
Siang hari, Damian nampak murung di ruang kerjanya sambil menatap foto Nirina. Hari itu adalah hari ulang tahun Nirina, tapi dia tidak bisa merayakannya bersama. Jangankan merayakan, ingin membelikan sebuah kado saja tidak bisa. Perempuan itu telah hilang entah kemana, seperti ditelan oleh ujung bumi.
Andai saja waktu itu Damian tidak termakan bujuk rayu seorang Tiara, mungkin hubungan mereka akan baik baik saja sampai sekarang. Damian masih saja menaruh sesal di dalam hatinya, meski waktu telah berlalu cukup lama.
Move on, adalah sesuatu yang sulit Damian lakukan kecuali jika dia mengakhiri hidup. Nirina terlalu baik dan sempurna untuk di lupakan, apa lagi untuk diganti dengan sesuatu yang baru.
"Aku menemukannya," Sinta membuka pintu ruang kerja anaknya dengan kasar. Dia terlihat sangat gugup dan bahagia.
"Apa maksud Ibu?" Damian kebingungan.
"Aku menemukan keberadaan Nirina,"
"Benarkah? Dimana dia?" Damian bersorak senang.
"Dia bekerja di butik salah seorang artis, Ibu tidak sengaja melihat sosok Nirina saat artis itu melakukan live di akun media sosial. Kita harus kesana segera," tutur wanita paruh baya itu.
"Tidak, bukan kita. Tapi aku," sela Damian.
"Ibu juga ingin bertemu dengannya," Sinta merengek.
"Tidak Ibu, kalau masalah kami belum selesai sebaiknya Ibu jangan menemuinya dulu,"
__ADS_1
"Ya, baiklah. Ibu ikut apa katamu," Sinta terlihat cukup kecewa. Meskipun begitu, dia memang harus menghargai semua keputusan anaknya.
***
Damian pulang ke kediaman pribadinya, selain untuk mengambil beberapa pakaian, Damian juga ingin memasrahkan keamanan Tiara pada para pengawalnya yang ada di sana.
Diruang tamu, Damian mengumpulkan beberapa pria bertubuh besar dan berotot untuk diajak berdiskusi.
"Aku akan pergi ke luar kota selama beberapa hari, tolong jaga Tiara. Jangan sampai dia melarikan diri dari rumah ini,"
"Siap Bos!"
"Mengerti Bos!"
"Bagus, kalian boleh pergi."
Tanpa Damian ketahui, sejak tadi Tiara telah menguping di balik tembok. Dia merasa senang karena Damian akan pergi dalam waktu lama.
Mungkin ini adalah jawaban doa doanya kepada Tuhan, dia akan memanfaatkan kepergian Damian untuk mencari cara terbaik agar bisa kabur dari penjara mewah itu. Tapi, kemana Damian akan pergi? Apa dia sudah menemukan keberadaan Nirina? Tiara dibuat penasaran oleh teka teki itu.
Segera, Tiara kembali masuk ke dalam kamarnya dan berpura pura tidur diatas ranjang. Damian bergerak menuju kamar Tiara untuk memeriksa keadaan calon anaknya yang masih ada di dalam perut.
__ADS_1
Klak...
Pintu kamar Tiara terbuka, Damian berjalan mengendap-endap mendekati Tiara.
"Andai saja kamu menurut padaku, aku pasti tidak akan mengurung mu seperti hewan peliharaan. Aku akan memperlakukan kamu secara manusiawi meskipun aku tidak akan pernah bisa mencintai kamu," gumam Damian panjang lebar.
Gumaman pria itu terdengar seperti suara bom Hiroshima dan Nagasaki, meluluh lantahkan hati Tiara hingga hancur tak bersisa. Pria seperti Damian tidak pantas mendapatkan cinta tulus, Tiara berharap Nirina akan meninggalkan Damian untuk selama lamanya.
***
Malam harinya, Damian pergi ke kota X dengan mengendarai mobilnya sendiri. Dia tidak membawa seorang asisten pribadi manapun, dia ingin perjalannya mencari Nirina saat ini berjalan tenang dan privasi.
Semakin sedikit yang tau pertengkaran antara dirinya dan Nirina, akan menjaga nama baiknya tetap baik di masyarakat khususnya di mata bawahan dan rekan bisnisnya. Sangat tidak lucu saat ada orang yang tau, seorang pengusaha kaya, muda, mengemis cinta seorang perempuan. Damian pasti akan menjadi bahan ejekan meski yang dia lakukan bukanlah sebuah kesalahan.
"Nirina sayang, aku akan membawamu kembali. Kita akan segera bersatu menjadi pasangan suami istri," ucap Damian pada dirinya sendiri.
Saat ini, Damian seperti orang yang sedang hilang akal. Dia diserang rasa cemas dan khawatir berlebih. Bagaimana jika dia diusir oleh Nirina lagi? Bagaimana kalau dia ditolak lagi? Bagaimana jika Nirina kabur dan semakin menjauh darinya lagi?
Memikirkan itu semua membuat kepala Damian sakit hingga mau pecah. Nyatanya, kaya dan tampan tidak akan berarti apa apa bagi seorang wanita jika pria itu tidak bisa setia.
Bersambung...
__ADS_1