
Lalu mereka memasuki mobil. Di dalam mobil Mama Adi dan Dinda tidak henti henti nya mengobrol entah ada saja yang di bahas. Adi yang melihat Dinda akrab dengan Mama nya hanya tersenyum karena sebelum nya memang mereka sudah saling mengenal. Setelah menempuh perjalanan 30 menit akhir nya mereka sampai di rumah orang tua Adi.
"Ayo nak masuk" Ucap mama Adi menggandeng tangan Dinda
"Ck udah lupa sama anak sendiri" Ucap Adi
"Lah kamu kalau masuk masuk aja kan biasa nya kamu kalau pulang nylonong aja keluar masuk sendiri" Jawab Mama Adi
"Hem"
"Mah ini ada titipan dari ibu buat mama katanya kue kesukaan mama" Ucap Dinda sambil memberikan paper bag kepada mama Adi
"Oh iya ibu kamu itu masih ingat aja makasih ya nak" Jawab mama Adi
"Yang nanti tidur sama aku ya di kamar aku" Ucap Adi kepada Dinda
"Eh kamu belum kamu halalin anak orang ini nanti macam macam kamu" Jawab Mama Adi
"Nggak mah paling bikinin mama cucu" Jawab Adi santai
"Benar kah kamu mau bikinin mama cucu mama seneng banget malah nanti cucu nya bisa mama ajak arisan bisa mama ajak jalan jalan terus rumah ini jadi rame"
"Enak aja mama ini aku yang bikin mama yang ajak ajak kalau mama mau ajak ajak mama harus ke rumah aku lah"
"Kamu tuh yah sama mama sendiri gitu amat"
"Boleh ya mah Dinda tidur sama aku kasian nanti kalau tidur sendiri"
"Boleh awas aja kalau macam macam mama nikahin kamu"
"Seneng dong mah aku nya"
"Ya sudah kalian bersih bersih dulu ya habis itu kita makan sama sama"
Setelah itu Adi mengajak Dinda menuju kamar nya
"Awas kalau kamu nanti macem macem mas" Ucap Dinda menatap tajam Adi
"Paling satu macem yang bikin baby".
"Aww sakit yang" Ucap adi sambil memegang lengan nya yang di cubit Dinda
"Maka nya kalau ngomong jangan asal nyeplos aja"
"Hehehe"
Setelah selesai mandi mereka menuju ruang makan untuk makan malam.Selesai makan malam Dinda dan Adi kembali ke kamar untuk istirahat.
"Yang"
"Apa"
Tiba tiba Adi meraih tengkuk Dinda dan m******t bibir merah tipis Dinda. Setelah 5 menit adi melepas bibir nya dari bibir Dinda
"Dasar mesuuuum"
__ADS_1
"Hehehe yang peluk boleh nggak"
"Peluk guling itu" Jawab Dinda sambil meletak kan Guling di tengah tengah mereka
"Apa an sih ini yang"
"Udah tidur mas aku ngantuk"
"Iya sayang good night" Ucap Adi sambil mencium kening Dinda dan bibir Dinda tentu nya
"Hem"
Keesokan hari nya
Setelah bangun Dinda menuju dapur Dinda melihat mama Adi sedang membuat sarapan Dinda ingin membatu nya
"Pagi mama" Ucap Dinda
"Pagi anak perempuan mama"
"Mama masak apa"
"Mama masak nasi goreng nak"
"Dinda bantu ya mah"
"Eh gak usah kamu duduk aja ini sudah hampir selesai"
"Yah gak enak dong ma masa mama lagi masak aku duduk duduk santai"
"Iya udah deh ma"
Setelah selesai masak Dinda membantu menata di meja makan. Papa dan Adi juga sudah berada di meja makan. Dinda mengambil kan makanan untuk Adi. Mereka yang melihat Dinda begitu melayani Adi sangat bahagia. selesai sarapan mereka berkumpul di halaman belakang
"Adi gimana perusahan kamu nak" Tanya papa Adi
"Aman pah"
"Terus Andre menghandle sendiri dong Di"
"Iya mah gampang nanti begitu Adi balik gantian Andre aku kasih cuti"
"Dinda gimana kuliah kamu"
"Lancar pah"
"Alhamdulillah" Ucap mama Adi
"Eh Di kok mama liat liat badan kamu gendutan ya sekarang"
"Ya itu gara gara anak perempuan mama itu"
"Kok aku sih mas"
"Habis nya kamu masakin aku terus enak enak lagi gimana nggak gendut coba"
__ADS_1
"Jadi Dinda sering masakin kamu Di"
"Iya ma kadang sering kirim makan siang ke kantor kadang ke rumah lewat gojek online tapi yang masak dia masakan nya enak loh mah"
"Benar kah Din"
Dinda hanya tersenyum
"Bagus dong nanti kalau kalain udah nikah kan Adi gak kelaperan lagi"
SKIP
Malam hari.
Setelah makan malam Dinda dan Adi segera ke kamar. Sesampai nya di kamar Adi menyalakan tv nya. Sedang kan Dinda tiduran di samping Adi. Tiba tiba Adi naik ke atas tubuh Dinda
"Mas ka kamu mau apa" Ucap Dinda
Adi tak menghirau kan ucapan Dinda, Adi langsung m******t bibir Dinda dengan lembut, karena Dinda tidak merespon akhir nya Adi menggit bibir bawah Dinda Dinda langsung membuka mulut nya. Adi tidak menyiayikan kesempatan itu Adi menyelusuri setiap inci mulut Dinda. ciuman Adi semakin liar. kini ciuman Adi susah pindah ke leher Dinda, Adi menciumi menjilat nya menyesap nya dan memberikan tanda kepemilikan di sana.
"Mas Adi" Ucap Dinda
"Kenapa sayang maafin aku ya aku tidak akan melakukan yang lebih sayang sebelum kita halal nanti kamu tenang aja" Jawab Adi
"Hemm"
Setelah itu mereka terlelap dengan Adi tidur memeluk Dinda sedang kan Dinda tidur di dalam dada bidang Adi. keesokan hari nya Dinda terbangun merasakan Ada yang berat di perut nya. ternyata itu tangan Adi. Dinda memindah kan tangan Adi pelan pelan takut Adi terbangun. setelah itu Dinda segera mandi. setelah mandi ternyata Adi sudah bangun
"Morning sayang" Ucap Adi mengecup bibir Dinda
"Morning too, mas kamu apain leher aku"
"Hehehe bagus nggak karya aku yang"
"Bagus apa nya" Lalu Dinda berjalan mengambil kotak make up nya dan mengambil pondation
"Eh itu mau kamu apain yang nonono sudah biar gini aja"
"Tidak mas nanti aku di kira cewek apa an coba kita belom halal mas"
"Oh iya ya ya sudah sini aku bantuin" Ucap Adi sambil merebut pondation dari tangan Dinda.
Setelah itu mereka turun untuk sarapan. setelah sarapan Adi gantian mengajak Dinda jalan jalan keliling komplek perumahan nya. Adi berjalan jalan sampai di depan komplek. setelah itu mereka duduk di ayunan taman komplek
"Mas aku mau makan bakmi kata nya disini terkenal bakmi nya mas" Ucap Dinda karena kota kelahiran Adi terkenal dengan bakmi nya
"Iya sayang nanti malam beli ya, aku punya langganan bakmi enak banget tapi buka nya malam sekalian kita jalan jalan"
"Iya mas"
Setelah itu mereka pulang ke rumah. sesampai nya di rumah Dinda segera membantu mama Adi memasak untuk makan siang.
"Mama Dinda bantu ya kali ini tidak boleh ada penolakan mama" Ucap Dinda
"Iya udah deh kamu nggak boleh capek capek tapi"
__ADS_1
"Iya mama"