Takdir Cinta Dinda

Takdir Cinta Dinda
Bagian 46


__ADS_3

Dinda duduk di sofa sambil memain kan ponsel nya. tiba tiba Adi merampas ponsel Dinda dan menidurkan tubuh nya di sofa dengan paha Dinda sebagai bantal nya


"Mas kok di ambil sih ponsel aku"


"Sekarang gantian sama aku"


"Ada apa sayang ku" Ucap Dinda sambil mengelus rambut Adi


"Apa ya yang"


"Tau ah"


"Yang nanti kalau sudah nikah kamu tinggal di rumah ku nggak apa apa kan"


"Tidak mas, sudah tugas ku sebagai istri di manapun suamiku aku akan mengikuti nya"


"Nah kamu pinter deh yang, tapi kalau kamu nggak suka sama rumah aku aku bisa belikan rumah lain nya kok yang aku ingin membuat kamu nyaman"


"Tidak usah rumah itu saja aku suka kok dan aku nyaman"


"Baiklah kalau ada yang ingin kamu ubah bilang sama aku"


"Iya mas"


"Yang" panggil Adi kepada Dinda


"Iya mas"


"Kamu tidak ingin menunda untuk punya anak kan yang"


"Tidak lah mas aku tidak apa apa jika nanti aku kuliah dengan perut yang membesar karena hamil toh kuliah aku kan tinggal beberapa bulan aja, kenapa emang nya"


"Cuma tanya, karena aku tidak mau menunda untuk punya anak karena kamu tau kan umur aku sudah berapa"


"Iya iya mas aku juga tidak mau menunda nya"


"Ya sudah nanti malam pertama kita kita langsung bikin aja kalau gitu tidak ada ampun pokok nya akan aku gempur kamu" Goda Adi kepada Dinda


"Itu sih mau kamu aja mas"


"Hehehe, mau pulang sekarang sayang"


"Emang kerjaan kamu sudah selesai mas"


"Sudah ayo pulang sekarang"


"Baik lah"


Setelah itu mereka segera keluar dari kantor Adi dan pulang. Adi terlebih dulu mengantar Dinda pulang ke rumah nya.


Satu minggu kemudian


Pukul 06.00 pagi


Ting tong ting tong


Dinda segera membuka pintu rumah nya


"Mas Adi"


"Morning calon istri"


"Morning too calon suami, ada apa nih tumben pagi pagi ke sini nggak bilang bilang lagi, aku kan hari ini libur mas nggak ke kampus" Cerocos Dinda

__ADS_1


"Jadi nggak seneng nih aku kesini"


"Seneng dong mas masuk yuuk"


"Aku kesini mau minta sarapan kamu udah masak belum"


"Udah kok mau sarapan sekarang"


"Iya sayang"


Dinda lalu mengajak Adi ke ruang makan nya. Dinda mengambil kan makanan untuk Adi. 15 menit kemudian Adi dan Dinda sudah selesai sarapan Dinda segera mencuci piring nya. Sedang kan Adi duduk di ruang tv Dinda sambil memainkan ponsel nya


"Mas mau kopi nggak"


"Boleh deh yang"


Dinda segera membuat kopi untuk Adi. dan membawa ke ruang tv.


"Mas kamu enggak ke kantor emang"


"Ke kantor lah yang nggak liat apa udah rapi gini"


"Hem"


"Asisten rumah tangga aku resign"


"Loh kenapa emang nya mas"


"Mau menikmati masa tua di kampung kaya nya"


"Oh"


"Nanti biar Andri cari lagi"


"Lah kok nggak usah"


"Aku yang akan mengurus rumah kamu mas kan bentar lagi kita menikah"


"Tidak, aku tidak mau kamu kecapean sayang aku menikah cari istri bukan cari asisten rumah tangga"


"Udah deh mas aku sudah biasa dengan pekerjaan rumah tangga karena kamu tau kan di rumah aku tidak ada asisten rumah tangga karena ibu tidak mau ibu ingin mengurus suami dan anak nya sendiri, begitu pun aku nanti aku ingin mengurus suami dan anak aku sendiri terutama dalam hal masak memasak aku sendiri yang akan memasak untuk suami dan anak aku sendiri"


"Ya sudah kalau begitu tapi kamu ingat jangan capek capek tugas utama kamu adalah melayani suami mu ini"


"Iya iya sah aja belum udah suami suami masih calon kaliii"


"Kan bentar lagi"


"Mas mau aku bekalin buat makan siang nggak"


"Boleh deh"


Setelah itu Dinda segera memasukkan nasi dan lauk pauk ke kotak makan untuk bekal makan siang Adi dan Andre.


"Nih mas sama mas Andre sekalian ya" Ucap Dinda sambil menyerah kan paper bag kepada Adi


"Terima kasih sayang, serasa udah punya istri deh"


"Hem"


"Aku berangkat dulu ya yang"


"Iya mas hati hati semangat kerja nya"

__ADS_1


Dinda lalu mencium tangan Adi dan Adi mencium kening Dinda


dan tiba tiba Adi meraih tengkuk Dinda dan m******t bibir Dinda dengan lembut. setelah beberapa menit Adi memberhentikan ciuman nya karena dada bidang Adi di pukul pukul oleh Dinda yang kehabisan nafas


"Dasar mesum huh"


"Kan mesum sama kamu tidak apa apa, ya sudah aku berangkat dulu baik baik kamu di rumah jangan keluar tanpa seijin dari aku"


"Iyaaa"


Setelah Adi meninggal kan rumah Dinda. Dinda segera membersih kan rumah nya dan setelah itu mandi setelah mandi Dinda rebahan di rumah karena bingung mau ngapain.


Drrrt drrrt ponsel Dinda berbunyi ternyata Adi yang menelpon Dinda


"Assalamualaikum mas"


"Waalaikumsalam sayang, aku jemput kamu ya habis makan siang"


"Emang mau kemana mas"


"Ke mall beli cincin pernikahan kita yang kan belum beli tadi mama telfon aku"


"Iya ya sudah aku mandi dulu terus siap siap"


"Iya sayang"


Setelah Adi mengakhiri panggilan nya Dinda segera ke kamar nya mandi dan bersiap siap. tak lama kemudian Adi datang menjemput nya. Dinda langsung masuk ke dalam mobil Adi.


sesampai nya di Mall


Adi dan Dinda segera menuju ke toko perhiasan.


"Kamu pilih aja sayang mana yang kamu suka aku ngikut kamu aja"


"Iya mas"


"Mba tolong keluarkan cincin pernikahan model terbaru" Ucap Dinda kepada karyawan toko perhiasan


"Baik nona"


Setelah itu Dinda memilih milih cincin pernikahan setelah itu Dinda menemukan yang menurut nya cocok di tangan nya dan juga tangan Adi.


"Mas sini deh kayak nya ini bagus deh"


"Mana yang coba aku lihat"


"Ini kamu cobain deh yang" Adi akhir nya mencoba cincin tersebut


"Nah kan cocok bagus lagi di tangan kamu"


"Ya sudah mbak tolong bungkus cincin ini"


"Siap tuan"


Setelah itu Adi mengeluarkan kartu black card nya. Setelah selesai membeli cincin Adi mengantar Dinda pulang


"Sayang aku ada meeting habis ini di kantor sama Andre" Ucap Adi setelah sampai di depan rumah Dinda


"Iya mas hati hati"


"Iya sayang"


Setelah Adi kembali ke kantor nya Dinda segera masuk ke dalam rumah nya. Dan kembali melanjut kan acara rebahan nya. setelah sore hari Dinda mandi dan memasak untuk nya makan malam. malam hari pun tiba Dinda segera makan malam sendiri karena orang tua nya sudah pulang kemarin.

__ADS_1


__ADS_2