Takdir Cinta Dinda

Takdir Cinta Dinda
Bagian 68


__ADS_3

Setelah itu mereka segera turun ke bawah untuk sarapan. Bi Sarmi sudah memasak nasi goreng untuk sarapan.


"Le kemarin kamu main berapa ronde tuh liat leher mantu mama seperti digigit drakula itu" Ucap mama Adi


"Drakula ganteng" Imbuh ibu Dinda


"Berapa ronde kemaren yang" Goda Adi kepada Dinda


"Tau ah"


"Anakku kuat ternyata" Ucap papa Adi


"Yah papa kalau Dinda lagi nggak hamil Adi bisa minta terus sampek pagi kok ya kan sayang sampai Dinda aja kualahan"


"Ingat kamu le istrimu lagi hamil jangan kamu gempur terusan kasian nanti kalau udah lair itu anak bisa kamu gempur gempur bikinin adik lagi" Oceh Mama Adi.


Setelah sarapan mereka bersantai santai di halaman belakang. Hari ini Adi belum ke kantor karena masih ingin di rumah menemani keluarganya sebelum mereka pulang.


Di ruang tamu


"Jeng nanti acara 3 bulanan Dinda di rumah saya gimana jeng" Tanya mama Adi


"Iya tidak apa apa jeng nanti acara tingkepan di tempat saya gimana jeng biar adil"


"Setuju, kamu gimana Di Din"


"Dinda nurut aja nggak ngerti juga soal nya"


"Berarti nanti pulang dong" Tanya Adi


"Iya le" Jawab Mama Adi


Setelah itu mereka sepakat untuk acara 3 bulanan di rumah orang tua Adi dan acara 7 bulananan di tempat orang tua Dinda.


Beberapa hari kemudian orang tua Adi dan Dinda sudah kembali ke kota asalnya.


"Mas, Dinda ikut ke kantor ya bosen nih Dinda di rumah"


"Kamu di rumah aja sayang"


"Maass hiks hiks" tiba tiba Dinda menangis


Akhir akhir ini perasaan Dinda sedang sensitif.


"Loh kok nangis yang" Ucap Adi sambil mengusap air mata Dinda


"Mas Adi jahat hiks hiks Dinda kan cuma mau ikut ke kantor"


"Iya sudah tapi jangan nangis lagi ya mas nggak bisa lihat kamu nangis hati mas sakit"


Mendengar ucapan hati seketika senyum Dinda mengembang.


"Horeee yeeeees makasih mas" Ucap Dinda sambil mengecup pipi Adi lalu berganti pakaian


"Gini ya rasanya kalau istri hamil dikit dikit nangis entar bentar lagi senyum tapi gapapa lah daripada anak gue ileran" Batin Adi


15 menit kemudian Dinda telah selesai berganti pakaian dan berdandan


"Yang pasangin dasi mas" Ucap Adi sambil menyodorkan dasi nya

__ADS_1


"Iya mas" Jawab Dinda lalu berjinjit karena badan Adi lebih tinggi


"Jangan jinjit yang"


"Hmm kalau nggak boleh jinjit besok besok kamu duduk dong mas kamu tinggi banget gitu"


Sedangkan Adi hanya nyengir


Setelah itu mereka menuju ke kantor.


sesampainya di ruang kerja Adi


"Yang kamu tidur aja kalau capek"


"Nggak mau Dinda disini aja sambil youtoban"


"Ya udah deh"


2 jam kemudian


"Mas ada yang bisa Dinda bantu nggak"


"Nggak ada sayang kamu duduk aja apa tidur sana"


"Tapi Dinda nggak ngantuk mas"


"Udah deh kali ini aja kamu nurut sama suami mu ini kamu itu lagi hamil, mas nggak mau kamu mikir kerjaan sayang mengertilah"


"Ya sudah deh"


Malam hari Dinda yang melihat Adi sibuk dengan laptopnya.


Tiba tiba Dinda mengahampiri dan duduk di pangkuan Adi lalu menyandarkan kepala nya di dada bidang Adi


"Pengen manja manja sama suamiku, mas itu sibuk sama laptop mulu dari tadi"


"Mas kan kerja juga buat kamu yang sama anak kita"


"Iya tapi jangan capek capek dong mas"


"Nggak ada kata capek buat istri mas"


"Tidur yuk mas"


"Bentar yang kamu tidur duluan aja deh yang"


"Hmm"


Lalu dinda menuju ranjang. namun hanya guling gulingan tidak jelas


1 jam kemudian Adi masih sibuk dengan laptonya. lalu Dinda kembali mengahampiri Adi


"Mas Adi"


"Loh kamu belum tidur yang kenapa hmm"


"Mas Adi sayang nggak cinta nggak sama Dinda"


"Sayang dan cinta lah kalau nggak sayang nggak cinta ngapain mas nikahin kamu ngapain mas minta anak sama kamu mas itu sayang sama kamu sama anak kita"

__ADS_1


"Kalau sayang kalau cinta ayo tidur mas kerja nya besok aja dilanjut lihat itu udah pukul 12 malam mas nggak baik buat kesehatan mas"


"Hmm baiklah"


Lalu Dinda dan Adi menuju ke alam mimpi


pukul 06.00 pagi Dinda membangunkan Adi sambil membawakan sarapan nasi goreng karena tadi setelah subuh Dinda ingin membuat sarapan


"Suamiku bangun"


"Mas bangun"


"Mas Adi bangun" Lalu Dinda menyentuh kening Adi ternyata panas


"Astaga mas Adi demam" Lirih Dinda lalu ia ke dapur dan mengambil air hangat lalu mengompres nya


"Pasti kamu kecapean mas"


Dinda lalu menghubungi dokter kepercayaan Adi. 30 menit kemudian dokter datang dan memeriksa Adi


"Gimana dok keadaan suami saya"


"Suami ibu hanya kecapean saja, biarkan istirahat ini resep obatnya"


"Terima kasih Dok"


Setelah itu Dinda minta tolong kepada bi sarmi untuk menebus obat di apotek.


Dinda kembali ke dapur dan membuat bubur untuk Adi.


"Non biar bibi aja ya" Ucap bi sarmi yang baru pulang dari apotek


"Tidak usah bi Dinda aja bibi kerjakan tugas yang lain aja"


"Baik non ini obat tuan"


"Iya bi terima kasih"


30 menit kemudian Dinda kembali ke kamar


"Mas bangun" Ucap Dinda sambil mengelus pipi Adi


Lalu Adi membuka mata nya


"Mas sarapan dulu ini Dinda udah bikinin bubur Dinda suapin yaaa aaaaaa"


Lalu Adi membuka mulut nya menerima suapan dari Dinda


"Mas minum obat nih"


"Makasih ya sayang udah ngerawat mas"


"Udah tugas Dinda mas, mas itu jangan capek capek kalau di bilangin istri itu nurut kenapa sih"


"Iya sayang"


"Udah mas istirahat lagi ya"


"Temenin"

__ADS_1


"Iya Dinda temenin"


3 hari kemudian Adi sudah sehat dan sudah kembali dengan aktivitas kantornya. namun Dinda tetap cerewet kepada Adi. karena Dinda tidak mau kalau Adi drop lagi.


__ADS_2