Takdir Cinta Dinda

Takdir Cinta Dinda
Bagian 44


__ADS_3

Adi langsung memasangkan cincin di jari Dinda. Dinda juga memasangkan cincin ke jari Adi. karena permintaan orang tua mereka lamaran menjadi bertunangan sekaligus. Setelah selesai memasangkan cincin Adi langsung memeluk Dinda dan mencium kening Dinda.


"Terima kasih sudah menerima ku sayang" Ucap Adi.


Tiba tiba terdengar suara kembang api dan


...Happy birthday Dinda Happy birthday Dinda happy birthday Dinda....


Terlihat orang tua Dinda Adik Dinda dan juga orang tua Adi dan Andre juga menuju taman. Amel membawakan kue ulang tahun untuk Dinda. Dinda meniup kue yang di bawa amel. setelah acara tiup lilin mereka semua menikmati makan malam sambil bercengkrama.


"Ini semua ide kamu mas" Tanya Dinda kepada Adi


"Iya apa kamu menyukainya"


"Terus kamu kemana selama 3 hari nggak ngabarin aku"


"Maafin aku sayang aku sengaja memang"


"Dasar"


"Bentar yang aku ke toilet bentar"


Tak lama kemudian Adi kembali lagi dengan membawa sebuah kue ulang tahun berbentuk love.


"Ini kue dari aku sekarang kamu tiup lilin ya sebelum nya" ucap Adi. Dinda langsung meniup lilin nya.


"Selamat ulang tahun calon istriku, calon ibu dari anak anak ku nanti" Ucap Adi sambil mencium kening Dinda karena tadi Adi belum memberi ucapan kepada Dinda.


"Ciee yang udah di lamar ehem" Goda Amel


"Loe mau Mel gue bilangin mas Andre aja ya"


"Oh dedek mel mel mau aku lamar juga boleh"


"Apaan sih mas Andre"


Setelah Acara selesai para orang tua di antar pulang oleh Andre. orang tua Dinda akan menginap di rumah Dinda. Orang tua Adi di rumah Adi. Para orang tua juga sudah sepakat pernikahan Adi dan Dinda akan di gelar 1 bulan lagi. Sedang kan Amel pulang dengan mobil nya. Adi sengaja ingin berduaan dulu dengan Dinda. Adi mengajak Dinda ke sebuah taman.


"Yang kamu selama 3 hari nggak aku kasih kabar kamu macem macem nggak" Tanya Adi


"Macem macem lah"


"Apaaaa coba bilang sekali lagi"


"Ya macem macem lah bingung sedih pngen nangis nggak ada angin nggak ada hujan kok tiba tiba ngilang nggak jelas"


"Maafin aku ya"


"Hem"


"Kamu seneng nggak"

__ADS_1


"Seneng lah nggak nyangka aku nya ini itu ulang tahun aku paliiiiing indah, oiya mas emang kamu nggak masalah gitu"


"Masalah masalah apa sih yang" Tanya Adi


"Kita kan nikah nya 1 bulan lagi, dan aku kan masih kuliah kamu nggak apa apa emang punya istri masih kuliah kalau aku sih nggak masalah"


"Nggak lah yang kan kuliah kamu tinggal beberapa bulan lagi bentar lagi kan juga kamu wisuda, yang terpenting nggak lupa kalau udah punya suami nggak lupa sama tugas istri, nanti kalau kita udah nikah aku juga nggak larang larang kamu keluar sama Amel yang penting ijin dulu sama aku dan ingat waktu"


"Gitu ya oke deh siap bos"


Hari semakin larut Adi segera mengajak Dinda untuk pulang karena pasti orang tua Dinda sudah menunggu di rumah.


Sesampai nya di depan rumah Dinda


"Mas mampir dulu nggak"


"Nggak deh yang udah malem nggak enak sama ayah ibu kamu masuk gih terus istirahat good night calon istri ku" Ucap Adi sambil mengecup bibir Dinda


"Good night too calon suami ku" Jawab Dinda. Adi yang mendengar Dinda menyebut nya calon suami pun tersenyum bahagia


"Hati hati mas"


"Iya sayang"


Setelah itu Dinda masuk ke dalam rumah. Sesampai nya di ruang tv Dinda melihat Ayah dan ibu nya menonton tv


"Aduh perasaan ibu baru kemarin ngelahirin kamu Din ya yah eh sekarang udah di minta orang" Ucap Ibu Dinda


"Ayah ibu belum tidur" Tanya Dinda


"Belum nak kami bahagia sekali hari ini"


"Oiya ayah sama ibu sama adek kapan datang nya kok nggak bilang sama Dinda terus nginap di mana"


"Kemarin Din, kami nginap di rumah bude Nanik sengaja nggak bilang sama kamu soal nya permintaan Adi" Jawab Ibu Dinda


"Oh dasar mas Adi"


"Eh nggak boleh gitu ingat dia calon suami kamu sekarang, udah malam sekarang kamu istirahat Din" Ucap ibu dinda


"Iya Dinda duluan yah buk" Sedang kan orang tua Dinda hanya menggukan kepala nya.


Keesokan hari nya


Dinda dan ibu nya sedang bertempur di dapur karena hari ini orang tua Adi akan datang ke rumah Dinda sekedar untuk membahas pernikahan mereka lebih lanjut. kebetulan hari ini Dinda tidak ada jam kuliah. setelah selesai Dinda segera bersiap siap.


Ting tong ting tong


Ibu Dinda segera membuka pintu nya


"Ayo mari mari silah kan masuk" ucap ibu Dinda kepada orang tua Adi

__ADS_1


"Anak perempuan ku mana jeng" Tanya mama Adi


"Oh Dinda lagi di kamar nya bentar lagi juga keluar"


"Mama papa" Ucap Dinda sambil menyalami punggung tangan orang tua nya. lalu Dinda clingak clinguk mencari keberadaan Adi


"Kamu pasti cari Adi ya udah kangen ya" Goda papa Adi kepada Dinda. Dinda hanya tersenyum malu


"Kamu tenang aja Din Adi sudah ada di jalan kok tadi Dia meeting dulu di kantor" Ucap mama Adi.


"Oh"


"Ini mari silahkan di minum" ucap ibu Dinda


"Biasa aja anggap rumah sendiri ya" Imbuh Ayah Dinda


"Lah anak laki laki ku satu nya mana jeng kok nggak kelihatan"


"Oh adik nya Dinda udah balik tadi pagi jeng kan dia besok sekolah"


"Assalamualaikum" Ucap Adi


"Waalakumsalam" jawab mereka bersamaan


Lalu Adi menyalami tangan orang tua Dinda dan juga orang tua nya. Adi juga menyodorkan tangan nya kepada Dinda, Dinda yang peka langsung mencium tangan Adi. Setelah itu Adi duduk di samping Dinda


"Cieee calon pengantin" Goda Ibu dinda


"Kamu tau nggak Di dari tadi Dinda clingak clinguk cari kamu loh" Ucap Mama Adi


"Benar kah apa kamu merindukan ku sayang" Ucap Adi kepada Dinda


"Apa an sih kamu mas"


"Emang kamu nggak bilang sama Dinda to le kalau kamu ada meeting di kantor"


"Bilang kok ma tapi dari tadi tidak ada balasan dari Dinda"


"Oh maaf ponsel aku di kamar belum sempat pegang ponsel soal nya sibuk banget mas aku"


"Sibuk ngapain emang yang"


"Kepo"


"Sebentar lagi kita akan jadi besan Wit" Ucap papa Adi


"Iya ya Min"


Setelah itu mereka membahas pernikahan Adi dan Dinda. Akad Nikah akan dilaksanakan di kota kelahiran Dinda nanti juga di laksanakan resepsi temu manten di sana . karena Dinda dan Adi berasal dari suku Adat jawa maka nanti di kota kelahiran Adi juga di adakan resepsi ngunduh mantu.


setelah selesai membahas pernikahan anak anak mereka orang tua Dinda mengajak untuk makan siang bersama. Dinda mengambil kan nasi dan lauk pauk untuk Adi. Selesai makan siang mereka pamit pulang.

__ADS_1


__ADS_2