
Setelah itu mereka menuju ruang makan untuk makan malam Dinda mengambil kan nasi dan lauk pauk untuk suami nya. Setelah makan malam Dinda mengajak Adi berkenalan dengan keluarga Dinda.
Pukul 20.00 Dinda dan Adi segera masuk ke kamar. sesampai nya di kamar Dinda segera menuju ke kamar mandi untuk menggosok gigi nya. setelah menggosok gigi Dinda duduk di depan meja rias nya dan menggulung rambut nya ke atas saat hendak memakai skincare malam nya tiba tiba Adi m***t bibir Dinda kembali dan sangat lama ciuman itu mulai turun ke leher mulus Dinda tangan Adi sudah mulai nakal dengan masuk di balik drees tidur milik Dinda
"Sayang apa kah aku boleh meminta hak ku sebagai suami mu ini sekarang? " Tanya Adi lembut sambil menatap Dinda.
Dinda menganggukan kepala nya sebagai tanda setuju nya
"Terima kasih sayang aku akan melakukan dengan pelan pelan"
Adi mencium bibir Dinda dengan lembut Dinda juga membuka mulut nya agar Adi leluasa menyelusuri setiap inci mulut nya ciuman Adi semakin turun di leher Dinda Adi menciumi menghisap dan memberikan beberapa tanda kepemilikan di sana. Adi membuka dress tidur yang di gunakan Dinda. Adi terpukau saat melihat d**** Dinda Adi langsung m****t m*******p serta menggigit bagian tersebut serta memberi kepemilikan di sana
"Ashhhhh Ashhh"
"Keluar kan suara indah mu sayang mas sangat suka sangat"
Adi menyelusuri seluruh tubuh Dinda menggunakan lidah nya. sampailah di bagian intim Dinda adi segera memainkan lidah nya di sana
"Masss Ahhhh masss"
Dinda menekan kepala Adi supaya semakin masuk ke dalam. setelah puas bermain dengan tubuh Dinda, Adi melepas pakaian nya. Akhir nya mereka sama sama polos. Adi siap melakukan penyatuan
"Mas akan melakukan pelan pelan sayang" Ucap Adi sambil mencium bibir Dinda.
"Sakit mas"
"Tahan sebentar sayang sakit nya akan menjadi nikmat sayang"
Satu dua hentakan Adi gagal. Adi langsung m*****t bibir Dinda, dengan tiga kali hentakan akhir nya Adi berhasil membobol gawang Dinda.
"Aahhhh" Teriak Dinda saat milik Adi masuk ke dalam milik nya untung kamar Dinda kedap suara
Adi membiar kan Dinda rileks lebih dahulu, stelah rileks Adi memaju mundurkan.
"Sempit sekali sayang tapi aku suka" Ucap Adi
Adi terus memaju mundur kan dengan mulut dan tanga nya bermain di d*** Dinda.
Pukul 03.00 Pagi Adi baru selesai menggempur Dinda tanpa ampun dengan berbagai posisi. Adi segera membaring kan tubuh nya di samping Dinda yang sudah lemas tidak berdaya
"Terima kasih sayang sudah menjaga nya dan memberikan untuk mas" Ucap Adi sambil mencium kening Dinda
"Sudah menjadi kewajiban aku mas" jawab Dinda
Setelah itu mereka terlelap dengan keadaan masih polos.
Pukul 08.00 pagi Dinda terbangun dan ingin ke kamar mandi tiba tiba
"Arrrgggh" Teriak Dinda
"Kenapa sayang" Jawab Adi
"Sakit mas ini"
Adi langsung menggendong Dinda ke kamar mandi. di dalam kamar mandi Adi kembali menggempur Dinda pukul 10 mereka baru keluar dari kamar.
"Kapok aku mandi sama kamu"
"Mana ada seperti itu sayang enak loh rasa nya"
"Tenaga kamu itu terbuat dari apa sih mas"
"Dari baja kayak nya yang"
__ADS_1
"Yang bagus nggak karya aku ini" Ucap Adi kembali sambil menunjuk kan tanda kiss mark nya di tubuh Dinda
"Hem sarapan yuk laper mas"
Pukul 11.00 mereka baru keluar dari kamar
orang tua mereka juga memahami karena pengantin baru
"Duh pengantin baru jam segini baru bangun habis belah duren ni yee" ucap saudara Dinda
"Apaan sih mbak"
Keluarga mereka paham karena melihat Dinda berjalan berbeda dan juga banyak nya tanda yang di buat Adi di leher nya Dinda
"Seperti nya kita akan punya cucu yah bentar lagi" Ucap Ibu dinda kepada ayah Dinda
"Ibuuk apaan sih ibu kok ikut ikutan sih"
Setelah makan mereka kembali ke kamar dan menonton tv di kamar Dinda
"Sayang mau lagi"
"Emang tadi malam sama pagi tadi masih kurang mas"
"Kurang lah yang kata nya pengen cepet punya baby pokok nya setiap hari wajib"
"Hem"
"Boleh ya sayang"
Akhir nya Adi kembali menggempur Dinda lagi.
Pukul 19.00 Adi keluar kamar untuk mengambil makan malam mereka memutus kan makan malam di kamar karena Dinda kelelahan
"Di kamar bu, kami makan di kamar saja" Jawab Adi
"Oh ya sudah Di semoga cepat jadi ya pengantin baru mah gitu pengen nya berduaan saja di kamar makan nya yang banyak biar ada tenaga" Goda ibu Dinda
Adi hanya tersenyum.
Setelah mengambil makan malam Adi segera membawa nya ke kamar.
"Sayang makan dulu" Ucap Adi kepada Dinda
"Nanti aja mas aku capek remuk semua rasa nya badan aku" Jawab Dinda
"Nggak pokok nya harus makan sini aku suapin tidak ada bantahan kamu harus nurut sama suami ini"
Akhir nya Dinda pasrah. Adi dengan telaten menyuapi Dinda
"Anak pinter, biar ada tenaga nanti lagi ya sayang"
"APAAAAAA, badan aku capek loh mas remuk nggak kasian apa sama aku" Ucap Dinda memelas.
Melihat Dinda memelas Adi pun tidak tega menggempur nya lagi.
"Baik lah sayang kali ini kamu selamat besok besok tidak ada ampun pokok nya biar cepat jadi Adi junior nya"
"Hem"
"Mau Adi junior cewek apa cowok yang"
"Mau cewek apa cowok sama aja mas yang penting sehat trus kelakuan nya jangan kayak bapak nya semoga"
__ADS_1
"Apa kamu bilang tadi"
"Uppsss tidak apa apa"
Setelah makan malam mereka akhir nya Dinda terlelap. sedang kan Adi masih menonton tv di kamar Dinda.
Ting
Satu pesan di ponsel Adi
Andre :
Gimana bro malam pertama loe😂
Adi :
Beres
Andre :
Enak dong apalagi Dinda masih muda lagi
Adi :
Apa sih loe mau nggak gajian bulan ini kamu
Andre :
Lah jangan begitu lah
Setelah bertukar pesan dengan Andre dan membahas yang tidak jelas ngalor ngidul. Adi segera terlelap menyusul Dinda ke Alam mimpi.
Keesokan hari nya
Dinda dan Adi duduk di balkon kamar Dinda sambil menikmati kopi dan juga susu coklat kesukaan Dinda. maklum lah pengantin baru pengen nya ya di kamar mulu.
"Yang aku nggak nyangka loh kamu bakal jadi istri mas"
"Sama aku juga nggak nyangka mas"
"Karena kamu tau sendiri kan kita nggak pernah komunikasi jarang ketemu beda kota ya walaupun orang tua kita sering komunikasi, mas suka kamu seber nya sudah lama dari kita masih kecil"
"Terus"
"Ya terus Alhamdulillah kita ketemu lagi dan mas beranikan aja minta nomor ponsel kamu eh kamu nya baik langsung di kasih nggak nyangka juga kamu kuliah di kota tempat aku kerja"
"Memang udah jodoh deh kayak nya"
"Iya lah jodoh tidak kemana"
"Yang mas boleh nanya nggak"
"Nanya ya nanya aja mas"
"Sebelum sama mas kan kamu sama Bagas sebelum sama Bagas apa kamu pernah pacaran"
"Nggak pernah brengsek itu cinta pertama aku dan kamu itu cinta terakhir aku"
"Jangan pernah tinggalin mas ya sayang menua bersama pokok nya"
"Tidak mungkin itu terjadi"
"Serius yang"
__ADS_1
"Iya suami aku tersayang"