Takdir Cinta Dinda

Takdir Cinta Dinda
Bagian 59


__ADS_3

Pukul 12.00 mereka baru menyelesaikan adegan panas mereka. setelah itu mereka mandi bersama sama bukan Adi namanya jika hanya untuk mandi di kamar mandi Adi kembali menggempur Dinda. setelah itu mereka keluar dari kamar mandi


"Mas aku laper" Ucap Dinda


"Iya sayang mas pesan ini kita makan di kamar aja ya" Jawab Adi. Dinda hanya menganggukan kepalanya


Tak lama pesanan mereka datang mereka segera sarapan sekaligus makan siang. Hari ini mereka tidak keluar kemana mana karena Adi terus menerus menggempur Dinda tanpa ampun hingga larut malam. sesekali mereka istirahat tapi Adi kembali meminta Dinda lagi dan lagi.


\*\*\*\*\*


Keesokan harinya


"Mas Dinda mau ke Tanah Lot ya"


"Iya sayang tapi ada syaratnya"


"Hmm sama istri sendiri pakek syarat syarat segala"


"Ya sudah kalau tidak mau"


"Apa emangnya syaratnya"


"Sun dulu yang" ucap Adi sambil mengedipkan matanya


Lalu Dinda menciumi wajah Adi. tepat di bibir Adi menahan tengkuk Dinda. Dan ciuman itu menjadi ciuman panas.


"Ada lagi yang"


"Aissshh banyak sekali"


"Nanti malam mas mau lagi yang"


"Hmm padahal kemarin satu hari udah full loh mas"


"Ya kan tidak apa apa"


"Mas leher aku lihat kayak macan tutul gini ya seluruh tubuh aku juga aduh ganasnya suami aku"


"Hahaha tidak apa apa yang udah jangan kamu tutupi biar semua tau kalau kamu sudah ada yang memiliki"


"Hmmm"


Setelah selesai bersiap siap mereka segera menuju ke tanah lot sebelumnya mereka sarapan dulu di hotel. sesampainya disanana mereka berfoto foto ria setelah puas disana mereka meninggalkan Tanah Lot


"Sayang mau kemana lagi kita"


"Danau Bedugul ya mas"


"Siap tuan putri"


Setelah puas di Danau Bedugul Dinda mengajak Adi mampir di pasar sukowati untuk membeli oleh oleh


"Mas beli baju couple itu ya"


"Iya sayang terserah kamu mas nurut aja"


Dinda juga tak lupa membeli kue pie, setelah puas membeli oleh oleh mereka memutuskan kembali ke hotel


"Makan dulu ya sayang mas laper nih"


"Iya mas ayam betutu ya"


"Iya"


Setelah itu mereka menuju ke sebuah restoran yang terkenal dengan ayam betutunya. setelah kenyang mereka kembali ke hotel.


Malam ini malam terakhir mereka berada di Bali Dinda mulai memasukkan bajunya dan baju Adi ke dalam koper. Setelah selesai Dinda menyusul Adi yang sudah di ranjang


"Udah nggak sabar ya yang"


"Apaan sih mas"

__ADS_1


"Yang tadi pagi lo sebelum kita berangkat jalan jalan"


"Hmm"


"Sayang mas mau kamu setiap malam pakek lengrie seperti kemarin ya"


"Apaaaa"


"Ya kan nyenengin suami yang dapat pahala loh kan kamu pakainya di depan mas aja cuma mas yang tau dan hanya boleh mas yang melihat"


"Hmm oke baiklah demi suamiku tercinta"


"Pinter terima kasih istriku"


\*\*\*\*\*


Hari ini Dinda dan Adi sudah akan kembali ke kota B. setelah 2 jam menempuh perjalanan udara akhirnya mereka sampai di kota B. tampak Andre sudah datang menjemput sahabat dan juga bosnya tersebut. setelah itu mereka masuk ke dalam mobil Dinda bersandar di dada bidang suami nya sambil bermain dengan ponselnya ia tidak mendengarkan pembicaraan Adi dan Andre karena fokus dengan ponselnya


"Enak ya bro rasanya bulan madu"


"Ya jelas dong makanya cepetan lo nikah"


"Pantes leher nya bini loe kayak digigit nyamuk gitu pasti loe main nya ganas ya"


"Jelas dong Aditama"


Hari ini hari minggu mulai besok Dinda sudah mulai kembali ke rutinitas kuliah nya yang sudah akan memasuki sidang skripsi, dan juga mulai besok Adi juga sudah kembali ke kantornya setelah cuti menikah


Pagi hari


Setelah membersihkan rumah dan juga membuat sarapan roti bakar karena memang ada itu Dinda belum sempat belanja. Dinda berniat untuk pergi ke pasar


"Mas Dinda mau ke pasar ya tuh kulkas kosong loh" Ucap Adi


"Pasar mas anter aja yang" Jawab Adi


"Ya sudah ayuk"


Lalu Adi mengeluarkan motor miliknya yang jarang dipakai ia juga tidak lupa memanasi motor matic milik Dinda karena itu motor kesayangan sang istri yang sudah lama. setelah itu mereka menuju ke pasar tradsional dekat komplek perumahan. Dinda memilih sayuran yang tahan untuk 5 hari kedepan, buah, daging, ayam ikan serta bumbu bumbu yang di butuhkan. Dinda terlihat cekatan dalam memimilih belanja karena ia sudah terbiasa membantu ibunya Adi yang melihatnya merasa kagum kepada istrinya tersebut.


"Maaaas makan siang dulu" Teriak Dinda


"Iya sayang"


Setelah itu seperti biasa Dinda mengambilkan makanan untuk suaminya


"Enak nggak mas" Tanya Dinda


"Enak yang kan mas sudah bilang masakan kamu itu enak karena kamu masaknya pakai bumbu cinta jadi rasanya sedap sedap mantap"


"Hmm"


Malam harinya


"Inget di kampus kamu jangan macam macamm jaga mata jaga hati kamu inget sudah punya suami jangan dekat dekat sama cowok lain mas nggak rela"


"Kamu juga inget jangan macam macam jaga mata jaga hati ingat sudah punya istri cantik sexy baik nggak sombong sayang suami suka nyenengi sua..." Belum sempat Dinda meneruskan ucapanya Adi sudah m*****t bibir tipis Dinda.


"Hmm mas aku itu lagi ngomong loh"


"Habisnya bibir kamu nyerocos terus gitu iya mas udah tau semua mas juga tidak akan macam macam kan udah punya istri paket komplit gini"


"Hmm" Lalu Dinda memonyongkan Bibirnya ke depan


"Kenapa itu bibirnya mau mas cium lagi gitu"


"Apaan sih mas"


"Mulai besok mas yang akan antar jemput kamu ke kampus kecuali mas ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan baru kamu boleh bawa kendaraan sendiri paham"


"Paham suamiku"

__ADS_1


"Bagus"


Pukul 05.00 pagi Dinda sudah bangun dari tidurnya. ia segera mencuci muka lalu turun ke dapur membuat sarapan. saat sedang memasak tiba tiba Adi memeluknya dari belakang


"Mas aku lagi masak loh ini"


"Masak aja sayang" Jawab Adi sambil kepalanya ndusel ndusel di leher Dinda


"Ya sudah kamu duduk dulu aku bikinin kopi"


"Iya sayang"


Saat Dinda sudah berada di depan Adi Adi langsung mencium bibir tipis Dinda


"Morning kiss sayang tadi belum"


"Sekarang udah kan suamiku"


"Lagi juga boleh yang"


"Hmm"


Setelah memasak Dinda dan Adi kembali ke kamar untuk mandi


"Mandi bareng aja yang" Ucap Adi


"Tidak mau" Jawab Dinda


"Ya sudah kamu duluan aja yang"


"Oke"


Setelah itu Dinda mandi setelah selesai mandi Dinda segera menyuruh Adi untuk mandi


"Cepat mandi mas"


"Bentar lagi yang"


"Cepat mas aku jewer loh kalau nggak nurut sama istri"


"Iya iya"


Setelah itu Dinda berganti pakaian dan tak lupa menyiapkan pakaian kantor Adi. Lalu ia segera ke meja riasnya


"Nggak usah cantik cantik ke kampusnya udah laku juga" Gerutu Adi


"Hmm posesif sekali suamiku ini"


"Biarin"


Setelah itu Adi segera memakai pakaian kantornya


"Mas Dinda bantu pakai dasinya ya" Tanpa menunggu jawaban dari Adi Dinda segera mengambil dasi tersebut.


"Terima kasih istriku" Ucap Adi sambil mencium kening Dinda


Setelah itu mereka turun ke bawah untuk sarapan. setelah sarapan mereka segera berangkat. Adi lebih dulu mengantar Dinda ke kampus.


"Inget apa kata suami mu ini tadi malam"


"Iya iya inget kok mas"


Setelah sampai di depan gerbang kampus Dinda


"Kuliah yang bener istriku awas macem macem"


"Iya mas" Jawab Dinda sambil mencium punggung tangan Adi lalu Adi mencium kening Dinda dan juga bibir Dinda.


"Aku masuk dulu ya mas, mas hati hati"


"Iya sayang nanti kabarin mas kalau sudah selesai mas jemput"

__ADS_1


"Iya mas daaaa"


Setelah itu Dinda segera masuk ke dalam kampus dan menuju ruangan nya


__ADS_2