Takdir Cinta Dinda

Takdir Cinta Dinda
Bagian 54


__ADS_3

Setelah itu Adi menggendong tubuh Dinda dan membawanya ke ranjang lalu Adi kembali menggempur istrinya tanpa ampun malam itu hingga pukul 2 pagi.


"Terimakasih sayang" Ucap Adi sambil mencium kening istrinya lalu menarik selimut dan merebahkan tubuh nya di samping istrinya.


Pukul 07.00 pagi Dinda terbangun, ia lalu menuju ke kamar mandi untuk mandi. karena melihat sang suami yang tertidur pulas ia tidak tega membangunkan, lalu ia memutuskan untuk turun ke bawah sarapan


"Selamat pagi mama papa mas Andre" Ucap Dinda


"Pagi sayang" Jawab mama Adi


"Pagi mantuku" Jawab Papa Adi


"Pagi Din" Jawab Andre


"Loh kamu kok sendiri nduk Adi mana" Tanya mama Adi


"Oh mas Adi masih tidur mah nggak tega mau bangunin"


"Oh nanti kamu bawakan aja sarapan ke kamar ya nduk mungkin masih capek Adi"


"Iya ma"


Sedangkan Adi di kamar sudah bangun dan melihat Dinda tidak ada di sampingnya lalu ia segera ke kamar mandi dan mandi lalu memakai baju dan turun ke bawah


Sesampainya di ruang makan


"Kenapa kamu nggak bangunin mas sih yang" Ucap Adi sambil mengecup kening Dinda


"La sudah bangun kamu, kamu tidur pules banget mas"


Dinda langsung bangkit dari duduknya dan mengambilkan sarapan untuk Adi


"Kemarin kamu lembur ya Di sama Sinda" Tanya papanya sambil tersenyum


"Papa nggak tau manten baru aja" Jawab Adi santai


"Yess bentar lagi punya cucu mama jadi rumah ini akan ramai"


"Doain aja mah ini lagi berusaha siang malam kok mah ya kan sayang"


Sedangkan Dinda wajahnya berubah menjadi merah


"Kuat berapa ronde loe tadi malam" Tanya Andre


"Kepo lo makanya cepet nikah sana"


"Ya pengennya juga gitu tapi kan calonnya belum ketemu"


"Makanya kejar tuh"


Setelah sarapan mereka semua berkumpul di ruang keluarga termasuk Andre karena Andre belum kembali ke kota B


"Adi Dinda apa kalian tidak ada acara untuk berbulan madu"


"Ada pah" Jawab Dinda


"Kemana"


"Mantu papa sama mama mintanya ke Bali aja tuh nggak mau keluar negeri"


"Benarkah Din kenapa"


"Tidak apa apa pah karena Dinda kan bentar lagi sudah masuk kuliah Pah"


"Oh iya ya papa lupa"


"Sebentar lagi kamu wisuda ya sayang"

__ADS_1


"Iya ma nanti mama sama papa datang ya waktu Dinda wisuda"


"Pasti" Jawab Papa Adi


"Iya dong sayang masak anak perempuan mama wisuda tidak datang apa kata dunia" Jawab Mama Adi


"Hehehe mama bisa aja"


Sore hari Adi mengajak Dinda ke taman komplek perumahannya dengan berjalan kaki


"Mas aku mau beli batagor ya" Ucap Dinda setelah sampai taman


"Biar mas beliin ya kamu duduk sini aja"


"Iya mas"


Setelah itu Adi kembali membawa 2 porsi batagor. menjelang magrib Adi mengajak Dinda untuk pulang.


Setelah makan malam keluarga Adi berkumpul di ruang televisi kecuali Papa Adi ada arisan bapak bapak di komplek perumahanya


"Eh le asisten rumah tangga kamu resign ya kata Andre" Tanya mama Adi


"Iya mah"


"Terus sudah cari lagi"


"Mantumu ini tidak mau mah pakai asisten rumah tangga mah"


"Lo Dinda nanti kamu kecapekan loh kalau tidak ada asisten rumah tangga"


"Tidak apa apa mah Dinda sudah biasa"


"Ya sudah tapi kamu jangan capek capek ya nduk"


"Iya mah"


"Dinda mah"


"Dinda maksud kamu gimana to le"


"Dinda udah tinggal dirumah ku dua minggu sebelum menikah mah tapi itu cuma satu minggu karena Dinda kan pulang duluan, waktu itu mantan pacarnya Dinda datang mah malam malam mau bawa Dinda untung Dinda langsung telfon aku dan aku langsung datang aku nggak mau terjadi apa apa sama Dinda kan dia tinggal sendiri mah makanya aku ajak aja Dinda ke rumah"


"Benarkah begitu Dinda"


"Iya mah"


"Tidak apa apa le bagus kamu bisa melindungi istrimu"


"Harus dong mah, kemarin aja pas kita sudah nikah mantan pacarnya Dinda datang lagi mah sama ibu nya mah mau ngelamar Dinda katanya mereka nggak percaya kalau kita udah nikah" Ucap Adi sambil tersenyum kecut


"Benarkah le"


"Iya mah untung Dinda menolak"


"Yaiya dong mas kan aku sudah ada kamu"


Pukul 21.00 Adi mengajak Dinda masuk ke kamar


Dinda melanjutkan nonton sinetron di kamar Adi sambil merebahkan tubuhnya di ranjang. Adi juga merebahkan tubuhnya di samping istrinya itu sambil tangannya sudah menjalar kemana kemana di tubuh Dinda


"Semoga junior Aditama segera tumbuh disini" Ucap Adi sambil mengelus ngelus perut Dinda dan mencium nya


"Amiin"


"Berarti kita harus rajin membuatnya dong yang"


"Itu mau kamu"

__ADS_1


Drrrt Drrrt Drrt


Ponsel Dinda berdering Dinda segera mengambil ponselnya di samping tempat tidurnya. ternyata ibu nya video call Dinda


"Siapa" Tanya Adi


"Ibu mas" Jawab Dinda


"Angkatlah sayang"


Dinda segera mengangkatnya


"Assalamualaikum bu" Ucap Dinda


"Waalaikumsalam Din, gimana kabarmu nak kamu betah disana"


"Baik bu alhamdulillah betah"


"Mertua kamu baikan sama kamu"


"Baik banget Bu"


"Oh iya Din kemarin ibu kirim pesan sama kamu loh kalau ibu sudah sampai tapi tidak kamu balas nak ibu sampai disini jam 12 malem"


"Oh maaf Bu Dinda sudah tidur capek hehehe" Jawab Dinda nyengir


"Iya tidak apa apa suami kamu mana Din"


"Ini mah" Lalu Dinda mengarahkan ponselnya kepada Adi


"Assalamuaikum bu" Ucap Adi


"Walaikumsalam Di, gimana Di apa Dinda disana merepotkan kamu"


"Ah tidak kok bu Adi tidak merasa di repotkan Dinda kok"


"Tegur Dia pelan pelan ya Di kalau dia ada salah"


"Iya bu"


Setelah bercakap cakap dengan ibunya Adi kembali menggempur istrinya wajib setiap malam katanya. setelah selesai melakukan pelepasan


"Tumbuhlah anakku" Ucap Adi sambil mengelus ngelus perut Dinda


"Amiin" Jawab Dinda


Karena merasa capek setelah digempur suaminya Dinda terlelap duluan di dada bidang Adi dengan tubuh yang masih polos sedangkan Adi masih menonton tv dengan suara yang pelan karena takut mengganggu istrinya dengan tubuh yang masih sama sama polos.


Pagi harinya Dinda bangun pukul 05.00 pagi


ia memandangi wajah suaminya


"Tampan sekali terima kasih sudah menjadikan aku istrimu aku berjanji tidak akan meninggalkan kamu" Gumam Dinda sambil terus memandangi wajah suaminya


"Sudah puaskah kamu memandangi wajah suami mu ini, suamimu tau kok kalau tampan" Ucap Adi sebenarnya Adi sudah bangun sebelum Dinda bangun


"Ka...kamu sudah bangun mas"


"Sudah sejak tadi, morning kiss dulu" Ucap Adi mengecup bibir Dinda


"Sayang mas mau lagi"


"Apaaa remuk badan aku mas"


"Dosa loh menolak keinginan suami"


"Hem"

__ADS_1


Dan lagi lagi pagi itu Adi kembali menggempur Dinda di dukung cuaca Dingin.


__ADS_2