
Siang hari Adi dan Dinda hanya tiduran di kamar karena Dinda malas ke luar rumah takutnya bertemu Bagas karena Dinda sudah malas melihat wajahnya. Adi memahami hal tersebut. Malam harinya keluarga Dinda mengadakan makan malam di rumah makan ibu Dinda sebenarnya Dinda malas keluar tetapi tidak enak dengan ibunya karena besok Dinda dan Adi sudah kembali ke kota Adi lanjut ke kota B selang 2 hari mereka akan berbulan madu ke Bali.
"Aku sebenarnya males mas keluar" Ucap Dinda kepada Adi
"Udah tidak apa apa kan ada mas yang lagian nggak enak sama ayah ibu kalau nolak" Jawab Adi
"Iya mas"
Setelah itu mereka berangkat menggunakan mobil keluarga Dinda. Dengan ayah Dinda sebagai sopirnya dan Adi duduk di samping mertuanya. Dinda dan ibunya di kursi tengah. sedangkan Adik Dinda lebih suka di kursi belakang sambil bermain mobil legend di ponselnya. 20 menit mereka sampai di rumah makan milik keluarga Dinda dan langsung menuju ke ruang VVIP.
"Mas yah bu Dinda ke toilet dulu ya" Ucap Dinda
"Iya" Jawab Ibu dan Ayah Dinda
"Iya sayang" Jawab Adi
Setelah itu Dinda menuju ke toilet. setelah itu Dinda keluar dan akan kembali ke ruang VVIP tiba tiba
"Dindaaaa"
Dinda yang mendengar namanya di panggil segera menoleh.
DEG
Ternyata yang memanggil Dinda adalah Bagas. Bagas tidak tau jika ini adalah rumah makan milik Ibu Dinda. Apa yang ditakutkan Dinda akhirnya terjadi Dinda buru buru berjalan namun tangannya lebih dulu ditarik Bagas.
"Lepasinn" Ucap Dinda sambil menarik tangannya
"Tunggu Din dengerin aku dulu Din, apa sudah tidak ada lagi tempat dihatimu untuk aku Din aku mohon Din beri aku kesempatan satu kali lagi"
"Kamu jangan gila ya Bagas aku sudah menikah"
Sedangkan di dalam Adi merasa tidak enak karena Dinda belum kembali. Adi segera keluar namun matanya melotot melihat Dinda ditarik tarik oleh Bagas
"Lepaskan istriku" Teriak Adi lalu mengampiri mereka. Melihat Adi mendekat Bagas melepaskan tangan Dinda.
"Masih berani ya kamu ganggu Dinda" Ucap Adi kepada Bagas
"Dengar ya Bagas aku sudah menikah aku mencintai suamiku lebih dari apapun jadi jangan harap aku mau kembali sama kamu mantan itu barang bekas lebih baik dibuang ke tempat sampah atau di kasih aja ke orang yang lebih membutuhkan" Ucap Dinda kepada Bagas. Adi tersenyum kemenangan mendengar ucapan Dinda. Sedangkan Bagas merasa kelu menjawab ucapan Dinda.
"Mas yuk kembali gak penting juga disini ayah sama ibu pasti sudah nunggu kita" Ucap Dinda sambil menarik tangan Adi.
"Sayang maafin mas harusnya mas tadi nganterin kamu" Ucap Adi kepada Dinda
"Tidak apa apa mas tolong jangan bilang sama ayah sama ibu ya" Jawab Dinda
"Iya sayang"
Setelah itu mereka kembali masuk
"Lama sekali kamu Din sampai Adi nyusulin kamu"
"Antri tadi bu" Jawab Dinda
"Oh"
__ADS_1
Setelah itu mereka makan malam bersama. setelah selesai mereka memutuskan untuk pulang ke rumah. mereka segera menuju ke kamar masing masing waktu sudah malam
"Sayang coba mas liat tangan kamu" Ucap Adi sambil memegang tangan Dinda sambil membolak balikan
"Kenapa sih mas"
"Mas kwatir yang kalau Bagas tadi kasar sama kamu Dia nggak ngapa ngapain kamu kan"
"Enggak kok mas"
"Untung mas tadi merasa tidak enak akhirnya nyusulin kamu takut terjadi apa apa sama kamu yang"
"Hmm"
"Jangan pernah tinggalin mas sayang mas sayang cinta sama kamu" Ucap Adi sambil memeluk Dinda
"Iya mas"
Keesokan harinya pagi pagi setelah sarapan Dinda dan Adi santai santai di halaman belakang Dinda dan Adi akan kembali sore nanti.
Jamu jamu jamuuuuuu teriak penjual jamu yang melewati rumah orang tua Dinda. Ibu Dinda yang mendengar suara penjual jamu segera berlari menuju keluar rumah
"Mbak jamu mbak"
"Oh nggih Bu"
"Jamu macan kerah ada to mbak" Tanya Ibu Dinda
"Ada Bu" Jawab Penjual jamu
"Ada apa sih bu teriak teriak masih pagi ini" Ucap Dinda
"Nih kamu minum jamu macan kerah ini Din"
"Haa jamu bu nggak nggak Dinda nggak mau jamu jamu aneh ini nanti kalau Dinda kenapa kenapa gimana Dinda mau beras kencur aja bu" Ucap Dinda.
Mei yang hendak membeli jamu melihat kejadian tersebut terkekeh geli melihat ekspresi Dinda.
"Tidak kamu harus minum ini biar kamu cepat hamil ini khusus buat wanita, ibu sudah mau cucu Din"
"Haa"
"Udah kamu minum aja Din" Ucap Ibu Dinda lagi
"Sudah sayang minum aja katanya kamu sudah siap punya anak aku juga sudah pengen punya anak loh yang" Ucap Adi kepada Dinda
"Nah itu bener nak Adi, ibu juga sudah pengen cucu ini" Ucap Ibu Dinda membela Adi
"Aku juga sudah siap dipanggil aunty" Imbuh Mei
"Ya sudah baik baik aku minum" Ucap Dinda. Lalu meneguk jamu macan kerah tersebut hingga habis.
Ibu Dinda Adi dan Mei tersenyum melihat Dinda minum jamu tersebut.
"Terima kasih sayang semoga cepet tumbuh anak papa disini" Ucap Adi sambil memeluk Dinda lalu mengusap perut Dinda
__ADS_1
"Amiin" Jawab Dinda Ibu Dinda dan Mei
"Nah nak Adi mau jamu apa nak" Tawar Ibu Dinda kepada Adi
"Beras kencur aja bu" Jawab Adi
Lalu Adi segera meneguk jamu beras kencur tersebut. setelah drama jamu jamu mereka segera masuk ke dalam rumah.
Pukul 16.00 Adi dan Dinda berpamitan untuk kembali
"Yah Bu Dinda sama mas Adi balik Dulu ya jangan lupa nanti datang ke wisuda Dinda"
"Iya nak hati hati, Nak Adi titip Dinda ya"
"Iya bu"
"Di titip anak perempuan ayah ya"
"Siap yah"
Setelah itu Adi melajukan mobilnya meninggalkan kediaman orang tua Dinda.
"Mas mampir dulu ya beli oleh oleh"
"Iya sayang"
Setelah itu Dinda memilih oleh oleh khas kota kelahiran Dinda yang terkenal krupuk puli tersebut. setelah selesai mereka segera meninggalkan toko oleh oleh
"Mas mampir beli nasi pecel ya di depan ada nasi pecel enak" Ucap Dinda
"Iya sayang"
Lalu Adi memberhentikan mobilnya di depan nasi pecel tenda biru.
"Enak nggak yang"
"Enak yang tapi lebih enak masakan istri aku karena masaknya kan pakek bumbu cinta"
"Ladala lak gombal lagi to suamiku"
"Hehehe"
Setelah itu Adi melajukan mobilnya di jalan tol biar lebih cepat sampai.
"Sayang kalau kamu capek tidur aja" Ucap Adi kepada Dinda
"Nggak kok mas"
Pukul 22.00 mereka sampai di rumah orang tua Adi. ya mereka mampir kesini dulu lalu lanjut ke kota B
"Eh anak sama mantuku sudah pulang" Ucap Ibu Dinda sambil membuka pintu
"Iya ma"
Setelah itu mereka segera menuju ke kamar untuk membersihkan badanya lalu terlelap dalam mimpi karena kelelahan Adi tidak menggempur istrinya malam ini.
__ADS_1