Takdir Cinta Dinda

Takdir Cinta Dinda
Bagian 53


__ADS_3

Dan betapa terkejutnya Adi saat melihat Dinda sudah di rias dengan riasan Adat jawa. Karena Adi dan Dinda sama sama berasal dari adat jawa maka mereka memutuskan menikah dengan konsep kental adat jawa.


"Cantik banget istri aku" Ucap Adi


"Apaan sih mas malu tau aku"


"Kenapa malu aku suami kamu hemmm"


"Iya aku tau dan aku tidak akan lupa"


"Istri pinter"


Setelah itu Adi segera berganti pakaian adat jawa yang juga serasi dengan Dinda. Setelah itu mereka digiring kedepan dan dibelakang terdapat pengiring dari pihak Dinda. Mereka juga menjalani serangkain acara ngunduh mantu.


Sore hari acara ngunduh mantu pun selesai rombongan keluarga Dinda sudah bersiap untuk kembali


"Dinda kami pamit dulu ya kamu baik baik disini" Ucap Ibu Dinda sambil memeluk Dinda


"Iya bu hati hati kabari Dinda kalau sudah sampai" Jawab Dinda


"Adi saya titip Dinda tolong jaga Dinda jangan pernah kamu sakiti dia" Ucap ayah Dinda kepada Adi menantu nya


"Baik ayah"


"Jeng kami pamit dulu ya titip anakku kalau ada salah tolong kamu tegur ya" Ucap Ibu Dinda kepada mama Adi


"Iya jeng Dinda sudah tak anggap anakku sendiri" Jawab mama Adi sambil memeluk besannya itu.


Setelah mereka pamit dan para tamu meninggalkan kediaman rumah orang tua Adi, Adi segera mengajak Dinda ke kamar nya


"Le Adi ajak anak perempuanku ke kamar ya bersih bersih lalu istirahat pasti capek nanti biar Mbok anterin makan malam kalian di kamar" Suruh mama Adi kepada Adi


"Iya ma" Jawab Adi


"Ya sudah nduk Din kamu istirahat dulu ya sayang"


"Iya mama"


"Jangan kamu tambah capek anak perempuanku Adi awas kamu" Ucap mama Adi sambil menatap tajam Adi


"Yaelah mama terserah aku lah kan istri aku paleng aku bikin capek karena bikinin cucu mama"


"Mass apaan sih"


Setelah itu mereka segera masuk ke kamar. sesampai dikamar Dinda membersihkan wajah nya yang penuh make up di depan meja rias.


"Mas kamu mandi dulu sana deh" Ucap Dinda kepada Adi

__ADS_1


"Nggak mau mandi bareng aja gimana yang menghemat waktu" Jawab Adi


"NO bukannya menghemat malah menambah waktu iya"


"Hehehe kan tidak apa apa"


"Baik lah aku mandi duluan nggak ada mandi bareng barengan"


Setelah itu Dinda menuju kamar mandi dan mandi sedangkan Adi membaringkan tubuh nya di ranjang.


30 menit kemudian Dinda keluar dari kamar mandi menggunakan handuk. Adi yang melihat Dinda keluar dari kamar mandi menggunakan handuk yang sangat pendek rambut basah langsung menelan saliva nya.


"Mas koper aku mana ya tadi udah dibawa ke kamar ini belum sih"


"Sudah kok yang itu disamping lemari"


Dinda segera menuju ke samping lemari. saat membuka kopernya tiba tiba Adi memeluk nya dari belakang dan mencium leher Dinda. tangannya sudah m******s d*** Dinda dengan kuat.


"Arrghhh mas"


Adi langsung membalikkan tubuh Dinda dan melepes handuk Dinda. setelah lepas Adi langsung menciumi bibir Dinda lalu turun kebawah ia memainkan d*** Dinda dengan mulut nya.


"Mas kamu mandi dulu deh, biar wangi bau tau kamu" Ucap Dinda sambil mengelus ngelus rambut Adi. sedangkan Adi masih berada di atas tubuh Dinda


"Enak aja aku wangi ya" Jawab Adi


"Apaa tidak boleh kamu itu istri am masak mau tidur sama mama aku"


"Makanya kamu mandi dulu sana"


"Baiklah aku mandi dulu" Ucap Adi sambil mengucup bibir Dinda sekilas lalu bangkit dari atas tubuh Dinda. Sebelum bangkit adi menyedot dan m*****s d*** Dinda dengan kuat dan m*****p bagian intim Dinda.


"Arrghhh mas pelan pelan kenapa sih"


Sedangkan Adi hanya terkekeh kepada Dinda lalu menuju ke kamar mandi. Dinda langsung bangit dari ranjang dan mengambil gaun tidur nya di koper Dinda juga menyiapkan baju ganti untuk suaminya.


Sambil menunggu Adi yang sedang mandi Dinda mengambil ponsel nya di tas karena seharian belum memegang ponsel nya.


"Chatan sama siapa kamu senyum senyum sendiri" Ucap Adi yang keluar dari kamar mandi dengan menatap Dinda tajam


"Apa sih mas nggak chatan sama siapa siapa kok cuma lihat lihat history aja"


Adi lalu mengambil ponsel Dinda dan melihat ternyata Dinda benar tidak sedang chat dengan siapa siapa bahkan pesan dari beberapa orang belum Dinda baca apalagi membalas nya.


"Ya sudah ini" Ucap Adi sambil menyerahkan ponsel Dinda. lalu Dinda menaruh nya di meja samping ranjang sedangkan Adi sedang memakai bajunya.


Dinda membaringkan tubuh nya di ranjang

__ADS_1


Tok tok tok


"Non Aden ini makan malam nya non" ucap Mbok Darmi


"Iya mbok" Jawab Adi dan Dinda bersamaan


Setelah itu Adi menuju pintu kamar nya dan mengambil makan malamnya dari tangan Mbok Darmi.


"Sayang makan dulu kamu pasti lapar"


"Iya mas" Dinda segera turun dari ranjang dan menuju ke sofa


"Mas suapi ya yang"


"Nggak usah yang aku makan sendiri aja"


"Oke lah makan yang banyak isi tenaga biar kuat nanti"


"Kuat emang mau ngapain"


"Perang lah yang"


"Haa perang"


"Perang di ranjang" Ucap Adi nyengir


"Dasaar"


Setelah selesai makan Adi segera mengembalikan piring nya ke dapur


"Sudah biar aku aja mas"


"Tidak boleh biar mas saja kamu disini saja"


Adi segera mengembalikan piring nya di dapur setelah itu Adi kembali ke kamarnya dan mengunci pintu kamarnya. lalu mendekati Dinda yang masih duduk di sofa


"Sayang kita lanjutkan yang tadi ya" Ucap Adi.


Belum sempat Dinda menjawab Adi sudah mencium panas bibir nya dan tangan nakalnya sudah menjalar ke bagian tubuh Dinda. Adi segera melepas gaun tidur Dinda dan terlihat bagian wanita Dinda yang masih terbungkus kain berbentuk segitiga tidak butuh waktu lama Adi segera menarik kain segitiga itu Adi langsung bermain disana dengan mulut nya.


"Arrggghh mas aku mau keluar"Racau Dinda.


Adi segera menghisap habis cairan tersebut.


Setelah itu Adi menggendong tubuh Dinda dan membawanya ke ranjang lalu Adi kembali menggempur istrinya tanpa ampun malam itu hingga pukul 2 pagi.


"Terimakasih sayang" Ucap Adi sambil mencium kening istrinya lalu menarik selimut dan merebahkan tubuh nya di samping istrinya.

__ADS_1


__ADS_2