
Setelah itu mereka segera turun dan menuju ke halaman depan untuk membeli ketoprak. karena jam sudah menunjukan pukul 23.00 orang tua Dinda dan Adi dan juga Adik Dinda sudah tidur Dinda sebenarnya ingin membelikan untuk mereka juga tapi ia tidak tega membangun kannya.
"Bang ketoprak 2 ya yang satu jangan pedas pedas" Ucap Adi
"Iya mas"
Setelah itu pesan mereka sudah siap Dinda dan Adi segera menyantap ketoprak tersebut sambil duduk di kursi teras depan
"Mas Dinda mau tambah lagi ya"
"Iya sayang"
Dinda akhirnya menghambiskan 2 porsi ketoprak Adi yang melihat hanya geleng geleng kepala karena memang nafsu makan Dinda kadang meningkat kadang juga turun.
Hari wisuda Dinda pun tiba
Dinda sudah memanggil MUA untuk merias wajah nya dan juga untuk mama serta ibu nya. Dinda berencana menggunakan jilbab. Dinda sudah selesai dirias wajah nya. Ia menggunakan kebaya brukat modern berwarna gold serta bawahan batik yang senada dengan kemeja batik yang akan di gunakan oleh Adi. dan juga jilbab berwarna senada.
"Subahanallah ada bidadari" Celetuk Adi saat melihat Dinda keluar
"Yang kamu cantik kok cantik amat" Ucap Adi
"Udah dari lair kali mas"
"Kamu cantik sekali Din"
"Makasih mah"
"Iya lah jeng anaknya siapa dulu" Jawab Ibu Dinda
"Ntar kalau ada yang ngelirik kamu gimana yang kalau cantik cantik" Protes Adi
"Yaelah mas protes mulu deh"
"Hmm, anak papa hari ini mama mu akan wisuda temani mama mu ya sayang jangan buat mama susah papa dan mama mencintaimu" Ucap Adi sambil mengelus perut Dinda
"Iya papaku sayang" Jawab Dinda menirukan suara anak kecil
Mereka akhirnya segera menuju ke kampus Dinda. Disana sudah banyak yang datang. Andre juga datang untuk acara penting calon istrinya tersebut. Begitu pun dengan Adi tidak melewatkan acara wisuda istrinya tersebut ia mengabadikan dalam kamera nya.
"Baiklah u**ntuk lulusan terbaik tahun ini di raih oleh Dinda Naura Auristela Maharani dimohon untuk saudara Dinda segera naik ke panggung"
Tak terasa mendengar namanya di panggil air mata kebahagian Dinda menetes Dinda segera naik ke atas panggung. Sedangkan Adi merasa bangga dengan istrinya tersebut.
"Terima kasih kepada dosen dosen yang telah membimbing saya terima kasih untuk orang tua saya Ayah Ibu Mama Papa dan juga untuk orang paling penting dalam hidup saya patner hidup saya yaitu suami saya Mas Adi yang selalu mendukung saya dan memberi semangat" Ucap Dinda dengan Air mata kebahagiaan yang menetes.
Acara wisuda pun selesai selesai wisuda mereka berfoto foto Dinda tak lupa berfoto berdua dengan Adi dan juga dengan Keluarganya. tak lupa juga dengan Amel. Adi membawa buket Bunga untuk Dinda.
__ADS_1
"Selamat istriku mas bangga sama kamu" Ucap Adi sambil mencium kening Dinda lalu memberikan buket bunga
"Makasih mas"
"Dinda bentar lagi kita jarang ketemu huaaaaaaa" Ucap Amel sambil memeluk Dinda
"Dasar cewek" Ucap Andre
Dinda juga mendapatkan ucapan dari orang tua dan juga mertuanya tak lupa dengan adik laki laki nya. Setelah wisuda mereka memutuskan untuk makan makan merayakan wisuda Dinda di sebuah restauran mewah.
Malam Hari
Setelah makan malah semua keluarga berkumpul di ruang tv
"Dinda apa rencana kamu selanjutnya nak" Tanya ayah Dinda
"Sebenarnya Dinda ingin kerja ayah tapi Mas Adi melarang ya sudah deh Dinda di rumah aja nurut suami biar dapat pahala" Jawab Dinda
"Apa yang dikatakan suami kamu itu benar Din kamu lagi hamil jangan capek capek" Jawab papa Adi
"Iya Din benar itu" Imbuh ayah Dinda
"Sebenarnya saya sudah memaksa Dinda lanjut S2 tapi Dinda nggak mau ya sudah kalau tidak mau lanjut S2 berarti di rumah aja kalau kerja saya melarangnya karena saya tidak mau Dinda capek tugas Dinda hanya di rumah ngurus suami anak tugas kerja adalah tugas saya"
"Kenapa Din emang kamu nggak mau lanjut S2" Tanya Ibu Dinda
"Iya Din kenapa" Imbuh Mama Adi
Sedangkan mereka yang mendengar jawaban Dinda hanya geleng geleng kepala
"Ya sudah kalau pusing mikir berarti kamu di rumah aja jangan aneh aneh" Ucap Adi
"Hmm"
Setelah itu mereka ke kamar Dinda segera mengganti baju untuk tidur yaitu sebuah daster.
"Yang mas Mau" Ucap Adi sambil mencium bibir Dinda
"Boleh ya yang"
"Iya mas pelan pelan tapi kasian dedek bayi nya"
"Iya sayang"
Lalu Adi kembali menciumi Dinda ciuman semakin panas dan semakin turun Adi segera melepas daster yang digunakan Dina sesampainya di d*** Dinda Adi segera mencari pengait bra Dinda lalu membuang nya ke sembarang arah. Adi lalu m*****s d*** Dinda memilin menyesap nya seperti bayi yang sedang kehausan lalu turun ke perut Dinda lalu menciumi nya. Setelah puas Adi semakin turun dan melepas c* Dinda lalu membuang nya ke sembarang arah. jari nya segera bermain di goa milik Dinda sedangkan mulutnya menyesap d*** milik Dinda
"Arrggghh Mas Adi" Desah Dinda
__ADS_1
Tak puas hanya bermain dengan jari nya Adi segera membuka lebar kaki Dinda lalu membenamkan wajahnya Disana lidahnya terus bermain main disana.
"Arrgh Mas" Desah Dinda sambil merem melek
"Mas Adi Dinda mauu..." Belum sempat menyelasaikan ucapannya tubuhnya sudah bergetar lalu mengeluarkan cairan org***** Adi segera melahapnya dengan mulut nya.
"Sudah siap kamu sayang" Tanya Adi tanpa menunggu jawaban dari Dinda ia segera memasukan wortel miliknya ke dalam goa Dinda ia terus memaju mundurkan pinggulnya sambil mulut nya bermain di d*** Dinda.
setelah 1 jam Adi baru selesai melalukan pelepasan. sedangkan Dinda sudah lemas dan terlelap
"Terima kasih sayang" Ucap Adi sambil mencium kening Dinda lalu merebahkan tubuhnya di samping Dinda
Pagi hari
Pukul 05.00 pagi Dinda dan Adi sudah bangun
"Selamat pagi" Ucap Adi sambil mencium bibir Dinda
"Pagi" Jawab Dinda lalu beranjak ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Tanpa disadari Adi ikut masuk ke dalam kamar mandi dan kembali meminta haknya kepada Dinda
2 jam kemudian mereka baru keluar dari kamar mandi
"Tenaga mas kuat banget aku udah lemes tetep aja mas lanjut hmm remuk tulang aku"
"Hehehe habisnya enak kok yang"
"Untung anak mas nggak rewel"
"Dia pengertian kok yang sama papa nya dia juga suka di jenguk papa nya"
"Aiiis itu mau kamu aja"
"Hehehe sarapn yuk yang"
Setelah itu mereka segera turun ke bawah untuk sarapan. Bi Sarmi sudah memasak nasi goreng untuk sarapan.
"Le kemarin kamu main berapa ronde tuh liat leher mantu mama seperti digigit drakula itu" Ucap mama Adi
"Drakula ganteng" Imbuh ibu Dinda
"Berapa ronde kemaren yang" Goda Adi kepada Dinda
"Tau ah"
"Anakku kuat ternyata" Ucap papa Adi
"Yah papa kalau Dinda lagi nggak hamil Adi bisa minta terus sampek pagi kok ya kan sayang sampai Dinda aja kualahan"
__ADS_1
"Ingat kamu le istrimu lagi hamil jangan kamu gempur terusan kasian nanti kalau udah lair itu anak bisa kamu gempur gempur bikinin adik lagi" Oceh Mama Adi.
Setelah sarapan mereka bersantai santai di halaman belakang. Hari ini Adi belum ke kantor karena masih ingin di rumah menemani keluarganya sebelum mereka pulang.