Takdir Cinta Dinda

Takdir Cinta Dinda
Bagian 66


__ADS_3

Di kamar Adi mengelus ngelus perut Dinda


"Halo anak papa lagi apa sehat sehat ya nak papa menanti kan kehadiranmu jangan membuat mama mu capek" Ucap Dinda lalu mencium perut Dinda.


Setelah itu mereka terlelap menuju alam mimpi.


Keesokan harinya Dinda mengalami morning sickness kembali


"Sayang kamu muntah lagi" Tanya Adi saat bangun tidur melihat Dinda yang lemas duduk di sofa kamar sambil memijat pelipisnya


"Iya mas" Jawab Dinda lesu


"Pusing"


Dinda hanya menganggukan kepalanya


"Mas bikinin teh hangat mau nggak"


"Boleh deh mas yang manis ya"


Adi lalu turun ke dapur di dapur sudah ada Mama dan juga Ibu mertuanya sedang kan Bi Sarmi sedang menyapu halaman belakang sedangkan papa Adi dan ayah Dinda sedang berjalan jalan pagi keliling komplek


"Pagi ma pagi bu" Ucap Adi


"Pagii" Jawab Mereka kompak


"Loh Di Dinda mana masih tidur ya" Ucap Ibu Dinda


"Udah bangun sih bu tapi lemes Dia habis muntah muntah tadi"


"Morning sicknes itu namanya Di wajar ibu hamil seperti itu" Imbuh Mama Adi


"Iya ma Adi tau kok"


"Terus kamu mau bikin apa Le" Tanya mama Adi


"Bikinin Dinda teh Ma" Jawab Adi


"Makasih ya Di kamu memang suami pengertian"


"Udah tugas saya Bu"


Beberapa menit kemudian


"Adi ke kamar dulu ya Bu Ma" Ucap Adi


"Iya Di" Jawab Ibu Dinda


"Jangan kamu ganggu mantu ku loh Le biarkan dia istirahat nanti kalau waktunya sarapan kita panggil"


"Ya kan Dinda istriku ma kan nggak ada salahnya kalau Adi ganggu"


"Anak ini"


Sesampainya Di kamar


"Nig tehnya yang"


"Makasih suamiku"


"Hmm, selamat pagi anak papa kamu lagi apa di dalam perut mama jangan buat mama mu sedih dong nak" Ucap Adi sambil mengelus ngelus perut Dinda


"Nggak kok pah aku nggak buat mama sedih kok mama happy" Jawab Dinda menirukan suara anak kecil


"Mas mama sama ibu di mana"


"Di dapur masak"


"Aku mau bantuin mas"


"Nggak nggak boleh kamu tidur lagi aja"

__ADS_1


"Plis mas"


"Nggak ada bantahan"


"Hmm, mas nggak kerja"


"Aku kerja dari rumah aja yang nungguin kamu biar nanti Andre kesini nganterin berkas"


"Aku nggak papa kok mas kan ada ayah ibu dan juga mama papa"


"Aku mau nemenin kamu kok yang"


"Terserah mas aja deh aku mau mandi dulu"


"Ikut yang"


"Nggak mau lama nanti"


"Yang kamu kok gitu sih"


Dinda segera menuju ke kamar mandi tanpa memperdulikan Adi. 30 menit kemudian Dinda keluar dari kamar mandi


"Mas mas mandi gih cepetan bau tau"


"Mana ada yang wani ini lo"


"Cepetan deh"


"Hmm"


30 menit kemudian


"Mas turun yuk laper aku hihihi"


"Sarapan di kamar aja ya sayang mas ambilin"


"Tidak mau mas nggak enak loh sama orang tua kita mereka tamu loh masak kita dikamar terus"


Mereka segera turun dan juga menuju ke ruang makan


"Pagi para orang tua wanitaku yang cantik cantik" Sapa Dinda kepada mama dan ibunya sambil mencium pipi mereka. sedangkan Adi hanya geleng geleng melihat tingkat istrinya


"Pagii"


"Pagii"


"Yang mas kok nggak kamu cium" Ucap Adi


tiba tiba


"Awww sakit yang" Ucap Adi saat Dinda mencubit lengan nya


"Loh Din katanya kamu muntah muntah kok kesini mending kamu tidur lagi aja"


"Iya Din kamu istirahat aja"


"Iya tadi mama ibu ku yang cantik cantik sekarang Dinda udah enakan dan laper hihihi"


"Ya sudah ayo kita sarapan, Adi kamu panggil Papa dan juga ayah kamu di teras depan ya le" Suruh Mama Adi


"Oke mama"


Setelah itu mereka sarapan bersama sama.


Malam hari


"Mas kamu datang nggak besok di wisuda aku"


"Datang lah yang gimana sih istri mas yang cantik ini mau wisuda masak mas gak datang"


"Ya siapa tau mas"

__ADS_1


"Ntar dikira kamu belum punya suami yang kalau mas gak datang"


"Semua teman teman Dinda udah tau mas kalau Dinda udah punya suami"


"Masakk"


"Iya mas aku pakek kebaya yang sama seperti kemeja batik kamu itu gimana kan kita belum pernah memakainya kemarin"


"Iya juga yang boleh jadi nanti couple couple gitu ya"


"Hmm, mas aku mau kerja ya nanti setelah wisuda"


"APAAAA tidak tidak boleh emang uang yang mas kasih selama ini kurang? kalau kurang mas tambahin mas nggak mau ya kamu kerja mas nggak ijinin kamu juga lagi hamil sayang"


"Tapi mas nanti aku bosen dirumah"


"Hmm kamu lanjut S2 aja yang mending daripada kamu kerja mas gak ijinin kalau lanjut S2 mas ijinin nanti biaya nya mas yang tanggung"


"Nggak mau mas Dinda capek mikir mulu"


"Kalau tidak mau ya sudah kamu di rumah aja"


"Tapii mas..."


"Tidak ada tapi tapian sayang kamu mau bantah suami kamu ini, kamu pilih lanjut S2 apa di rumah kamu tinggal duduk manis aja di rumah nunggu suami kamu ini pulang"


"Hmm ya sudah deh Dinda fokus sama kehamilan Dinda aja mas dan Dinda mau nanti ngurus anak anak kita sendiri Dinda nggak mau pakai baby sitter mas"


"Bagus mas setuju kamu di rumah saja tapi kalau kamu mau lanjut S2 mas tidak masalah kok yang penting kamu ingat sama mas dan juga anak kita tapi kalau nggak pakai baby sitter mas takut kamu kecapekan sayang"


"Tidak ada kata capek buat ngurus anak kita mas Dinda nggak mau ya kalau anak kita terlalu dekat dengan baby sitter malah nanti yang tau semua tentang anak kita baby sitter lagi, ibu macam apa nanti Dinda mas"


"Pinter juga istri aku ini nanti mas bantuin" Jawab Adi sambil tersenyum


"Dari dulu kali mas"


"Oh iya yang"


"Hmm mas Dinda laper"


"Kamu mau makan apa sayang"


Tiba tiba


Tooookkk tokk ketopraaaaaakkkk


suara penjual ketoprak yang lewat depan rumah Adi dan Dinda


"Mau itu mas"


"Apa ketoprak"


"Iya mas"


"Ya sudah mas beliin"


"Dinda ikut mas"


"Ayo"


Setelah itu mereka segera turun dan menuju ke halaman depan untuk membeli ketoprak. karena jam sudah menunjukan pukul 23.00 orang tua Dinda dan Adi dan juga Adik Dinda sudah tidur Dinda sebenarnya ingin membelikan untuk mereka juga tapi ia tidak tega membangun kannya.


"Bang ketoprak 2 ya yang satu jangan pedas pedas" Ucap Adi


"Iya mas"


Setelah itu pesan mereka sudah siap Dinda dan Adi segera menyantap ketoprak tersebut sambil duduk di kursi teras depan


"Mas Dinda mau tambah lagi ya"


"Iya sayang"

__ADS_1


Dinda akhirnya menghambiskan 2 porsi ketoprak Adi yang melihat hanya geleng geleng kepala karena memang nafsu makan Dinda kadang meningkat kadang juga turun.


__ADS_2