
Setelah itu mereka membahas pernikahan Adi dan Dinda. Akad Nikah akan dilaksanakan di kota kelahiran Dinda nanti juga di laksanakan resepsi temu manten di sana . karena Dinda dan Adi berasal dari suku Adat jawa maka nanti di kota kelahiran Adi juga di adakan resepsi ngunduh mantu.
setelah selesai membahas pernikahan anak anak mereka orang tua Dinda mengajak untuk makan siang bersama. Dinda mengambil kan nasi dan lauk pauk untuk Adi. Selesai makan siang mereka pamit pulang.
Malam hari nya
Drrt drrt ponsel Dinda ber bunyi ternyata Adi video call Dinda
"Assalamuaikum calon suamiku" Sapa Dinda
"Waalaikumsalam calon istriku"
Dinda hanya senyam senyum tidak jelas
"Itu kenapa senyam senyum sendiri"
"Cakep amat calon suami aku"
"Emang dari sono nya udah cakep yang"
"Nyesel deh aku bilang gitu" ucap Dinda lirih namun masih terdengar oleh Adi
"Kamu bilang apa barusan yang"
"Nggak apaa apa kok hehehe" Jawab Dinda sambil nyengir
"Udah makan yang"
"Udah kok"
"Yang besok aku anterin ya ke kampus"
"Kenapa emang"
"Ya pengen aja nganterin calon istri nggak boleh emang"
"Nggak usah deh"
"Oh kamu ingin membantah calon suami mu ini ya" Ucap Adi menatap tajam Dinda
"Hmm iya iya oke deh" Jawab Dinda sambil memonyong kan bibir nya
"Itu kenapa bibir nya di gituin mau aku cium ya"
"Apaan sih mas dasar mesum dah lah aku ngantuk mas, mau tidur nih kamu juga cepetan tidur selamat malam i love you calon suami"
"Malam kembali i love you too calon istri"
Setelah itu Dinda mencarge ponsel nya dan tidur karena waktu sudah malam.
Pagi hari nya
Ting tong ting tong
Ayah Dinda segera membuka pintu tempat tinggal Dinda
"Loh Adi"
"Ayah selamat pagi ayah" ucap Adi sambil menyalami ayah Dinda
"Pagi Di mau anter Dinda ke kampus ya"
"Iya yah hehehe"
"Ya sudah masuk dulu ya, Dinda masih di kamar seperti nya, mau teh apa kopi apa susu apa mau minum apa biar di bikin kan ibu"
"Sudah yah tidak usah terima kasih"
"Loh nak Adi, cari Dinda ya Dinda masih di kamar nak Adi nanti sarapan bareng aja ya"
"Tidak usah bu terima kasih sudah sarapan tadi di rumah"
Setelah itu Adi dan Ayah Dinda berbincang bincang di ruang tamu sambil menunggu Dinda. tak lama kemudian Dinda muncul keluar dari kamar
"Calon suami aku udah dateng toh maaf lama"
"Iya nggak apa-apa kamu sarapan dulu yang aku tunggu sini"
"Kamu mau sarapan sekalian mas"
"Aku udah sarapan kok"
"Oke deh"
__ADS_1
Setelah sarapan Dinda menghampiri Adi di di ruang tamu
"Dinda nak Adi, ibu sama ayah nanti mau pulang ya kasihan adek kamu di rumah sendiri"
"Yah, ibu ayah kok cepat sekali sih Dinda kan masih kangen"
"Nanti kan sebentar lagi kamu juga pulang nak untuk nikah, ibu sama ayah juga mau ngurusin pernikahan kamu loh"
"Oh iya ya ya sudah ibu sama ayah hati hati ya ibu pulang jam berapa"
"Pesawat nya nanti jam 10 Din"
"Nanti biar di antar sama Andre saja bu, soal nya saya jam 10 ada meeting"
"Tidak usah nak Adi biar nanti ayah sama ibu naik taksi online aja"
"Tidak apa apa Bu"
"Ya sudah kalau begitu"
"Ya sudah Bu Dinda sama mas Andre berangkat dulu ya"
"Iya sayang hati hati"
Dinda memeluk dan menyalami ayah dan Ibu nya. di ikuti oleh Adi setelah itu Adi mengarah kan mobil nya ke kampus Dinda
Di perjalanan
"Nanti kalau kita sudah menikah aku akan antar jemput kamu ke kampus, kecuali kalau aku ada urusan mendadak yang tidak bisa di tinggal" Ucap Adi memecah keheningan
"What mas..." Jawab Dinda terpotong oleh Adi
"Tidak ada bantahan sayang"
"Hem ya sudah deh emang kamu nggak apa apa mas kalau antar jemput aku nggak ngrepotin gitu"
"Tidak lah kan antar jemput istri sendiri aku nggak merasa di repotin kok"
"Ya sudah deh"
setelah itu mereka sampai di kampus Dinda
Adi memberhentikan mobil nya
Cup
Dinda pun akhir nya mencium tangan Adi.
Cup
Cup
Adi mencium bibir Dinda dan kening Dinda
"Semangat kuliah nya calon istri"
"Semangat bekerja calon suami"
"Siap bos, oh iya yang nanti kamu pulang jam berapa"
"Jam setengah 12 mas kamu masih meeting nggak kalau masih biar aku naik taksi online aja apa bareng sama Amel dan supir nya"
"Udah kok yang nanti aku jemput"
"Iya mas adi ku sayang daaa aku masuk dulu"
"Iya sayang"
Dinda pun berjalan menuju ruang kuliah nya saat di loby ia bertemu dengan Amel
"Selamat pagi calon pengantin, happy banget nih keliatan nya"
"Iya dong gimana sih"
"Jadi pengen nih gue kapan ya"
"Ya sudah nanti gue bilangin sama mas Andre buat nikahin loe"
"Apaan sih loe Din"
"Hehehehe, nanti loe datang ya ke acara nikahan gue di kota kelahiran gue tapi"
"Iya dong gue pasti dateng lah gimana sih sohib gue mau nikah masak gue nggak datang"
__ADS_1
Skip
Jam mata kuliah Dinda selesai Dinda segera keluar dari ruangan nya dan menuju ke depan gerban sama Amel
"Loe nggak bawa kendaraan sendiri Din tumben amat" Tanya Amel
"Nggak gue tadi di antar sama calon suami" Jawab Dinda
"Yah gue juga pengen kali"
"Cari pacar makannya"
Setelah sampai gerbang terlihat Adi sudah menunggu Dinda. sedang kan Amel sudah ditunggu supir nya.
"Mas kamu dari tadi" Ucap Dinda sambil membuka pintu mobil Adi
"Nggak kok sayang 10 menit paling, makan siang dulu ya sayang habis ini ikut aku ke kantor ya"
"Iya mas"
"Kamu nggak apa apa kan kalau ikut aku ke kantor dulu"
"Tidak sayang ku"
Setelah itu Adi membelok kan mobil nya ke sebuah restoran. 30 menit kemudian mereka selesai makan siang kemudian mereka menuju ke kantor Adi.
Adi memeluk pinggang Dinda sangat posesif menuju ke ruangan nya.
"Sayang kamu istirahat dulu di kamar kalau kamu capek"
"Nggak usah mas aku di sofa aja"
"Ya sudah aku tinggal kerja ya"
"Iyaa"
Dinda duduk di sofa sambil memain kan ponsel nya. tiba tiba Adi merampas ponsel Dinda dan menidurkan tubuh nya di sofa dengan paha Dinda sebagai bantal nya
"Mas kok di ambil sih ponsel aku"
"Sekarang gantian sama aku"
"Ada apa sayang ku" Ucap Dinda sambil mengelus rambut Adi
"Apa ya yang"
"Tau ah"
"Yang nanti kalau sudah nikah kamu tinggal di rumah ku nggak apa apa kan"
"Tidak mas, sudah tugas ku sebagai istri di manapun suamiku aku akan mengikuti nya"
"Nah kamu pinter deh yang, tapi kalau kamu nggak suka sama rumah aku aku bisa belikan rumah lain nya kok yang aku ingin membuat kamu nyaman"
"Tidak usah rumah itu saja aku suka kok dan aku nyaman"
"Baiklah kalau ada yang ingin kamu ubah bilang sama aku"
"Iya mas"
"Yang" panggil Adi kepada Dinda
"Iya mas"
"Kamu tidak ingin menunda untuk punya anak kan yang"
"Tidak lah mas aku tidak apa apa jika nanti aku kuliah dengan perut yang membesar karena hamil toh kuliah aku kan tinggal beberapa bulan aja, kenapa emang nya"
"Cuma tanya, karena aku tidak mau menunda untuk punya anak karena kamu tau kan umur aku sudah berapa"
"Iya iya mas aku juga tidak mau menunda nya"
"Ya sudah nanti malam pertama kita kita langsung bikin aja kalau gitu tidak ada ampun pokok nya akan aku gempur kamu" Goda Adi kepada Dinda
"Itu sih mau kamu aja mas"
"Hehehe, mau pulang sekarang sayang"
"Emang kerjaan kamu sudah selesai mas"
"Sudah ayo pulang sekarang"
"Baik lah"
__ADS_1
Setelah itu mereka segera keluar dari kantor Adi dan pulang. Adi terlebih dulu mengantar Dinda pulang ke rumah nya.