
Setelah Adi kembali ke kantor nya Dinda segera masuk ke dalam rumah nya. Dan kembali melanjut kan acara rebahan nya. setelah sore hari Dinda mandi dan memasak untuk nya makan malam. malam hari pun tiba Dinda segera makan malam sendiri karena orang tua nya sudah pulang kemarin.
Keesokan hari nya Adi datang ke rumah Dinda untuk sarapan dan juga mengambil bekal makanan untuk makan siang, karena permintaan Dinda. Sebenar nya Adi sudah menolak namun Dinda tidak ingin jika Adi terlalu sering sering makan di luar.
"Mas aku siapin bekal makan siang nya ya jangan lupa di makan ada salad buah sama puding nya juga sama punya nya Mas Andre juga" Ucap Dinda
" Iya sayang"
Drrrt Drrrt
Ponsel Adi berbunyi ternyata yang video call Mama nya
"Assalamualaikum mama ku tersayang" Ucap Adi
"Waalaikumsalam le, gimana sudah beli cinci nikah nya"
"Sudah mah"
"Lo le kamu lagi dimana ini kok mama seperti tau tempat nya"
"Di rumah Dinda mah"
"Ngapain le pagi pagi sudah di rumah Dinda"
"Minta makan mah"
"Astaga le, terus Dinda mana le"
"Lagi nyiapin bekal buat makan siang aku mah"
Tiba tiba
"Mas bekal sudah siap" Ucap Dinda
"Dindaaaa"
"Mama, mama apa kabar" Tanya Dinda sambil mendekati Adi
"Baik nduk, kamu gimana kabar nya"
"Baik mah"
"Terima kasih ya nduk sudah memperhatikan makan nya Adi"
"Iya mah sudah tugas Dinda ini, sekalian belajar jadi istri yang baik"
"Iya nduk biar Adi makin cinta yo nduk ya"
"Hehehe iya mah"
"Sudah sudah kita berangkat dulu mah ini Adi sekalian nganter Dinda ke kampus, mama kalau mau ngobrol sama Dinda telfon Dinda langsung aja" Ucap Adi
"Oh iya ya sudah hati hati"
Adi lebih dulu mengantar Dinda ke kampus lalu ia pergi ke kampus nya.
Satu minggu kemudian
Malam hari di saat Dinda sedang santai sambil rebahan di depan tv
Ting tong ting tong
Dinda segera membuka pintu nya ternyata yang datang adalah Bagas. entah Bagas bisa tau dari mana letak rumah nya
"Ka...kamu" Ucap Dinda
"Kenapa kamu kaget aku di sini"
"Mau apa"
"Mau kamu sayang" jawab Bagas sambil membelai rambut Dinda
"Apa apa an ini"
"Aku kesini ingin melamar kamu Din"
Bagas tidak tau jika Dinda akan segera menikah dengan Adi beberapa hari lagi
"melamar hahahha kamu lihat jari aku ini, aku akan menikah sebentar lagi"
"Apa kamu bohong kan Din"
__ADS_1
"Hahaha ngapain bohong"
"Ikut aku sekarang kita menikah malam ini!!!!!" Ucap Bagas sambil menarik tangan Dinda
"Aku tidak mau" Jawab Dinda sambil melepas tangan nya dan berlari menutup pintu nya. sedang kan Bagas masih menggedor nggedor pintu rumah Dinda.
Dinda akhir nya menghubungi Adi
Tut tut tut
Adi sedang di jalan karena baru pulang dari meeting bersama Andre
"Mas...mas tolong aku" Ucap Dinda panik
"Kamu kamu kenapa sayang"
"Bagas mas Bagas ke rumah aku dia terus menggedor nggedor pintu rumah aku"
"Bagas mantan kamu, baik aku sekarang ke rumah kamu kamu jangan keluar dari rumah"
"Iya mas"
Kebetulan Adi sedang di jalan dekat dengan komplek perumahan Dinda. Tidak butuh waktun lama Adi sudah sampai di depan rumah Dinda.
Buuuughhh
Adi segera memukul wajah Bagas
"Untuk apa kamu kesini haaa"
"Aku ingin menjemput Dinda Dinda harus menikah dengan ku"
"Jangan mimpi kamu" Ucap Adi sambil tersenyum kecut
Tiba tiba Buggggh
Bagas memukul wajah Adi
"Cukup Bagasssss!!!!" Teriak Dinda
"Luka yang kamu berikan sudah terlalu dalam Bagas, aku sudah bilang kan sama kamu aku sudah memaafkan mu tapi untuk kembali aku tidak bisa apalagi menikah dengan mu, kamu sendiri yang membawa orang ke tiga dalam hubungan kita kamu sendiri yang memberi noda dalam hubungan kita, pergi Bagas pergiiiii" Teriak Dinda.
"Aku akan merebut kamu kembali Dinda"
Bagas akhir nya pergi dari rumah Dinda
Dinda segera memeluk Adi
"Mas kamu tidak apa apa maafin aku"
"Tidak sayang aku tidak apa apa kenapa kamu minta maaf"
"Aku obatin ya luka kamu"
Dinda akhir nya membawa Adi ke ruang tamu nya lalu ia mengambil kotak p3k di kamar nya. setelah itu Dinda mengobati luka di wajah Adi meskipun luka nya tidak terlalu parah namun Dinda sangat khawatir dengan luka Adi.
"Sayang aku mohon kamu tinggal di rumah aku ya mulai malam ini"
"Tapi kan mas kita belum menikah"
"Sudah lah cuma satu minggu kan, setelah itu satu minggu sebelum kita menikah kamu pulang kan ke rumah orang tua kamu aku takut sayang kamu di sini sendiri kalau ada apa apa sama kamu bagaimana bagaimana kalau brengsek itu kembali dan aku tidak ada disini, pliss tidak ada bantahan aku mohon" Ucap Adi sambil memegang tangan Dinda
"Baik lah mas, aku ambil baju baju dan barang barang aku dulu"
"Baik lah sebagian besok saja aku akan menyuruh orang mengambil barang barang kamu"
"Iya mas"
Setelah itu Dinda memasuk kan baju nya ke dalam koper. setelah selesai Dinda segera mengahampiri Adi di ruang tamu rumah nya.
"Sudah sayang"
"Sudah mas"
"Ayo"
Beberapa menit kemudian Dinda dan Adi sampai di rumah Adi.
"Selamat datang istri ku sekarang rumah ini akan menjadi rumah kamu juga"
"Istri istri masih calon jugaaa"
__ADS_1
"Hehehe bentar lagi sayang"
"Kamar aku di mana mas aku ngantuk ini"
"Di kamar aku kamar aku akan menjadi kamar kita sayang mulai malam ini dan seterus nya kamu tidur sama aku"
"APAAAAAA"
"Kenapa begitu"
"Awas kamu macam macam"
"Tidak kalau tidak khilaf"
Awwww.. teriak Adi karena Dinda mencubit pinggang nya
"Sakit yang"
Setelah itu Dinda segera menuju ke kamar Adi.
Setelah itu Dinda membersihkan badan nya setelah itu Dinda merebah kan tubuh nya di ranjang Adi sedang kan Adi sudah lebih dulu merebahkan tubuh nya di keranjang nya. Dinda meletak kan guling di tengah tengah mereka
"Selamat tidur sayang" Ucap Adi sambil mencium kening dan bibir Dinda
"Hemm"
Ke esokan hari nya
Dinda dan Adi bangun pukul 6 pagi karena hari ini hari sabtu. dan kuliah Dinda juga sudah mulai libur semester. keluarga Dinda dan Adi sengaja memilih tanggal pernikahan di saat Dinda libur semester
"Morning kiss nya mana yang" Ucap Adi
"Apa an sih mas"
"Mulai hari ini setiap hari harus ada morning kiss"
"Hem"
Adi langsung mengecup bibir Dinda.
"Mas aku mau mandi dulu"
"Iya sayang"
Setelah itu Dinda membuka koper nya mengambil baju lalu menuju kamar mandi. setelah mandi Dinda menuju dapur di rumah Adi. Dinda membuka kulkas namun tidak ada bahan makanan di situ hanya ada air putih dan beberapa minuman dingin.
"Astaga kulkas nya kosong ternyata dasar rumah laki laki" Lirih Dinda
Dinda lalu kembali ke kamar
"Dari mana kamu yang"
"Dari dapur mas mau bikin sarapan sebenar nya tapi tidak ada bahan nya"
"Hehehe maaf aku kan selama ini makan di rumah kamu, kita gofood aja ya mulai hari ini kamu masak nya nanti aja kalau kita sudah sah"
"Apa mau masak aja nunggu sah"
"Tidak apa apa kamu mau sarapan apa"
"Terserah kamu yang penting tidak bubur aku tidak suka"
"Baik lah"
Tak lama kemudian pesanan mereka datang. Dinda dan Adi segera sarapan. selesai sarapan Dinda menyapu halaman rumah Adi
"Eh calon istri nya mas Adi ya mba"
"Eh iya bu"
"Perkenal kan saya bu Agus rumah saya samping sini"
"Saya Dinda bu"
"Oh mbak Dinda cantik sekali beruntung mas Adi nanti dapat calon istri cantik pagi pagi udah nyapu lagi"
"Hehehe iya bu"
"Ya sudah mbak Dinda saya permisi dulu mampir lah ke rumah saya mbak saya seneng sebentar lagi punya tetangga baru"
"Iya bu terimakasih nanti saya mampir ke rumah ibu"
__ADS_1
"Bener yah saya tunggu lo mari mbak saya mau masak soal nya"
"Mari bu"