Takdir Cinta Nirina

Takdir Cinta Nirina
Persiapan Pra Nikah


__ADS_3

Nirina mendatangi klinik kecantikan, dia melakukan perawatan wajah dan kulit untuk persiapan pra nikah. Tak hanya itu, Dinda juga melakukan perawatan rambut dan organ v*talnya agar cantik mewangi.


Nirina ingin tampil sempurna untuk Damian, meskipun pada akhirnya pria itu tidak akan menjamahnya hingga masa tahanannya selesai. Selain itu, dia mau pernikahannya hanya terjadi satu kali seumur hidup. Nirina ingin tampil semenawan mungkin.


Selesai melakukan perawatan kecantikan, Nirina pergi ke toko kain mencari bahan untuk membuat seragam keluarga. Disana, Nirina bertemu dengan Teresa, sahabat yang telah lama tidak dia temui.


Teresa melompat senang saat melihat Nirina, dia langsung memeluk Nirina erat erat dan mencubit pipinya gemas.


"Sedang apa kamu di sini?" Tanya Teresa penasaran.


"Aku sedang mencari kain untuk membuat seragam keluarga," sahut Nirina.


"Seragam keluarga? Untuk apa?"


"Untuk acara pernikahan aku," Nirina meringis.


Nirina memang belum mengabari teman temannya kalau dia akan menikah, jangankan temannya, sanak saudara dan tetangga rumahnya juga belum diberi tahu.


"Apa? Menikah? Dengan siapa? Kapan? Dimana?" Tanya Teresa bertubi tubi. Dia sangat penasaran dengan calon suami Nirina.


"Dengan Damian," sahut Nirina.


"Kamu balikan lagi dengan pria playboy itu? Kok bisa?" Teresa kaget.


"Panjang ceritanya. Btw, kamu sedang apa disini? Kamu libur kerja?" Tanya Nirina balik.

__ADS_1


"Aku sedang membeli kain titipan Ibuku. Iya, aku sedang libur kerja. Ayo main ke rumahku," ajak Teresa.


"Iya, kapan kapan aku mampir," tolak Nirina halus.


Nirina dan Teresa kembali berpelukan, mereka mengakhiri percakapan singkat mereka lalu berpisah. Tere bukanlah wanita yang mudah puas, nanti malam pasti Tere akan melanjutkan pertanyaannya yang tadi belum dijawab Nirina.


***


Malam hari, Nirina tiba di rumah. Dia mengeluarkan barang belanjaannya dari dalam kantong dan memperlihatkannya pada sang Ibu.


"Untuk apa kamu membeli kain?" Tanya Ningsih.


"Membuat seragam keluarga," Nirina tersenyum.


"Biar bagus di foto Bu, namanya juga momen seumur hidup sekali. Wajar dong kalau aku maunya keluarga terlihat kompak,"


Nirina sama sekali tidak merasa tersinggung dengan ucapan Ningsih, dia sudah paham kalau Ibunya terkadang suka asal kalau berbicara. Tapi dia sama sekali tidak bermaksud menyinggung perasaan anak anaknya.


Sintia keluar dari kamarnya, dia langsung menghampiri Nirina dan untuk mencari tau apa saja yang baru di beli oleh Kakak perempuannya itu. Sampai sampai, dia harus menitipkan areta pada Ibunya dan adiknya selama berjam jam.


"Kakak beli apa?" Sintia menarik narik kantong belanjaan Nirina yang ternyata tak ada isi jajanan atau makanan.


"Kakak beli kain untuk seragam keluarga," sahut Nirina.


"Kak, makanannya mana? Martabak telor, Sate, Ayam goreng crispy?"

__ADS_1


"Kamu beli sendiri saja, diatas kulkas ada uang sisa belanja sayuran tadi pagi,"


"Oke," Sintia mengedipkan matanya sebelah.


Gadis muda itu selalu saja meminta pajak kalau di titipi Areta, walaupun itu hanya beberapa waktu saja. Oleh karena itu Nirina sedikit malas kalau mau pergi keluar rumah, tapi belanja sambil membawa anak kecil tidaklah nyaman.


***


Nirina baru saja selesai mandi saat ponselnya tiba tiba mengeluarkan banyak bunyi. Beberapa pesan masuk ke dalam nomor ponselnya. Pesan dari siapa itu? Tidak biasanya ada yang mau mengirim pesan padanya.


Nirina mengambil ponselnya, ternyata beberapa teman sekolah dan kerjanya mengirim chat wa padanya.


Wulan@ Apa berita itu benar? Kamu akan menikah?


Memey@ Teresa bilang kamu akan menikah? Jangan lupa undang aku ya!


Teresa@ Berapa teman yang akan kamu undang? Aku siap membantumu menyebar undangan.


Nirina memijit keningnya, bagaimana mungkin dia mengatakan pada teman temannya kalau dia akan menikah di penjara. Dia tidak akan menyebar undangan juga tidak akan mau menerima angpau dari siapapun.


Pernikahanku diadakan secara kekeluargaan, jadi aku tidak menyebar undangan atau mengundang siapapun kecuali keluarga inti.


Tulis Nirina, dia mengirim tulisannya itu kepada teman temannya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2