segera melepas kancing piyama Dinda dan membuang piyama Dinda ke sembarang arah.


"Mas akan menggempur kamu malam ini tidak ada ampun sayang" ucap Adi di telinga Dinda sambil menciumi nya. setelah melakukan pemanasan Adi sudah siap memasuk kan kejantanan nya ke dalam milik Dinda


"Siap ya sayang" Ucap Adi sambil mengecup bibir Dinda sekilas


"Aggghh mas pelan pelang dong"


Setelah berhasil memasukan Adi segera memaju mundur kan tubuh nya.


"Masih sempit sekali sayang tapi mas suka punya kamu mantap sekali sayang agghghhhh" racau Adi


"Agggghh agggh mas"


Akhir nya Adi melakukan pelepasan nya sedang kan Dinda sudah lemas tidak berdaya. hampir 6 jam mereka melakukan nya entah sampai berapa ronde karena Adi terus menerus meminta lagi lagi dan lagi.

__ADS_1


"Terima kasih sayang" ucap Adi sambil mengecup kening Dinda. sedang kan Dinda tidak menjawab ucapan Adi


Setelah itu Adi menarik selimut dan menutupi tubuh polos mereka. Adi membaring kan tubuh nya di samping Dinda sambil memeluk Dinda.


Keesokan harinya


"Dinda bosen bu mau jalan jalan sama mas Adi aja ya" Ucap Dinda kepada ibunya


"Tidak boleh pamali Dinda, nanti ya nunggu habis sepasaran"


"Sampai kapan bu"


"Satu minggu"


"Yahhh lama dong"


Setelah itu Dinda menghampiri Adi yang sedang bermain mobile legend di kamar


"Kenapa muka di tekuk gitu sih sayang, mau lagi seperti tadi malam masih kurang" Ucap Adi masih terus menatap ponselnya


"Issshh apaan sih mas"


"La kamu kenapa seperti itu mukanya"


"Hmm aku bosen mas aku pengen jalan jalan sama kamu mumpung masih disini kan besok ada acara di rumah kamu, tapi kata ibu tidak boleh keluar kalau belum satu minggu"


"Sudah sudah kamu turutin aja apa kata orang tua sayangku"


"Hem"


"Sayang kamu mau jalan jalan" Tanya Adi kepada Dinda. Dinda hanya menganggukan kepalanya.


"Boleh mas ayo aku setuju"


"Kamu mau kemana"


"Aku mau di dalam negeri aja mas ke Bali gimana"


"Oke sayang kemana pun mas turuti"


"Terimakasih suami aku"


"Tapi tidak gratis loh sayangku, kamu disana harus siap melayani suami mu ini"


"Yah itu lagi itu lagi"


"Dosa loh tidak menuruti suami itu bisa jadi istri durhaka emang kamu mau"


"Baiklah baiklah aku turuti"


"Bener ya awas tanpa ampun pokoknya"


"Hem"


Hari yang ditunggu tunggu acara ngunduh mantu di kota kelahiran Adi pun tiba. Rombongan iring iringan kelaurga Dinda sudah berangkat sehabis subuh menggunakan satu bus mereka menempuh jalur darat selama kurang lebih 6 jam.


Sesampainya disana Dinda dan Adi langsung menyalami Mama dan Papa Adi setelah itu mereka menuju ke rumah saudara Adi yang berada disamping pas rumah Adi. Norma Anggi Rahma dan Mei ikut dalam acara ngunduh mantu Dinda dan Adi sedangkan Amel sudah kembali ke kotanya karena akan keluar negeri bersama orang tuanya. Kediaman orang tua Adi sudah di rias sedemikian rupa dengan tenda di halaman serta dekorasi pengantin dan juga panggung hiburan.


"Mohon maaf pengantinnya yang mana nggih, ini mau saya rias soal nya"

__ADS_1


"Oh ini mbak" Jawab mama Adi sambil menunjuk Dinda dan Adi


"Oh baiklah mbak ikut saya nggih, mas nya nanti bisa nyusul soalnya mbaknya membutuhkan waktu yang lama untuk di rias"


"Baik mbak"


Dinda lalu mengikuti rias pengantin tersebut. Sedangkan Adi mengobrol dengan Andre karena Andre memang belum kembali ke kota B


"Gimana Bro malam pertama loe berhasilkan" Ucap Andre


"Beres udah gue bobol" jawab Adi


"Pasti nikmat ya bro"


"Pasti dong surga dunia loe cepet cepet kawin makanya"


"Kawin sama siapa ha kambing gitu"


"Ya kalau loe mau tidak apa"


"Dasar loe sebenarnya gue lagi naksir cewe bro tapi gue takut ditolak"


"Wih wajah doang yang ganteng tapi nembak cewek ae gak berani"


"Apaan sih loe bro"


"Emang siapa"


"Amel loe kenal kan"


"Amel Amel temenya bini gue ndre"


"Iya"


"Jadi loe naksir Amel yasudah kamu peper aja terus setau gue dari Dinda dia itu jomblo"


Tiba tiba


"Maaf mas bisa ikut saya, mas harus ganti baju" Ucap perias kepada Adi


"Bisa"


"Bro gue duluan ya"


"Yeeeah"


Dan betapa terkejutnya Adi saat melihat Dinda sudah di rias dengan riasan Adat jawa. Karena Adi dan Dinda sama sama berasal dari adat jawa maka mereka memutuskan menikah dengan konsep kental adat jawa.


"Cantik banget istri aku" Ucap Adi


"Apaan sih mas malu tau aku"


"Kenapa malu aku suami kamu hemmm"


"Iya aku tau dan aku tidak akan lupa"


"Istri pinter"


Setelah itu Adi segera berganti pakaian adat jawa yang juga serasi dengan Dinda. Setelah itu mereka digiring kedepan dan dibelakang terdapat pengiring dari pihak Dinda. Mereka juga menjalani serangkain acara ngunduh mantu.

__ADS_1


__ADS_2